YOGYAKARTA, Desapenari.id – Kabar menggembirakan datang dari kompleks Candi Prambanan! Pemerintah Indonesia bersama India secara resmi meluncurkan kerja sama konservasi besar-besaran yang bakal merevitalisasi ratusan Candi Perwara di kawasan warisan dunia tersebut. Namun, jangan khawatir para pecinta liburan! Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan sigap menyiapkan berbagai strategi cerdas agar aktivitas wisata tetap bergairah dan kenyamanan pengunjung tidak terusik selama proses revitalisasi berlangsung.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, dengan terbuka mengakui bahwa pembatasan akses di sejumlah area kompleks candi berpotensi terjadi selama pekerjaan berjalan. Meski demikian, pihaknya sangat yakin dampak negatif tersebut dapat diminimalkan melalui pengelolaan kawasan wisata yang profesional dan terencana.
“Dalam jangka pendek, apabila terdapat pembatasan akses pada area tertentu selama proses pekerjaan, kemungkinan akan ada penyesuaian pola kunjungan. Namun kami optimistis dampaknya dapat diminimalkan melalui pengaturan alur wisata, penyediaan informasi yang baik, serta promosi destinasi alternatif di DIY,” ujar Imam dengan penuh keyakinan, Rabu (8/7/2026).
Revitalisasi Candi Perwara Jadi Sorotan Utama
Kerja sama konservasi antara Indonesia dan India ini secara spesifik menyoroti revitalisasi Candi Perwara yang memesona dan mengelilingi tiga candi utama di Kompleks Candi Prambanan. Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa Pemerintah India menunjukkan antusiasme luar biasa untuk terlibat dalam proyek prestisius ini karena Prambanan diakui sebagai salah satu kompleks candi Hindu terbesar di dunia.
Fakta mencengangkan terungkap ketika diketahui bahwa dari sekitar 200 Candi Perwara yang menghiasi kawasan sekitar candi utama, Pemerintah Indonesia baru berhasil merevitalisasi enam candi saja. Angka ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang emas bagi kolaborasi kedua negara.
Kerja sama strategis ini secara resmi dimulai setelah Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi dengan khidmat meresmikan dimulainya konservasi Candi Prambanan di kompleks candi tersebut, Rabu. Dalam sambutannya yang menginspirasi, Prabowo menegaskan bahwa kesepakatan konservasi dan restorasi ini bukan sekadar bertujuan melestarikan bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi simbol eratnya hubungan peradaban Indonesia dan India yang telah terjalin harmonis selama lebih dari 1.000 tahun.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya menyambut baik kesepakatan konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India. Candi Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat akan kuatnya hubungan peradaban yang telah terjalin antara Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun,” ujar Prabowo dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa budaya merupakan jembatan kokoh yang mampu memperkuat saling pengertian serta membangun kepercayaan antarbangsa untuk menghadapi masa depan bersama. Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa pelestarian candi bukanlah proyek fisik semata, melainkan investasi peradaban!
Menariknya, kerja sama Indonesia dan India tidak hanya berhenti pada revitalisasi fisik. Kedua negara sepakat memperluas cakupan kolaborasi hingga mencakup kajian teknis yang mendalam, penguatan dokumentasi ilmiah yang komprehensif, pertukaran keahlian konservasi yang bernilai tinggi, pengembangan teknologi pelestarian cagar budaya yang mutakhir, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang arkeologi. Wow, ini benar-benar paket lengkap!
Dispar DIY Siapkan Mitigasi Jitu Selama Proyek Berlangsung
Imam dengan tegas menyatakan bahwa Dispar DIY bersama pengelola kawasan dan instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi brilian agar proyek revitalisasi tidak mengurangi pengalaman wisatawan. Timnya bergerak cepat menyusun berbagai strategi yang matang dan terukur.
Langkah-langkah cerdas tersebut meliputi pengaturan jalur kunjungan yang efisien di dalam kompleks candi, penyediaan informasi yang jelas dan transparan mengenai area yang dapat diakses, hingga peningkatan kualitas layanan wisata yang prima. Dispar DIY benar-benar serius menjaga kepuasan pengunjung!
Selain itu, wisatawan akan diarahkan dengan ramah untuk mengunjungi destinasi lain yang tak kalah menawan di sekitar Prambanan, seperti Candi Ratu Boko yang eksotis, Candi Plaosan yang memesona, dan desa-desa wisata di sekitarnya yang sarat budaya. Langkah cerdas ini diharapkan dapat menjaga aktivitas pariwisata di DIY tetap bergairah meski sebagian area kompleks candi berpotensi dibatasi selama proses konservasi berjalan.
“Kami memahami potensi tersebut. Oleh karena itu, diharapkan pengelola kawasan bersama instansi terkait akan mengatur tahapan pekerjaan agar tidak mengganggu pengalaman wisata secara signifikan,” ujar Imam dengan nada optimistis.
Diyakini Perkuat Pariwisata Jangka Panjang
Di balik potensi penyesuaian selama proses revitalisasi, Dispar DIY dengan penuh keyakinan memandang kerja sama Indonesia dan India ini akan memberikan manfaat luar biasa bagi sektor pariwisata dalam jangka panjang. Mereka melihat peluang emas di balik setiap tantangan yang muncul.
Menurut Imam, kolaborasi internasional bergengsi tersebut memperkuat kepercayaan dunia terhadap komitmen Indonesia dalam melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan citra Candi Prambanan sebagai destinasi heritage kelas dunia. Ini adalah momen penting untuk menunjukkan kualitas dan dedikasi Indonesia di mata internasional!
“Dalam jangka panjang, keberhasilan konservasi justru akan memperkuat citra Prambanan sebagai destinasi warisan budaya dunia yang terawat sehingga meningkatkan daya tarik wisata,” ujar dia dengan penuh antusiasme.
Kerja sama ini juga dinilai membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari India yang memiliki ikatan historis kuat dengan Indonesia. Dispar DIY optimistis kolaborasi ini akan memperluas pertukaran pengetahuan di bidang konservasi, serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan edukatif yang signifikan bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Untuk jadwal pelaksanaan fisik revitalisasi, Dispar DIY mengaku masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat. Masyarakat dan calon wisatawan diminta untuk tetap bersabar dan terus memantau perkembangan terbaru melalui kanal-kanal resmi.
Dengan segala persiapan matang yang telah dilakukan, para pecinta sejarah dan budaya tidak perlu khawatir kehilangan momen berharga mengunjungi Candi Prambanan. Revitalisasi justru menjadi kesempatan emas untuk menyaksikan langsung proses pelestarian warisan dunia yang melibatkan dua negara sahabat. Jadikan liburan Anda lebih bermakna dengan menyaksikan sejarah tercipta di hadapan mata!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

