NUNUKAN, Desapenari.id – Hingga saat ini, nasib puluhan korban dugaan investasi bodong yang melibatkan RAH, gadis pemilik Amma Investasi di Nunukan, Kalimantan Utara, masih menggantung di ujung tanduk. Setelah dua bulan berlalu sejak laporan pertama dilayangkan pada awal Juni 2026, pihak kepolisian melalui Satreskrim Polres Nunukan mengaku baru saja merampungkan proses pemeriksaan terhadap 18 laporan polisi (LP) yang masuk, namun hingga kini polisi belum juga menetapkan status tersangka dalam kasus yang mencuat heboh ini.
“Kami baru selesaikan pemeriksaan saksi dan pelapor dari 18 LP, belum ada penetapan tersangka,” ungkap AKP Wisnu Bramantyo, Kasat Reskrim Polres Nunukan, saat dihubungi awak media pada Jumat (30/7/2026). Meskipun demikian, penyidik Polres Nunukan tengah menjadwalkan pemanggilan terhadap RAH untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Akan tetapi, “Terlapor kami panggil sebagai saksi menyampaikan, minta atur ulang waktu riksanya melalui PH-nya,” sambungnya dengan nada diplomatis.
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah sejumlah korban penipuan berkedok investasi di Nunukan, Kalimantan Utara, resmi melaporkan RAH ke pihak berwajib. Gadis yang berdomisili di areal sekitar Pasar Jamaker ini diduga kuat menjalankan praktik investasi ilegal yang merugikan banyak orang.
Korban Hanya Ingin Kembalinya Uang Modal, Keuntungan Bukan Prioritas!
Di tengah hiruk-pikuk kasus ini, para korban kompak menyuarakan tuntutan yang terbilang sederhana. Mereka menginginkan uang modal yang telah disetorkan bisa kembali seutuhnya, meskipun mereka rela melepas keuntungan atau profit menggiurkan yang dijanjikan RAH melalui bendera Amma Investasi. Sungguh ironis, bukankah profit adalah tujuan utama investasi? Namun, bagi mereka, saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan modal pokok.
Salah satu korban bernama Rahma mengungkapkan kisahnya yang pilu. Awalnya, RAH adalah pelanggan tetap di toko usaha miliknya yang kerap membeli perangkat iPhone dan perhiasan emas. Setiap kali bertemu untuk bertransaksi, RAH tak pernah melewatkan kesempatan untuk melancarkan rayuan manis dan mengajak Rahma ikut menanamkan modal di bisnis investasi yang ia kelola.
Dengan lihai, RAH menjanjikan keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat, hanya 15 hari! Bukan hanya itu, untuk meyakinkan calon korbannya, RAH nekat menunjukkan sejumlah bukti percakapan chat WhatsApp dan slip transfer dari beberapa investor terdahulu, lengkap dengan nominal keuntungan yang sudah mereka peroleh. Tentu saja, semua itu dijadikan sebagai bahan promosi yang begitu menggoda.
Melihat bukti-bukti tersebut, pertahanan Rahma pun luluh oleh rayuan maut RAH. Berdasarkan lembar penawaran, jika seorang investor menyerahkan modal Rp 3 juta, maka dalam 15 hari uang tersebut akan berkembang menjadi Rp 4.350.000. Sementara untuk investasi Rp 10 juta, dijanjikan membengkak menjadi Rp 14.500.000. Lalu, jika investasi mencapai Rp 20 juta, uang akan berubah menjadi Rp 29.000.000. Lebih fantastis lagi, bila uang Rp 50 juta disetor, modal tersebut akan melejit ke angka Rp 72.500.000.
Sistem Menjebak: Semakin Besar Modal, Semakin Besar Keuntungan!
Sistem yang diterapkan oleh RAH memang terkesan sederhana namun nyatanya sangat menjebak. Semakin besar total uang yang disetorkan oleh korban, semakin besar pula kelipatan keuntungan yang bisa dinikmati setiap 15 hari. Sungguh skema yang menggiurkan di awal, namun berakhir petaka di kemudian hari.
“Saya invest Rp 75 juta di bulan April 2026. Sempat kembali tiga kali, dan sekarang tersisa Rp 10 juta lebih saja. Uang saya macet sampai sekarang. Saya juga sudah melapor ke Polres Nunukan,” keluh Rahma kepada wartawan pada 15 Juni 2026 silam.
Nasib serupa juga menimpa Lusi Sri Wahyuni, pemilik salah satu usaha kedai kopi di kawasan Jalan Lingkar Nunukan. Lusi mengenali RAH sebagai pelanggan setia yang sering nongkrong di kedai kopinya. Hubungan pertemanan mereka pun semakin akrab, hingga akhirnya RAH mulai menawarkan Lusi untuk menginvestasikan sejumlah dana segar pada Amma Investasi.
Seolah menjadi pialang saham profesional, RAH menjanjikan keuntungan berlipat ganda yang instan tanpa perlu kerja keras. “Bulan Februari 2026, saya investasikan Rp 75 juta. Tapi Rp 60 juta sebagai dana pinjaman, sementara Rp 15 juta sebagai uang investasi,” cerita Lusi. “Tapi, baik pinjaman maupun hasil investasi, saya belum pernah rasa. RAH selalu mengatakan sabar, meminta saya menghitung hasil investasi. Sementara untuk pengembalian dana pinjaman, dia janji mencicil. Tapi sampai hari ini tidak ada juga,” ujarnya dengan nada kecewa.
Merasa menjadi korban penipuan, bersama dengan Rahma, Lusi akhirnya nekat membuat pengaduan resmi ke Mapolres Nunukan pada 5 Juni 2026. Sebelum langkah kedua wanita itu, pada tanggal 4 Juni 2026, korban lain atas nama Dea Amalia ternyata sudah lebih dulu melayangkan laporan resmi dengan bukti laporan polisi Nomor: B/162/VI/2026/Reskrim.
Grup WA Penuh Sesak, Korban Tersebar Hingga Luar Nunukan!
Hebohnya, para korban investasi bodong ini bahkan membentuk grup percakapan khusus di aplikasi WhatsApp yang awalnya beranggotakan sekitar 145 orang. Mereka semua tercatat telah menyetorkan uang ke Amma Investasi milik RAH dengan nominal sangat beragam, mulai dari Rp 500.000 hingga di atas Rp 70 juta per orang.
“Korban bukan hanya dari Kabupaten Nunukan. Ada yang dari Kota Tarakan, Maluku, Makassar hingga DKI Jakarta. Dari Nunukan dan Sebatik sudah puluhan juga yang melapor,” ungkap keduanya kompak. Jika merujuk pada isi rentetan percakapan di grup tersebut, mayoritas korban kini mulai membuat laporan pengaduan ke Polsek maupun Polres terdekat.
“Sebagian ada yang keluar grup karena mungkin sudah ada mediasi dan mencapai kesepakatan. Saat ini jumlah anggota grup korban dugaan investasi bodong RAH, sekitar 119 orang,” kata Lusi dan Rahma. “Kami ingin perkara ini cepat selesai dan semoga tidak ada korban lain,” harap mereka.
Keduanya berharap kasus yang menjerat sang owner investasi tersebut bisa segera diusut tuntas oleh aparat penegak hukum. Namun, akankah keadilan benar-benar ditegakkan? Waktu yang terus berjalan, sementara korban masih menanti kepastian.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

