Desapenari.id – Pernah merasa heran mengapa harga minyak goreng yang dijuluki “rakyat” itu kerap tak menentu atau bahkan sulit didapat? Belakangan ini, muncul cerita mengejutkan dari Jakarta. Menteri Perdagangan Budi Santoso angkat bicara mengenai situasi di balik layar produksi MinyaKita. Hasilnya cukup mengagetkan.
Di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (18/2/2026) kemarin, Mendag Budi secara terbuka menjelaskan situasi pelik yang tengah dihadapi para produsen minyak goreng. Mereka, menurutnya, sedang menanggung beban berat. Bahkan, mereka terpaksa menjual MinyaKita di bawah harga pokok produksi. Jualan tapi justru merugi.
Lantas, bagaimana ceritanya bisa demikian? Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk MinyaKita sebesar Rp 15.700 per liter. Angka ini, menurut Mendag Budi, sudah ditetapkan sejak tiga tahun lalu. Permasalahannya, dinamika pasar tak pernah berhenti. Harga komoditas utama pembuat minyak goreng, yaitu Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah, telah melonjak signifikan dibandingkan saat HET itu pertama kali ditetapkan.
“HET-nya itu kan ditetapkan 3 tahun yang lalu. Sekarang harga rata-rata CPO kan Rp 14.035,” ungkap Budi di hadapan awak media. Dari pernyataan ini, kita bisa mulai membayangkan betapa tipisnya, bahkan minusnya margin keuntungan produsen.
Mari kita telusuri alur distribusinya. Produsen menjual MinyaKita ke distributor tingkat pertama dengan harga Rp 13.500 per liter. Distributor tingkat pertama kemudian menjualnya ke distributor tingkat kedua dengan harga Rp 14.000 per liter. Jika dicermati, angka-angka ini sudah mendekati bahkan menyentuh harga CPO mentah, belum lagi biaya produksi, pengemasan, transportasi, dan berbagai komponen biaya lainnya.
Dengan harga CPO yang mencapai Rp 14.035 per liter saat ini, Mendag Budi mengakui bahwa produsen benar-benar berada di posisi sulit. Mereka memproduksi minyak dari bahan baku yang mahal, namun hasil penjualannya ke distributor pertama justru lebih rendah dari harga bahan bakunya. “Ya kita makanya terus koordinasi dengan mereka,” ujar Budi, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan terus menjalin komunikasi untuk mencari solusi terbaik.
Namun demikian, hal ini tidak berarti pemerintah lantas membiarkan harga di pasaran melonjak tanpa kendali. Mendag Budi dengan tegas membantah bahwa kenaikan harga CPO dapat dijadikan alasan pembenaran untuk menjual MinyaKita di atas HET di tingkat pengecer. Pemerintah berpegang teguh pada aturan yang telah ditetapkan: pengecer wajib menjual minyak goreng rakyat ini sesuai dengan patokan harga yang berlaku, yaitu Rp 15.700 per liter.
“Justru ketika naik kan ketika sampai di distributor. Lha itu yang harus kita awasi,” kata dia, menekankan bahwa titik kritis pengawasan justru berada pada rantai distribusi setelah produk meninggalkan produsen. Artinya, pemerintah akan memfokuskan pengawasan pada para distributor dan pengecer agar tidak memainkan harga di tengah situasi yang sedang sulit ini.
Lalu, apa sebenarnya MinyaKita ini? Perlu dipahami, MinyaKita bukanlah sekadar merek biasa. Ini adalah merek milik Kementerian Perdagangan yang lahir sebagai instrumen untuk memenuhi kewajiban domestic market obligation (DMO). Dengan demikian, setiap perusahaan yang mengekspor CPO memiliki kewajiban untuk memasok kebutuhan dalam negeri, dan salah satu wujudnya adalah dengan memproduksi MinyaKita.
