PEKANBARU, Desapenari.id – Waspada! Seekor monyet ekor panjang yang diduga gila kini tengah meneror warga Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Dalam kurun waktu enam hari terakhir, serangan biadab hewan liar ini telah melukai 10 orang warga tak berdosa!
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Inhil, Junaidi Ismail, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil identifikasi tim di lapangan, seluruh serangan diduga kuat dilakukan oleh satu ekor monyet ekor panjang berwarna abu-abu yang sama.
“Hasil penyelidikan kami di lapangan mengarah pada satu ekor monyet ekor panjang dengan bulu abu-abu,” tegas Junaidi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (31/7/2026).
MULAI DARI PARIT 13, MONYET BUAS INI TERUS MENGAMUK!
Bayangkan, sejak 25 Juli 2026, teror mengerikan ini dimulai di kawasan Parit 13 dan Parit 14, Kota Tembilahan. Monyet berukuran besar itu dengan berani mendatangi pemukiman padat penduduk dan menyerang siapa pun yang ditemuinya tanpa pandang bulu!
“Kejadian pertama sungguh mengejutkan. Ada warga yang sedang santai duduk-duduk di teras rumahnya, tiba-tiba monyet itu muncul dan langsung mencakar serta menggigitnya dengan ganas,” cerita Junaidi dengan nada prihatin.
Setelah serangan pertama yang menghebohkan itu, monyet nakal tersebut bukannya pergi menjauh. Justru sebaliknya, hewan itu kembali berulah dengan menyerang warga lain di kawasan pemukiman yang sama!
“Lokasi kejadiannya memang berada di daerah Parit 13 dan Parit 14, Kota Tembilahan. Total sudah 10 orang yang menjadi korban keganasan monyet ini. Korbannya beragam, mulai dari orang dewasa, anak-anak, hingga lansia yang rentan,” tambah Junaidi.
BUKAN HANYA DI LUAR, MONYET GILA INI BAHKAN MENEROBOS MASUK RUMAH!
Yang lebih meresahkan, serangan monyet tidak hanya terjadi di ruang terbuka. Hewan buas tersebut dengan nekat masuk ke dalam rumah-rumah warga dan menyerang penghuni yang sedang beristirahat!
Junaidi menjelaskan bahwa sebagian besar rumah warga di kawasan tersebut merupakan bangunan kayu tua yang berdiri di pinggir sungai. Kondisi lantai papan yang sudah lapuk dan berlubang menjadi celah sempurna bagi monyet untuk menyusup masuk.
“Kondisi rumah warga di sini memang berada di pinggiran sungai dengan konstruksi kayu. Monyet itu masuk dengan mudah melalui celah-celah lantai papan yang bolong, bahkan kadang menerobos lewat dapur belakang. Yang paling mengerikan, monyet ini menggigit warga yang sedang terlelap tidur di pagi hari,” ungkap Junaidi dengan ekspresi cemas.
LUKA CACARAN DAN GIGITAN MENGERIKAN, BEBERAPA KORBAN HARUS DIJAHIT!
Dari sepuluh korban yang berhasil didata, luka-luka mengerikan akibat cakaran tajam dan gigitan monyet tersebut ditemukan di berbagai bagian tubuh seperti kaki, tangan, hingga punggung. Bahkan beberapa korban mengalami luka gigitan yang cukup parah sehingga harus mendapatkan penjahitan di rumah sakit!
Untungnya, seluruh korban telah segera mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit terdekat. Tidak ada korban yang harus menjalani perawatan inap karena kondisi mereka cukup stabil setelah mendapatkan perawatan darurat. Semua korban diperbolehkan pulang setelah selesai menjalani pengobatan.
Tak hanya pengobatan luka, seluruh warga yang menjadi korban gigitan monyet ini juga langsung mendapatkan vaksin rabies sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit mematikan tersebut.
“Yang perlu kami sampaikan, seluruh biaya pengobatan para korban tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis,” tegas Junaidi untuk menenangkan warga.
MONYET ABU-ABU MASIH BERKELIARAN! TIM KHUSUS DITURUNKAN!
Serangan brutal ini tentu saja membuat warga resah dan ketakutan. Namun, aktivitas masyarakat di kawasan tersebut masih berjalan normal meskipun dengan kewaspadaan ekstra dan berbagai imbauan dari pihak berwenang.
Junaidi menegaskan bahwa pihaknya telah segera menurunkan tim khusus untuk mencegah serangan berikutnya sekaligus berupaya menangkap monyet pengganggu tersebut.
“Kami langsung mengerahkan tim sejak awal kejadian. Tim ini juga dilengkapi dengan petugas kesehatan untuk antisipasi jika ada korban baru,” ujar Junaidi.
Namun sayangnya, hingga Jumat (31/7/2026), monyet abu-abu yang telah melukai 10 orang itu belum juga berhasil ditangkap!
Warga sempat beberapa kali melihat keberadaan monyet tersebut dan berusaha menghalaunya dengan menggunakan senapan angin. Namun, upaya heroik tersebut tidak membuahkan hasil karena monyet itu bergerak sangat lincah dan selalu berhasil kabur!
TETAP WASPADA! IMBUAN DARI PIHAK BERWAJIB
Dengan masih berkeliaran monyet berbahaya tersebut, Junaidi mengimbau seluruh warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di sekitar rumah dan lingkungan pemukiman.
“Kami menghimbau agar warga selalu waspada. Jika melihat monyet tersebut, segera laporkan ke petugas dan jangan mencoba mendekatinya,” pesan Junaidi penuh harap.
Situasi darurat ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak. Kami akan terus memantau perkembangan upaya penangkapan monyet ini dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Tetap tenang namun waspada, dan utamakan keselamatan!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

