Vonis Berat untuk Oknum TNI AL: 5 Tahun Bui dan Dipecat Akibat Sabu 9,83 Gram

MEDAN, Desapenari.id Seorang perwira menengah TNI AL, Mayor Laut Faisal Mulia, harus menerima vonis berat atas aksi nekatnya. Pengadilan Militer Tinggi I Medan menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara plus pemecatan dari dinas militer karena terbukti mengedarkan sabu-sabu dengan modus operandi yang sangat mengejutkan: memanfaatkan pesawat dinas TNI AL untuk mengirim barang haram tersebut!

Vonis mengagetkan ini langsung dibacakan oleh oditur militer dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Militer Tinggi I Medan, tepatnya pada Jumat (14/8/2026). Sidang pun berlangsung dengan suasana yang sangat tegang dan penuh perhatian dari berbagai pihak.

Pantauan langsung di ruang sidang menunjukkan bahwa persidangan dipimpin langsung oleh Kolonel Sarifuddin Tarigan, dengan didampingi dua hakim anggota yang tak kalah senior, yaitu Kolonel Agus Budiman dan Kolonel Hanifan Hidayattulah. Di ruang sidang yang sama, tampak pula Letkol Bambang Permadi yang bertindak sebagai oditur atau penuntut umum militer. Di sisi lain, Kapten Laut Imam terlihat mendampingi terdakwa sebagai penasihat hukumnya. Sementara itu, Faisal sendiri mengikuti seluruh rangkaian persidangan dengan mengenakan baju dinasnya, meskipun kini raut wajahnya tampak lesu menahan beban vonis yang dijatuhkan padanya.

Oditur Bambang kemudian membacakan dengan lantang bahwa Faisal telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar sejumlah pasal berlapis. Pasal-pasal tersebut meliputi Pasal 609 Ayat 1 huruf a juncto Ayat 2 huruf a KUHP, kemudian juga Pasal 127 Ayat 1 huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Pasal 64 KUHP, dan tak ketinggalan Pasal 126 KUHPM. Dengan demikian, tuntutan pidana pun tak terelakkan.

“Kami menjatuhkan pidana pokok penjara selama 5 tahun, yang nantinya akan dikurangi selama masa penahanan sementara yang telah dijalani oleh terdakwa,” ujar Bambang saat membacakan tuntutannya dengan suara tegas di hadapan majelis hakim.

Tak hanya itu, oditur juga menuntut pidana tambahan yang sangat berat bagi karier militer Faisal. “Kami juga menuntut pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer, khususnya dari jajaran TNI AL,” tambah Bambang dengan nada yang menegaskan konsekuensi berat dari perbuatan Faisal.

Vonis yang dijatuhkan pun tak berhenti sampai di situ. Faisal juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 500 juta, dan jika ia gagal melunasi denda tersebut, maka ia harus menjalani kurungan pengganti selama 6 bulan. Sebagai langkah final, oditur pun memohon agar Faisal tetap ditahan demi kepentingan proses hukum lebih lanjut.

Aksi Nekat Kirim Sabu Via Pesawat TNI AL

Kini, mari kita bedah lebih dalam bagaimana kronologi kasus yang mencoreng nama baik institusi militer ini. Berdasarkan fakta persidangan, terungkap bahwa Mayor Laut Faisal Mulia awalnya didakwa mengedarkan sabu dengan total barang bukti yang cukup signifikan, yaitu mencapai 9,83 gram. Dari sekian banyak sabu tersebut, sebagian besar bahkan hendak ia kirimkan ke Madiun, Jawa Timur, dengan memanfaatkan pesawat udara milik TNI AL. Betapa beraninya!

Dalam dakwaan yang tercantum jelas dalam Sistem Penelusuran Perkara Pengadilan Militer Tinggi I Medan, disebutkan bahwa Faisal dengan cermat mengemas sabu-sabu tersebut menjadi 14 paket kecil. Dari 14 paket itu, sebanyak 12 paket ia masukkan ke dalam sebuah kotak sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) TNI AL. Selanjutnya, kotak sepatu berisi sabu itu ia serahkan kepada co-pilot pesawat CN 235 untuk dibawa ke Madiun. Benar-benar modus yang tak terduga!

Berawal dari Perjalanan ke Batam

Kasus memalukan ini bermula saat Faisal masih memegang jabatan strategis sebagai Kepala Seksi Operasi dan Latihan atau Kasiopslat Wing 1 Puspenerbal yang bermarkas di Kepulauan Riau. Pada 22 November 2025, Faisal bersama istrinya yang berinisial MBP, memutuskan untuk berangkat dari Tanjung Pinang menuju Batam.

