GARUT, Desapenari.id – Pemandangan mengerikan sekaligus mencengangkan terjadi di pinggiran Sungai Cimanuk, Kampung Leuwidaun, Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (5/9/2026) lalu. Sesosok benda misterius berwarna hijau yang tergeletak di antara semak-semak belukar nyaris merenggut nyawa sekelompok anak-anak yang sedang asyik bermain. Tanpa disadari, benda itu bukanlah mainan atau barang biasa, melainkan sebuah hulu ledak mortir berbahaya yang masih aktif! Bahkan lebih mencengangkan lagi, bocah-bocah polos itu sempat menggendongnya seperti menggendong bayi kesayangan mereka!
Pertama Kali Ditemukan oleh Anak-Anak yang Sedang Bermain
Kapolsek Tarogong Kidul, AKP Agus Kustanto, mengungkapkan dengan nada prihatin saat ditemui awak media pada Minggu (6/9/2026) bahwa penemuan menghebohkan ini berawal dari sekumpulan anak-anak yang tengah bermain di sekitar lokasi. Tiba-tiba, mata mereka tertuju pada sebuah objek mencolok berwarna hijau yang tersembunyi di antara rimbunnya semak belukar tepian sungai. Rasa penasaran yang membara pun langsung menguasai mereka, sehingga tanpa pikir panjang, anak-anak itu menghampiri benda aneh tersebut. Bahkan, dengan polosnya mereka mengangkat dan menggendong benda itu layaknya seorang kakak menggendong adik bayi mungil yang menggemaskan. Betapa naifnya mereka, karena sama sekali tidak menyadari bahwa gendongan mereka menyimpan potensi ledakan dahsyat yang bisa merobek tubuh mungil mereka kapan saja!
Warga Panik dan Langsung Melaporkan ke Pihak Berwajib
Setelah puas memperhatikan dan memainkan benda misterius itu, anak-anak tersebut kemudian berlari menghampiri warga setempat untuk memberikan kabar tentang temuan mereka. Warga yang mendengar cerita dari mulut bocah-bocah itu sontak dilanda kekhawatiran luar biasa, terutama setelah beberapa orang dewasa mendatangi lokasi dan melihat langsung bentuk benda yang mencurigakan tersebut. Tanpa membuang waktu sedetik pun, mereka segera melaporkan penemuan berbahaya ini kepada kepolisian sektor setempat. “Penemuan hulu ledak mortir berwarna hijau ini pertama kali ditemukan oleh anak-anak sekitar lokasi, kemudian mereka memberitahukan kepada warga sekitar,” ujar AKP Agus Kustanto menjelaskan kronologi awal peristiwa mencekam tersebut.
Tindakan Cepat Polisi dan TNI Mengamankan Benda Mematikan
Setelah menerima laporan dari warga yang diliputi kepanikan, petugas kepolisian dari Polsek Tarogong Kidul langsung bergerak cepat menuju lokasi penemuan. Mereka tidak ingin mengambil risiko besar membiarkan benda mencurigakan itu berada di tangan warga yang tidak kompeten. Dengan sigap, aparat pun mengoordinasikan upaya pengamanan bersama dengan anggota TNI dan Brimob yang memiliki keahlian khusus dalam menangani bahan peledak. Tim gabungan ini kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh dan berhasil mengamankan benda yang teridentifikasi sebagai hulu ledak mortir amunisi arteri jenis Comp B Cartridge 105 mm tersebut. “Kemudian kami cek dan kami amankan hulu ledak atau mortir amunisi arteri jenis Comp B Cartridge 105 mm tersebut, dibantu anggota TNI dan Brimob,” ungkap Agus menjelaskan proses evakuasi yang berlangsung dengan penuh kewaspadaan.
Fakta Mengejutkan: Benda Ini Ternyata Sudah Disimpan di Atap Rumah Warga Selama Setahun
Lebih mengejutkan lagi, penyelidikan lebih lanjut mengungkap fakta yang sungguh tak terduga. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di lokasi, diketahui bahwa benda mematikan ini ternyata bukan pertama kali muncul di permukaan. Agus menerangkan bahwa mortir tersebut ternyata sudah disimpan di atap rumah salah seorang warga selama kurang lebih satu tahun lamanya! Bayangkan, selama 365 hari penuh, keluarga yang tidak mengetahui bahaya mengintai itu hidup dengan sebuah bom waktu di atas kepala mereka setiap hari. Kemudian, untuk alasan yang masih terus didalami oleh pihak kepolisian, benda itu diduga dipindahkan secara diam-diam ke semak-semak pinggiran sungai. Momen pemindahan inilah yang kemudian membuat mortir raksasa itu kembali terlihat oleh mata anak-anak yang tidak bersalah saat mereka tengah asyik bermain di sekitar sungai.
Identifikasi dan Penyelidikan Intensif Dilakukan Tim Ahli
Pihak kepolisian tidak tinggal diam menghadapi kasus temuan benda berbahaya ini. Mereka segera mengaktifkan seluruh elemen teknis untuk melakukan penyelidikan mendalam. AKP Agus Kustanto menegaskan bahwa jajarannya langsung berkoordinasi erat dengan Unit Identifikasi Satreskrim dan Pamapta Polres Garut untuk mengidentifikasi secara rinci benda yang ditemukan tersebut. Tim ahli pun dikerahkan untuk melakukan serangkaian pemeriksaan guna memastikan tingkat keamanan dan potensi bahaya yang masih mungkin ditimbulkan oleh mortir jenis Comp B Cartridge 105 mm itu. Seluruh proses identifikasi ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan mengutamakan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi penemuan.
Imbauan Tegas Dari Polisi Kepada Seluruh Warga
Menyikapi peristiwa yang hampir merenggut korban jiwa ini, Kapolsek Tarogong Kidul memberikan imbauan serius dan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia meminta dengan nada keras agar warga tidak mencoba menyentuh, memindahkan, atau melakukan tindakan apa pun terhadap benda serupa yang mungkin mereka temui di kemudian hari. Menurutnya, tindakan ceroboh seperti yang dilakukan oleh anak-anak atau warga yang menyimpan mortir di atap rumah merupakan tindakan nekat yang sangat membahayakan keselamatan jiwa. Agus juga mengingatkan bahwa jika masyarakat menemukan benda yang mencurigakan dengan bentuk dan ciri-ciri yang mirip, langkah terbaik yang harus segera dilakukan adalah menjauhkan diri dari lokasi tersebut sejauh mungkin. Selain itu, warga juga diminta untuk mengamankan area dengan tidak membiarkan orang lain mendekati benda mencurigakan itu.
Laporkan Segera ke Polisi, Jangan Coba-Coba Bertindak Sendiri!
Lebih lanjut, Agus Kustanto menekankan bahwa satu-satunya tindakan yang benar dan aman adalah segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian. Dengan segera menghubungi aparat berwenang, penanganan dapat segera dilakukan oleh petugas-petugas yang memang memiliki kompetensi dan keahlian khusus di bidang penjinakan bahan peledak. “Segera melaporkannya kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan penanganan oleh petugas yang berkompeten,” tuturnya mengakhiri peringatan keras tersebut. Seluruh rangkaian peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bahwa kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat tentang benda-benda berbahaya peninggalan masa lalu sangatlah penting untuk mencegah terjadinya korban jiwa di kemudian hari, terutama di wilayah-wilayah yang pernah menjadi lokasi konflik bersenjata di masa lampau.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

