TANGSEL, Desapenari.id – Warga Bintaro, Pondok Aren, baru saja digegerkan oleh drama si jago merah yang tak terkendali. Bayangkan, Rabu (18/2/2026) siang yang cerah tiba-tiba berubah mencekam. Sebuah gudang ban di tengah pemukiman padat tiba-tiba menyala, melahap habis seluruh isinya dalam waktu singkat. Bukan cuma kobaran api yang bikin jantung berdegup kencang, tapi juga misteri di balik kepulan asap hitam yang membumbung tinggi ke angkasa.
Saat matahari tepat di atas kepala, pemandangan di lokasi kejadian benar-benar mirip film action pasca-ledakan. Gudang berukuran 100 meter persegi itu hanya menyisakan puing-puing yang memilukan. Dinding-dinding seng yang dulu kokoh kini tampak keriput, menghitam, dan roboh tak berbentuk. Ban-ban bekas yang memenuhi gudang pun ikut menjadi korban keganasan api. Mereka berserakan di mana-mana, bukan lagi berbentuk bulat sempurna, melainkan sudah meleleh menjadi gumpalan-gumpalan karet hitam yang menyedihkan.
Meski kobaran api sudah tak lagi terlihat, cerita di balik kejadian ini masih jauh dari usai. Para petugas pemadam kebakaran (damkar) masih setia berjaga, menyisir setiap sudut lokasi. Mereka tak mau kecolongan. Proses pendinginan masif terus mereka lakukan untuk memastikan tak ada satu bara api pun yang bersembunyi di balik tumpukan puing dan ban meleleh.
Kisah heroik 60 personel damkar inilah yang menjadi pusat perhatian. Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin, menceritakan detik-detik menegangkan saat timnya tiba di lokasi. Ia mengungkapkan, panggilan darurat pertama masuk ke posko pada pukul 09.40 WIB. Dengan kecepatan yang patut diacungi jempol, tim bergerak cepat. Hanya dalam hitungan menit, tepatnya pukul 09.50 WIB, mereka sudah tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
“Begitu kami menerima laporan, kami langsung mengerahkan kekuatan maksimal. Tak tanggung-tanggung, 16 unit mobil pemadam dan 60 personel kami terjunkan ke sini,” ujar Omay dengan nada tegas saat ditemui di tengah kesibukannya memantau proses pendinginan. Pengerahan kekuatan sebesar ini menunjukkan betapa seriusnya mereka menangani ancaman kebakaran di kawasan padat penduduk.
Namun, perjuangan para pahlawan berhelm biru ini tak semulus yang dibayangkan. Omay mengakui, mereka sempat dihadapkan pada kendala klasik namun krusial. Akses menuju lokasi gudang ternyata sangat sempit dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Jalan setapak ini menjadi ujian berat bagi tim damkar. Mereka tak bisa langsung mengarahkan mobil pemadam besar ke titik api. Akibatnya, tim harus menarik puluhan meter selang pemadam melalui gang-gang sempit. Kerja keras ekstra pun mereka lakukan di bawah terik matahari. Syukurlah, semangat pantang menyerah membuahkan hasil. Api yang tadinya berkobar ganas akhirnya berhasil mereka jinakkan.
“Alhamdulillah, setelah perjuangan yang cukup melelahkan, proses pemadaman akhirnya purna. Sekarang kita fokus ke pendinginan,” ucap Omay dengan lega, meski sorot matanya tetap waspada.
Lantas, apa sebenarnya penyebab kebakaran ini? Tim investigasi langsung bergerak cepat. Dari hasil olah TKP sementara, para petugas menemukan petunjuk penting. Api pertama kali diduga muncul dari korsleting listrik di dalam gudang. Percikan api dari hubungan arus pendek itu dengan cepat menyambar tumpukan ban yang sangat mudah terbakar. Dalam sekejap, api kecil berubah menjadi kobaran besar yang sulit dikendalikan. Pihak berwenang pun masih terus mendalami penyebab pasti korsleting ini, apakah karena instalasi listrik yang sudah rapuh atau faktor lainnya.
Dampak dari peristiwa ini tentu sangat merugikan. Api yang ganas tak hanya meluluhlantakkan bangunan, tapi juga menghanguskan seluruh stok ban yang tersimpan. Omay memperkirakan kerugian materi mencapai angka fantastis, yaitu ratusan juta rupiah. Nilai sebesar itu wajar, mengingat gudang tersebut terisi penuh dengan ban-ban bekas dalam jumlah besar. Namun, di tengah kerugian materi yang besar, ada satu kabar yang patut disyukuri. Di tengah kepanikan dan kobaran api yang dahsyat, tak satu pun korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan. Para pekerja dan warga sekitar berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi kita semua, terutama pemilik usaha dan warga yang tinggal di lingkungan padat. Bahaya korsleting listrik bukanlah hal sepele. Peristiwa di Bintaro ini membuktikan bahwa kelalaian kecil bisa berubah menjadi bencana besar yang merugikan banyak pihak. Kini, warga hanya bisa pasrah melihat sisa-sisa gudang yang hangus, sementara tim damkar terus bekerja memastikan tak ada lagi api yang tersisa. Kisah ini akan selalu diingat sebagai peringatan akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