Sesampainya di Batam, mereka langsung menginap di Hotel Sans. Di sanalah, Faisal kemudian menghubungi rekannya yang bernama Rizal dan memintanya untuk datang. Namun, permintaan Faisal tersebut rupanya tidak langsung terpenuhi.

Keesokan harinya, Faisal tak menyerah dan kembali meminta Rizal untuk menghubungi seseorang bernama Kapak. Tujuannya jelas, ia ingin memesan sabu seberat 8 gram. Kapak pun kemudian datang ke hotel dan menyerahkan sabu pesanan Faisal tersebut. Untuk mendapatkan narkotika itu, Faisal harus merogoh kocek sebesar Rp 7,5 juta.

Yang lebih memprihatinkan, seusai transaksi, Faisal, MBP, dan Kapak justru mengonsumsi sebagian sabu tersebut bersama-sama di dalam kamar hotel. Setelah Kapak pergi, pasangan suami istri ini kemudian pindah ke Hotel Pasifik dan bertemu dengan Hendra serta Rizal. Dalam dakwaan juga disebutkan bahwa MBP turut mengonsumsi ekstasi dalam pertemuan tersebut.

Pengemasan Sabu menjadi 14 Paket

Setelah kembali ke Tanjung Pinang, Faisal pun membawa serta sisa sabu yang berhasil ia beli dari Kapak. Pada 24 November 2025, ia mulai mencari informasi mengenai jadwal keberangkatan pesawat CN 235 dengan nomor lambung P-8305 yang memiliki rute Tanjung Pinang-Jakarta. Pesawat tersebut dijadwalkan akan berangkat pada 26 November 2025.

Di sisi lain, Faisal ternyata juga sempat menawarkan sabu tersebut kepada rekannya yang berada di Surabaya, yaitu Kapten Laut I Made Surya. Namun, niat jahat itu akhirnya batal karena Surya ternyata masih memiliki utang pembelian sabu sebelumnya. Gagal di Surabaya, Faisal kemudian mengalihkan rencananya untuk mengirim sabu tersebut kepada tiga orang rekan perempuan istrinya yang tinggal di Madiun.

Pada hari yang sama, Faisal mulai bertindak dan mengemas sabu menjadi 14 paket kecil. Rinciannya, 12 paket ia bungkus rapi menggunakan kemasan makanan ringan, lalu ia masukkan ke dalam kotak sepatu PDL TNI AL. Bahkan, ia sempat menuliskan kalimat “Selamat umroh Ibu, dari Brtenda dan Ichal” pada kotak tersebut, seolah-olah itu adalah kiriman biasa. Sementara itu, dua paket sisanya ia simpan secara terpisah. Satu paket ia selipkan ke dalam kotak rokok merek HD yang kemudian ia simpan di saku baju terbangnya. Sedangkan satu paket lainnya ia berikan kepada MBP untuk disimpan di lemari plastik kamar.

Aksi Terbongkar Saat Pengiriman

Puncaknya terjadi pada 26 November 2025. MBP dengan tenang menyerahkan kotak sepatu PDL yang berisi 12 paket sabu itu kepada Co-Pilot Pesud CN 235, Letda Laut (P) Mazaki Moza, di Mess Perwira Wingud 1. Sekitar satu jam berselang, Faisal pun melangkah menuju shelter CN 235 untuk melakukan proses Merplug.

Saat itulah, aksi licik Faisal akhirnya terbongkar. Ia diamankan oleh Kasi Intelud Mayor Edwar, yang langsung menemukan kotak sepatu berisi 12 paket sabu yang hendak dikirim ke Madiun. Faisal pun segera diserahkan ke POM Kodaeral IV Batam untuk diproses lebih lanjut.

Tak berhenti di situ, petugas juga langsung menggeledah rumah Faisal dan menemukan dua paket sabu lainnya, serta berbagai peralatan yang digunakan untuk mengonsumsi narkotika. Total seluruh sabu dari 14 paket tersebut mencapai berat 9,83 gram. Kini, Faisal harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, menyisakan duka dan malu bagi institusi TNI AL.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

