MIMIKA, Desapenari.id – Pemandangan memilukan di kawasan perairan Poumako, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Jumat (1/5/2026) siang. Tiba-tiba, tiga kapal ikan yang sudah lama merana dan tak lagi menggoreskan ombak, hangus dilalap sijago merah. Yang lebih mengejutkan, polisi kini menduga kuat bahwa peristiwa nahas ini bukan sekadar kebetulan, melainkan ada dalang di balik kobaran api!
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Video demi video pun langsung membanjiri linimasa media sosial, membuat warganet ikut panas. Dalam rekaman berdurasi 38 detik yang tersebar luas itu, terdengar dengan jelas suara seorang pria yang dengan nada terkejut menerangkan bahwa api dengan brutal melahap area pelabuhan perikanan. Tak tanggung-tanggung, beberapa kapal sekaligus jadi korban keganasan bara.
Polisi Buka Suara: Ini Bukan Korsleting Biasa!
Sontak, Kabar ini membuat Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Mimika bergerak cepat. Kasat Polairud Polres Mimika, AKP Menase Mawosi Sayori, langsung mengonfirmasi kebenaran pahit ini pada Sabtu (2/5/2026) pagi. Menurutnya, peristiwa mengerikan itu terjadi tepat pukul 14.30 WIT. Dia menyebutkan satu per satu identitas kapal malang tersebut, yaitu KM Miyataki bersama dua rekannya yang juga ikut menjadi abu.
“Waktu kejadian tepat pukul 14.30 WIT,” ujar Sayori dengan nada tegas saat ditemui awak media.
Namun, ada fakta menarik sekaligus ironis di balik peristiwa ini. Sayori menjelaskan bahwa ketiga kapal yang terbakar itu sejatinya sudah mati suri alias tidak berfungsi lagi karena kerusakan kronis yang sudah berlangsung lama. Mirisnya, bukan hanya tiga kapal yang hangus, polisi juga menemukan dua kapal lainnya yang dilaporkan ikut tenggelam dalam insiden yang sama.
“Yang terbakar ada tiga kapal, dan dua kapal lainnya tenggelam. Semuanya sudah tidak jalan lama, sudah dalam kondisi rusak,” tambahnya.
Warga Sering Nongkrong di Kapal Rusak, Jadi Pemicu Niat Jahat?
Nah, inilah bagian yang paling menarik sekaligus mengkhawatirkan. Saat ini, polisi sedang menggebu-gebu melakukan penyelidikan untuk menguak akar masalah kebakaran ini. Bukan hanya sekaran gosip, analisis sementara dari kepolisian mengarah pada dugaan kuat bahwa api sengaja dinyalakan oleh orang tak dikenal.
Mengapa bisa begitu? Sayori mengungkapkan bahwa kawasan tersebut kerap dijadikan tempat nongkrong warga di atas kapal-kapal reyot itu. Aktivitas ini dinilai mulai mengganggu aktivitas parkir perahu nelayan lain yang masih produktif. Karena itu, tidak menutup kemungkinan ada pihak yang naik pitam dan memutuskan untuk “membersihkan” dengan cara ekstrem—membakar.
“Dugaan sementara, karena seringnya masyarakat nongkrong di kapal rusak tersebut dan dianggap mengganggu aktivitas parkir perahu nelayan yang lain, sehingga ada kemungkinan dibakar oleh orang tak dikenal,” tegas AKP Sayori.
Aktivitas Pelabuhan Tetap Jalan, Tapi Pelaku Harus Ditangkap!
Meski kejadian ini cukup menghebohkan, publik sedikit bisa bernapas lega. Sayori memastikan bahwa peristiwa pembakaran kapal ini sama sekali tidak mempengaruhi aktivitas bongkar muat di pelabuhan perikanan. Operasional nelayan lain tetap berjalan lancar seperti biasa, tanpa hambatan berarti.
Namun, kesimpulan ini belum mengakhiri tanda tanya besar. Polisi terus memburu petunjuk untuk menangkap oknum yang bertanggung jawab. Warga sekitar pun diimbau untuk segera melapor jika melihat hal-hal mencurigakan. Jangan sampai, aksi main hakim sendiri dengan api ini menjadi preseden buruk bagi lingkungan pelabuhan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

