SITUBONDO, Desapenari.id – Belakangan ini, praktik kejahatan baru mengintai para pecinta alam yang ingin menaklukkan eksotisme Gunung Argopuro atau yang dikenal dengan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang di Kabupaten Situbondo. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur pun angkat bicara dan mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh calon pendaki agar waspada terhadap maraknya kasus penipuan tiket pendakian online yang belakangan ini meresahkan.
Kepala BKSDA Jawa Timur, Nur Patria, mengungkapkan bahwa kasus ini pertama kali terendus oleh petugas lapangan ketika sejumlah pendaki yang antusias tiba di pos pendakian. Semangat mereka untuk menyusuri jalur berliku Gunung Argopuro harus tertahan saat petugas melakukan proses daftar ulang dan verifikasi berkas. Betapa terkejutnya petugas ketika mendapati bahwa tiket yang dibanggakan oleh para pendaki tersebut ternyata adalah dokumen palsu yang tidak terdaftar dalam sistem resmi. Temuan ini langsung menjadi alarm bahaya bagi BKSDA untuk segera bertindak.
“Kejadian ini sangat memprihatinkan karena merugikan banyak pihak. Saat proses verifikasi berlangsung, kami dengan jelas melihat bahwa bukti pembayaran dan kode booking yang mereka tunjukkan tidak kami kenali dalam database resmi. Itu adalah tiket palsu,” tegas Nur Patria saat ditemui di kantornya pada Selasa (14/7/2026). Ia menambahkan bahwa sistem pembelian tiket yang sah dan terverifikasi hanya dapat diakses melalui satu pintu utama, yaitu platform digital AyoTamanNasional. Situs ini merupakan kanal resmi yang dikelola langsung oleh Kementerian Kehutanan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik dan aman bagi para pengunjung kawasan konservasi.
Menurut penjelasan Nur Patria, sebetulnya proses untuk mendapatkan tiket pendakian Gunung Argopuro tidaklah serumit yang dibayangkan banyak orang. Bahkan, ia menegaskan bahwa calon pendaki sebenarnya tidak perlu sama sekali menggunakan jasa pihak ketiga atau calo untuk mengurus administrasi. Mengapa demikian? Karena seluruh rangkaian registrasi dapat dilakukan secara mandiri dengan langkah yang sangat sederhana. Calon pendaki hanya perlu menyediakan waktu beberapa menit untuk membuat akun pribadi di platform resmi yang disediakan. Dengan satu akun tersebut, para pendaki tidak hanya bisa mendaftar untuk Gunung Argopuro, tetapi juga membuka akses ke berbagai gunung lainnya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Ini adalah kemudahan luar biasa yang sayang jika dilewatkan hanya karena tergiur oleh tawaran instan dari oknum tidak bertanggung jawab.
Lebih dalam lagi, Nur Patria mengupas modus operandi yang digunakan oleh para pelaku penipuan. Ternyata, mereka tidak berkeliaran secara terang-terangan di jalan, melainkan menyusup melalui media sosial dan grup-grup komunitas pendaki. Mereka dengan lihai menawarkan jasa open trip dengan harga yang terkadang sedikit lebih murah atau bahkan menggiurkan dengan paket lengkap. Namun, di balik tawaran manis itu, mereka menyelipkan tiket-tiket fiktif hasil rekayasa yang sangat mirip dengan aslinya. Padahal, jika para pendaki mau bersabar dan mengurus sendiri akun pendakiannya, mereka akan merasakan kemudahan yang jauh lebih besar dan tentunya terhindar dari risiko kerugian finansial serta kekecewaan di hari-H pendakian. “Ini mengingatkan kita semua bahwa kewaspadaan adalah kunci utama. Jangan sampai euforia mendaki justru membuat kita lengah terhadap hal-hal teknis yang sangat krusial,” imbuhnya.
Pendaki Wajib Registrasi Mandiri, Ini Cara Terhindar dari Penipuan!
Menyikapi temuan tiket palsu yang semakin meresahkan ini, BKSDA Jawa Timur tidak tinggal diam. Nur Patria dengan tegas menyatakan bahwa tiket palsu yang berhasil diidentifikasi oleh petugas di pos pendakian akan langsung dinyatakan tidak berlaku dan digagalkan aksesnya. Pendaki yang terbukti membawa tiket hasil penipuan terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk memulai pendakian atau memulai proses registrasi ulang dari awal. Namun, alih-alih mempersulit, BKSDA justru hadir untuk memberikan solusi terbaik bagi para korban. Petugas di pos dengan sigap membantu para pendaki yang menjadi korban untuk membuat akun secara mandiri di tempat, sehingga mereka tetap bisa melanjutkan proses registrasi yang sah dan mewujudkan mimpi mereka untuk menikmati keindahan puncak Argopuro, meski dengan sedikit hambatan administratif.
“Kami benar-benar tidak ingin peristiwa pahit ini terulang kembali di kemudian hari. Oleh karena itu, kami mengimbau dan mengedukasi para pendaki agar harus membuat sendiri akun resmi mereka. Caranya sangat mudah dan ramah bagi siapa pun, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali mendaki. Keuntungannya tidak main-main, karena akun yang telah dibuat ini bersifat lintas gunung. Artinya, setelah terdaftar, akun tersebut bisa digunakan untuk mendaftar pendakian di seluruh gunung yang ada di Jawa, Bali, hingga pulau-pulau lainnya yang bekerja sama dengan sistem ini. Ini adalah investasi digital yang sangat menguntungkan bagi para petualang sejati,” papar Nur Patria dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Nur Patria menjelaskan bahwa seluruh proses pemesanan tiket telah didesain secara daring atau online sepenuhnya melalui situs resmi yang telah ditentukan. Setelah pendaki menyelesaikan pembayaran dan registrasi, sistem otomatis akan mengirimkan konfirmasi berupa surat elektronik atau email ke alamat yang terdaftar. Email ini menjadi bukti kuat dan sah bahwa tiket tersebut telah terverifikasi. Oleh karena itu, BKSDA dengan lantang mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama para pendaki pemula yang masih awam, untuk tidak pernah membeli tiket dari pihak-pihak yang mengaku sebagai penyedia jasa open trip atau perantara yang menawarkan tiket di luar jalur resmi. Awasi setiap transaksi, periksa kembali URL situs yang dikunjungi, dan pastikan hanya berinteraksi dengan domain resmi milik pemerintah.
Dengan menerapkan registrasi mandiri, pendaki tidak hanya melindungi diri dari praktik penipuan yang merugikan, tetapi juga turut mendukung upaya konservasi dan pengelolaan data pengunjung yang lebih tertib. BKSDA Jatim berharap kesadaran ini tumbuh kuat di kalangan komunitas pendaki sehingga ke depan, kejadian serupa tidak lagi menghantui para pecinta alam yang ingin menikmati pesona Gunung Argopuro.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