Mekanismenya cukup unik. Volume produksi MinyaKita secara langsung disesuaikan dengan volume ekspor CPO. Semakin besar volume ekspor, idealnya semakin besar pula volume MinyaKita yang harus diproduksi untuk pasar domestik. Mekanisme ini dirancang untuk menjaga keseimbangan pasokan. Dan untuk memastikan pengendalian harga berjalan efektif, pemerintah menerapkan strategi khusus. Mereka mewajibkan 35 persen dari total pasokan DMO ini harus disalurkan melalui BUMN pangan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi katup pengaman sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Jadi, inti permasalahannya terletak pada situasi yang rumit. Ada tekanan dari sisi hulu akibat harga CPO global yang melambung tinggi. Produsen berada dalam posisi terjepit antara harga jual yang dipatok pemerintah dan biaya produksi yang terus membengkak. Di satu sisi, mereka mengaku merugi. Di sisi lain, pemerintah bersikukuh bahwa harga eceran harus tetap sesuai HET demi menjaga daya beli masyarakat. Pengawasan pun diarahkan ke jalur distribusi untuk memastikan tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar.
Pertanyaan yang kemudian mengemuka, sampai kapan para produsen mampu bertahan menjual di bawah harga pokok produksi? Dan apakah pengawasan di jalur distribusi akan cukup efektif untuk mencegah kelangkaan atau praktik permainan harga? Yang jelas, pemerintah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan, mencari jalan tengah agar MinyaKita tetap dapat diakses masyarakat dengan harga terjangkau, tanpa harus mengorbankan keberlangsungan usaha produsen. Kita tunggu perkembangan selanjutnya, semoga solusi terbaik segera ditemukan agar stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com


Yes! Finally someone writes about 3d printing service.
I all the time used to study post in news papers but now
as I am a user of internet thus from now I am using net for posts, thanks to
web.
Hi there all, here every one is sharing such know-how, so it’s pleasant to read this web site, and
I used to pay a visit this webpage all the
time.
I got this web site from my pal who shared with me about this site and at the moment this time I am browsing this website and reading very informative articles here.
Highly descriptive post, I loved that a lot. Will there be a part 2?
Hi to every one, because I am in fact keen of reading
this blog’s post to be updated daily. It carries good data.
Thank you for sharing your info. I really appreciate
your efforts and I will be waiting for your next write ups
thanks once again.
Hey there, You’ve done a great job. I will certainly digg
it and personally suggest to my friends. I’m
confident they’ll be benefited from this site.
Helpful information. Lucky me I found your web site by chance, and I’m stunned why
this accident did not happened earlier! I bookmarked it.
I do not know whether it’s just me or if perhaps everybody else
encountering problems with your blog. It looks like some of
the text on your content are running off the screen. Can somebody else please provide feedback and let me know if this is happening to them too?
This might be a issue with my internet browser because I’ve had this
happen previously. Kudos
If some one wishes to be updated with most recent technologies therefore he must be go to see this site
and be up to date all the time.
I don’t even understand how I ended up here, but I assumed this publish used to be good.
I don’t understand who you are but definitely you are going to a well-known blogger if you aren’t
already. Cheers!
That is very attention-grabbing, You’re a
very professional blogger. I have joined your rss feed and
sit up for looking for more of your fantastic post.
Additionally, I have shared your website in my social networks
A motivating discussion is definitely worth comment.
There’s no doubt that that you ought to write
more about this issue, it might not be a taboo subject but generally folks don’t talk about these topics.
To the next! Best wishes!!
wonderful post, very informative. I ponder why the other
experts of this sector do not realize this. You should proceed your writing.
I’m sure, you have a huge readers’ base already!
Hey there just wanted to give you a brief
heads up and let you know a few of the images aren’t loading properly.
I’m not sure why but I think its a linking issue. I’ve tried it
in two different web browsers and both show the same outcome.
What’s up every one, here every person is sharing such experience, so it’s nice to read this weblog,
and I used to pay a quick visit this blog daily.
I am really enjoying the theme/design of your website.
Do you ever run into any internet browser compatibility problems?
A handful of my blog audience have complained about my blog not working
correctly in Explorer but looks great in Opera.
Do you have any solutions to help fix this problem?
Fastidious answers in return of this issue with real arguments and describing the whole thing concerning that.
After I initially left a comment I seem to have clicked
the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now
on every time a comment is added I get 4 emails with the exact same
comment. There has to be an easy method you can remove me from that service?
Thanks!
Fantastic website. A lot of helpful information here.
I’m sending it to some pals ans additionally sharing in delicious.
And of course, thank you in your effort!