PURWOREJO, Desapenari.id – Bencana kekeringan yang kian meluas di berbagai penjuru Kabupaten Purworejo kini mulai mengancam kebutuhan pokok ribuan warga!
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa mereka telah menggelontorkan bantuan air bersih sebanyak 370.000 liter kepada masyarakat yang saat ini tengah berjuang menghadapi sulitnya akses pasokan air bersih.
Bayangkan, sebanyak 74 tangki air telah didistribusikan secara bertahap hingga tanggal 12 Agustus 2026 ke sepuluh desa yang tersebar di enam kecamatan berbeda! Tercatat sekitar 680 kepala keluarga atau setara dengan 2.146 jiwa kini terdampak parah dan sangat bergantung pada bantuan air bersih ini untuk bertahan hidup.
Kekeringan Mengancam, Stok Bantuan Masih Terjaga!
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Purworejo, Muhammad Yuniarto, dengan tegas menyatakan bahwa penyaluran air bersih akan terus berlanjut mengingat potensi bertambahnya wilayah terdampak masih sangat besar.
“Kami terus memonitor perkembangan situasi di lapangan karena permintaan distribusi air bersih berpotensi melonjak seiring banyaknya pengajuan bantuan dari desa-desa yang mulai merasakan dampak kekeringan,” ungkap Yuniarto saat ditemui awak media pada Jumat (14/8/2026).
Kecamatan Bagelen Paling Parah, 245.000 Liter Air Telah Dikirim!
Berdasarkan data terkini yang dirilis BPBD, Kecamatan Bagelen menempati posisi pertama sebagai wilayah dengan kebutuhan distribusi air bersih terbesar!
Sebanyak 49 tangki atau setara dengan 245.000 liter air telah dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak 222 kepala keluarga atau sekitar 727 jiwa yang tinggal di tiga desa terdampak, yaitu Desa Somorejo, Desa Tlogokotes, dan Desa Bapangsari.
Sementara itu, Kecamatan Purworejo sendiri menerima 10 tangki dengan total 50.000 liter air yang disalurkan untuk membantu 160 kepala keluarga atau 455 jiwa. Bantuan ini antara lain diberikan kepada warga Desa Sudimoro dan Desa Sidomulyo yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Distribusi Air Terus Mengalir ke Berbagai Kecamatan
Di Kecamatan Loano, BPBD menyalurkan enam tangki atau 30.000 liter air khusus untuk 30 kepala keluarga atau 120 jiwa yang sebagian besar tinggal di Dusun Tanuprayan.
Kecamatan Purwodadi juga tidak luput dari bantuan dengan menerima empat tangki atau 20.000 liter air untuk meringankan beban 125 kepala keluarga atau 400 jiwa, termasuk warga Desa Karangsari yang mulai mengeluhkan sulitnya akses air bersih.
Kecamatan Gebang memperoleh tiga tangki atau 15.000 liter untuk 30 kepala keluarga atau 105 jiwa, sedangkan Kecamatan Ngombol mendapat dua tangki atau 10.000 liter yang langsung disalurkan ke wilayah Kalitanjung dan Klandaran untuk memenuhi kebutuhan 113 kepala keluarga atau 339 jiwa yang mulai terancam kekeringan.
Stok 1.326 Tangki Masih Aman, Namun Waspada Tetap Dijaga!
Yuniarto mengungkapkan kabar menggembirakan bahwa BPBD kini juga telah menerima pengajuan bantuan baru dari Desa Kaligintung di Kecamatan Pituruh dan Desa Donorati di Kecamatan Purworejo yang mulai merasakan dampak kekeringan.
Yang lebih mengejutkan, menurut Yuniarto, stok air bersih yang dimiliki BPBD saat ini masih dalam kondisi aman dan cukup untuk mendukung penanganan kekeringan dalam beberapa waktu ke depan!
“Meskipun stok air bersih kami masih aman, namun kami tidak bisa lengah dan tetap memantau perkembangan situasi ke depan dengan seksama,” tegasnya saat diwawancarai.
BPBD Purworejo saat ini masih memiliki persediaan sekitar 1.326 tangki air bersih yang telah disiapkan secara matang untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama musim kemarau panjang masih berlangsung.
Kendala Armada dan Tempat Penampungan Jadi Tantangan!
Namun siapa sangka, dibalik upaya maksimal ini, proses distribusi air bersih ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus tanpa hambatan!
BPBD mengakui bahwa mereka saat ini menghadapi keterbatasan armada pengangkut dan personel di lapangan, sehingga penyaluran bantuan harus dilakukan secara bergiliran dengan mengutamakan wilayah yang paling membutuhkan berdasarkan tingkat kedaruratannya.
Permasalahan lain juga muncul ketika tidak semua desa yang mengajukan bantuan memiliki tempat penampungan air yang memadai untuk menampung pasokan air bersih yang datang. Kondisi ini tentunya memaksa pihak BPBD untuk menyesuaikan jadwal distribusi dengan kapasitas penampungan yang tersedia di masing-masing wilayah terdampak.
Harapan dan Imbauan untuk Masyarakat
BPBD sangat berharap bantuan air bersih yang terus mengalir ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, mulai dari keperluan memasak, minum, hingga sanitasi dasar yang sangat vital bagi kelangsungan hidup mereka.
Pemerintah daerah melalui BPBD juga mengimbau seluruh warga untuk lebih bijak dalam menggunakan air dan segera melaporkan apabila terjadi penurunan debit sumber air di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan melalui pendistribusian secara bertahap dan tepat sasaran,” tutup Yuniarto dengan penuh optimisme.
Bantuan ini diharapkan mampu menjadi penyelamat bagi ribuan warga Purworejo yang kini mulai merasakan pahitnya dampak kekeringan yang melanda. Dengan koordinasi yang baik dan dukungan semua pihak, krisis air bersih ini diharapkan dapat segera teratasi!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