More From Author

BPBD Purworejo Salurkan 370.000 Liter Air ke 10 Desa Terdampak Kekeringan

3 Wisatawan Italia Gagal Berlayar di Labuan Bajo Usai Transfer Rp79,8 Juta ke Agen Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot88 slot777 slotgacor slot gacor slot gacor slot online slot88 slot gacor slot online RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Eksplorasi Algoritma Interaktif Wild West Gold Kajian Statistik Mahjong Ways 2 dari PG Transformasi Teknologi Sweet Bonanza dari Pragmatic Play Studi Probabilistik Gates of Olympus Menguraikan Karakteristik Pengembangan Sistem Interaktif Starlight Princess dari Pragmatic Analisis Distribusi Simbol Lucky Neko dari PG Fenomena Digital Wild Bounty Showdown Memperlihatkan Perubahan Pemodelan Data Mahjong Wins 3 Membantu Menggambarkan Evaluasi Mekanisme Sugar Rush 1000 dari Pragmatic Inovasi Visual dan Mekanisme Interaktif Fortune Mouse Pendekatan Bayesian pada Permainan Baccarat Online Membuka Kajian Markov pada Mahjong Ways Menggambarkan Perubahan Model Monte Carlo untuk Sweet Bonanza x1000 Arsitektur Data Adaptif pada Starlight Princess Mengungkap Studi Volatilitas Gates of Olympus Menjelaskan Hubungan Machine Learning pada Ekosistem PG Soft Mendorong Perkembangan Teknologi Permainan Digital Mengubah Pengalaman Analisis Temporal Lucky Neko Menunjukkan Bagaimana Data Eksperimen Statistik Mahjong Ways 2 Menghadirkan Kerangka Integrasi Artificial Intelligence dan Analitik Data pada Perkembangan Kasino Online Mengubah Lanskap Platform Hiburan Interaktif Global Melalui Teknologi Modern Cyber Risk Analytics Membantu Platform Game Digital Memetakan Risiko Siber dan Gangguan Teknologi Inovasi Neural Computing Membuka Potensi Baru Game Modern Melalui Pemrosesan Informasi Cerdas Identitas Visual Mahjong Emas Memberi Nuansa Segar dalam Tren Hiburan Digital Indonesia Transformasi Ekosistem Digital Mendorong Kasino Online Melaju ke Era Platform Inovatif Modern Platform Digital Adaptif Mendukung Perencanaan Jangka Panjang Melalui Analisis Berbasis Data Akurat Eksperimen Kecerdasan Komputasional Mahjong Wins Membangun Interpretasi Edukatif Melalui Validasi Analitik Prediksi dan Observasi Berkelanjutan Mengukur Efisiensi Sistem Mahjong Wins Secara Presisi Analisis Scatter PG Soft dan Arus Dana Asing Tidak Membentuk Pola Tetap Kasino Online Memicu Transformasi Komunitas Digital Dalam Interaksi Hiburan Modern Masa Kini Kajian Perilaku Pemain pada Wild West Gold Analisis Ritme Permainan Mahjong Ways 2 Eksplorasi Fitur Multiplier pada Sweet Bonanza Studi Statistik Wild Bounty Showdown Transformasi Pengalaman Bermain Lucky Neko Evaluasi Mekanisme Permainan Gates of Olympus Perkembangan Mahjong Wins 3 dari PG Kajian Interaksi Pemain pada Starlight Princess Analisis Fitur Bonus pada Fortune Mouse Dinamika Permainan Sugar Rush dari Pragmatic daya tarik wild bandito mekanik multiplier wild bandito infrastruktur game digital wild bandito estetika dia de los muertos wild bandito algoritma rng wild bandito grafis real time wild bandito analisis rtp wild bandito inovasi cloud server game fitur freespin wild bandito optimalisasi game mobile wild bandito Wild West Gold dari Pragmatic Play Jadi Sorotan Mahjong Ways 2 Hadirkan Nuansa Puzzle Reel Bertema Asia Sweet Bonanza dari Pragmatic Play Perlihatkan Evolusi Game Reel Starlight Princess Menawarkan Pengalaman Game Reel Fantasi Gates of Olympus Menggabungkan Game Reel Bertema Mitologi Yunani Mahjong Wins 3 dari PG Soft Membawa Game Reel Lucky Neko Tampilkan Game Reel Bertema Kucing Keberuntungan Sugar Rush 1000 Mengembangkan Game Reel Bertema Permen Wild Bounty Showdown Hadir sebagai Game Reel Bertema Barat Baccarat Online Makin Populer sebagai Game Kartu Digital Blackjack Online Menjadi Pilihan Game Kartu Digital bagi Pengguna Mahjong Ways dari PG Soft Memperkuat Tren Game Reel Dragon Hatch dari PG Soft Menghadirkan Game Reel Bertema Naga Fortune Tiger Memperkenalkan Game Reel Bertema Keberuntungan Asia Treasures of Aztec Mengusung Game Reel Bertema Peradaban Aztec The Dog House dari Pragmatic Play Menawarkan Game Reel Big Bass Splash Membawa Game Reel Bertema Memancing Rise of Apollo Menghadirkan Game Reel Bertema Dewa Yunani Koi Kingdom dari PG Soft Memadukan Game Reel Bertema Ikan Koi Transformasi Game Reel Digital 2026 Terlihat dari Mahjong Ways Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft