JAKARTA, Desapenari.id – Syukur masih terasa di udara meskipun kepulan asap hitam sempat menyelimuti kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Insiden kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis pada Sabtu (8/8/2026) berhasil ditangani tanpa memakan korban jiwa. Kabar lega ini langsung menyebar cepat setelah petugas pemadam berhasil menguasai situasi di tengah kepanikan yang sempat melanda.
Meskipun kobaran api sempat mengancam keselamatan puluhan orang di dalam gedung, operasi penyelamatan yang sigap berhasil memastikan semua penghuni gedung selamat dari maut. Satu nama menjadi sorotan utama, yaitu Goodwin (30), seorang pekerja yang nyaris menjadi korban sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dari lantai 15 dalam kondisi selamat meskipun mengalami luka-luka. Berkat kerja cepat tim penyelamat, tragedi yang lebih besar pun berhasil dihindarkan.
Kisah Heroik Penyelamatan: Senter Kecil Menyelamatkan Nyawa
Setelah melalui proses yang menegangkan, petugas pemadam kebakaran berhasil membawa Goodwin keluar dari gedung yang masih diselimuti asap tebal. Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Syarifudin, dengan nada lega menjelaskan bahwa kondisi korban saat ini sudah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Tarakan.
“Alhamdulillah, korban sementara masih kita rawat di rumah sakit. Memang benar, hanya satu orang yang kami evakuasi secara manual dari lantai 15,” ungkap Syarifudin kepada awak media di lokasi kejadian, Sabtu (8/8/2026).
Proses penyelamatan Goodwin pun menjadi kisah dramatis yang menarik perhatian banyak pihak. Petugas sempat kesulitan melacak keberadaan korban di tengah gelapnya ruangan yang dipenuhi asap. Namun, sebuah senter kecil yang dinyalakan Goodwin menjadi penentu keberhasilan misi penyelamatan tersebut.
“Beliau memiliki senter yang bisa memberikan tanda bahwa beliau ada di sana sebagai korban,” jelas Syarifudin menceritakan momen krusial tersebut.
Begitu mengetahui lokasi pasti korban, tim rescue langsung bergerak cepat tanpa menunggu waktu. Mereka menggendong Goodwin melewati puluhan anak tangga yang masih berbahaya menuju lantai dasar. Setiap langkah tim penyelamat dipenuhi kewaspadaan mengingat kondisi gedung yang masih berpotensi roboh.
16 Lantai Disisir, Tim Pemadam Tak Mau Ambil Risiko
Setelah berhasil mengevakuasi korban, perhatian tim pemadam langsung beralih pada upaya pemadaman total dan pencegahan kebakaran susulan. Saat ini, proses penanganan kebakaran sudah memasuki tahapan krusial berupa penyisiran di area lantai 11 hingga lantai 16.
Syarifudin menegaskan bahwa tahap penyisiran ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah vital untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang tersembunyi. Tim pemadam dengan teliti mengurai tumpukan material yang masih menyimpan hawa panas agar tidak memicu penyalaan kembali.
“Ini tinggal penumpukan yang kita urai agar tidak terjadi penyalaan kembali. Lebih ke preventif untuk memastikan tidak ada lagi api yang muncul,” tegas Syarifudin.
Seluruh petugas yang terlibat dalam operasi pemadaman pun dipastikan dalam kondisi aman dan sehat. Tidak ada laporan mengenai petugas yang mengalami cedera selama proses pemadaman berlangsung, sehingga operasi bisa terus berjalan optimal.
Misteri Asal Api: Ruang Server Jadi Tersangka Utama
Setelah api berhasil dipadamkan, pertanyaan besar mulai muncul mengenai penyebab kebakaran yang mengguncang gedung pemerintahan tersebut. Berdasarkan informasi sementara yang berhasil dihimpun, api diduga kuat bermula dari ruang server yang berada di lantai 11.
Seorang karyawan yang berada di lokasi mengaku melihat percikan api dari ruang server sebelum akhirnya segera menghubungi layanan darurat 112. Laporan cepat ini pun menjadi faktor penting yang mempercepat kedatangan tim pemadam.
Namun demikian, Syarifudin dengan tegas menolak berspekulasi lebih jauh terkait penyebab pasti kebakaran. Ia menyatakan bahwa semua akan diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai otoritas yang berwenang melakukan penyelidikan mendalam.
“Saya tidak bisa memberi komentar lebih lanjut karena memang nanti menjadi hak dari dinas kepolisian. Pihak kepolisianlah yang berwenang menentukan penyebab pasti kebakaran ini,” pungkas Syarifudin.
Tunggu Hasil Olah TKP, Polisi Akan Ungkap Fakta
Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) pun masih harus menunggu waktu yang tepat. Petugas kepolisian akan mulai melakukan investigasi menyeluruh setelah tim pemadam benar-benar memastikan kondisi gedung aman dari segala potensi bahaya kebakaran.
Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan seluruh aparat yang terlibat dalam proses penyelidikan. Dengan demikian, pengumpulan bukti-bukti di lapangan bisa dilakukan secara maksimal tanpa adanya gangguan dari kondisi bangunan yang masih berisiko.
Publik pun kini menantikan hasil resmi dari penyelidikan kepolisian untuk mengetahui apakah kebakaran ini murni disebabkan oleh korsleting listrik atau ada faktor lain yang turut berperan.
Suasana Mencekam, Namun Semua Berakhir Syukur
Kebakaran gedung Bapenda ini tentu menjadi peristiwa yang mengguncang para pekerja dan masyarakat sekitar. Namun, berkat kesigapan tim pemadam dan kerja sama semua pihak, musibah ini tidak berkembang menjadi tragedi yang lebih besar.
Keberhasilan mengevakuasi Goodwin dari lantai 15 menjadi bukti nyata kesiapan aparat dalam menghadapi situasi darurat. Senter kecil yang digunakan korban pun menjadi simbol betapa alat sederhana pun bisa menyelamatkan nyawa di saat-saat genting.
Saat ini, proses pemulihan dan pembersihan masih terus berlangsung di gedung Bapenda. Seluruh pihak berharap agar peristiwa serupa tidak terulang dan evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mencegah potensi bahaya di masa depan.
Kisah penyelamatan dramatis ini pun menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kewaspadaan, kecepatan respons, dan kerja sama yang solid antara petugas dan masyarakat terbukti mampu mencegah jatuhnya korban jiwa dalam situasi darurat seperti ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

