BANDUNG BARAT, Desapenari.id – Hamparan hijau seluas 94 hektare kini menyelimuti permukaan Waduk Saguling. Bukan pemandangan indah, melainkan eceng gondok yang tumbuh mengamuk! Kondisi ini langsung mengancam ekosistem waduk sekaligus membahayakan pasokan energi listrik Jawa-Bali. Wah, gawat banget, kan?
Ternyata, Sampah Jadi Biang Keroknya!
Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengungkapkan bahwa ledakan eceng gondok ini tak lepas dari beban pencemaran yang super tinggi. Lebih lanjut, sampah yang terus mengalir dari Sungai Citarum memicu reaksi ekologis berantai. “Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,” ujar Doni dengan nada prihatin saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7/5/2026).
Pendangkalan Waduk: Bom Waktu yang Siap Meledak!
Doni menjelaskan lebih jauh bahwa penyebaran eceng gondok yang tak terkendali ini secara aktif mengganggu kualitas air sekaligus mempercepat proses pendangkalan waduk. Kondisi mengerikan ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air. Padahal, air tersebut merupakan penopang utama operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling. “Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,” tegas Doni. Jadi, kalau dibiarkan, mati lampu bisa terjadi kapan saja!
Pembersihan Bertahap: Bukan Tugas Instan!
Saat ini, IP Saguling terus berupaya melakukan penanganan secara bertahap. Tim pembersih langsung bergerak di sejumlah titik. Namun, karena luasnya wilayah terdampak, area-area tersebut harus dibersihkan secara bergiliran. Menariknya, tidak semua permukaan waduk bisa dijangkau dengan instan. “Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,” kata Doni. Artinya, proses ini butuh kesabaran ekstra!
Evaluasi Besar-besaran Segera Dilakukan!
Dalam waktu dekat, pihak pengelola waduk berencana mengadakan evaluasi menyeluruh. Selain itu, mereka juga akan memperluas area pengangkutan eceng gondok. Tujuannya jelas: menekan laju penyebaran tanaman air invasif ini sebelum semuanya terlambat.
Sampah dari Hulu: Kunci Utama yang Sering Terlupakan!
Selain upaya teknis di lapangan, pengelola waduk dengan tegas menyatakan bahwa pengendalian sampah di hulu merupakan kunci utama. Tanpa perbaikan sistem pengelolaan sampah di wilayah Bandung Raya, kondisi perairan Waduk Saguling dipastikan akan terus memburuk. Jadi, akar masalahnya sebenarnya ada pada kita semua.
Efek Domino: Oksigen Tersumbat, Dasar Waduk Makin Dangkal!
Sebagaimana diketahui publik, eceng gondok yang tumbuh berlebihan dapat menutup seluruh permukaan air. Akibatnya, sirkulasi oksigen menjadi terhambat parah. Tak hanya itu, penumpukan material organik di dasar waduk juga mempercepat pendangkalan. Proses ini terjadi secara terus-menerus dan sulit dihentikan jika tidak ada tindakan serius dari semua pihak.
Ubah Budaya, Selamatkan Saguling!
“Karena itu, kalau budaya masyarakat bisa diubah, misalnya sampah sudah dipilah dari rumah, kemudian sampah organik diolah menjadi maggot, sementara sampah anorganik diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat, dampaknya akan sangat besar,” tandas Doni penuh harap. Jadi, yuk, mulai dari diri sendiri sebelum Waduk Saguling benar-benar kehilangan fungsinya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

