Desapenari.id – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akhirnya resmi membuka tahap uji coba open traffic untuk jalur yang sedang hits banget, yaitu Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 ruas Kretek–Girijati, meskipun operasionalnya masih sangat terbatas bagi publik.
Oleh karena itu, para pengguna jalan yang ingin merasakan sensasi menyusuri jalan baru bertontonkan pemandangan alam memukau ini cuma boleh mengendarai sepeda motor roda dua atau mobil penumpang berukuran kecil saja selama masa simulasi berlangsung.
Sebaliknya, kendaraan berdimensi besar seperti armada bus pariwisata hingga truk angkutan barang dilarang keras untuk melintas di sepanjang jalur yang sangat ikonik tersebut.
Kebijakan pembatasan yang lumayan ketat ini terpaksa diterapkan oleh pihak berwenang lantaran proses penggarapan proyek fisik pembangunan JJLS Kelok 23 pada area ujung yang mengarah ke wilayah Kabupaten Gunungkidul memang belum sepenuhnya usai.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Wulan Sapto Nugroho, langsung memberikan penjelasan resmi bahwa kondisi lapangan proyek yang masih aktif menjadi alasan utama mengapa armada berukuran jumbo belum diizinkan lewat demi keselamatan bersama.
Bikin Merinding! Ternyata Masih Ada Proyek Berbahaya di Ujung Jalur
Lebih lanjut lagi, Wulan memaparkan secara gamblang bahwa bentangan JJLS Kelok 23 yang kini tengah diuji coba tersebut membentang sepanjang kurang lebih lima kilometer serta menghubungkan wilayah Kabupaten Bantul secara langsung dengan Kabupaten Gunungkidul.
Namun demikian, tepat di bagian ujung lintasan yang mengarah menuju kawasan Girijati, tim kontraktor ternyata masih terus mengebut pengerjaan fisik lanjutan sehingga mengakibatkan ruang gerak kendaraan menjadi sangat sempit dan terbatas.
“Mengapa ini hanya kami uji coba selama satu minggu dan dibatasi ketat dari pukul 06.00 pagi hingga 18.00 sore, serta khusus untuk motor dan mobil kecil saja? Artinya, bus dan truk memang tidak boleh masuk sama sekali. Hal ini terjadi karena di bagian ujung atas kawasan Girijati saat ini masih berlangsung pengerjaan fisik lanjutan dari sambungan Kelok 23 menuju ke JJLS utama,” tegas Wulan saat menyampaikan keterangannya pada Senin (14/9/2026).
Di samping itu, beliau menuturkan bahwa panjang area pengerjaan lanjutan yang masih berlangsung tersebut mencakup jarak antara 900 meter hingga satu kilometer penuh.
Akibatnya, kondisi medan jalan di titik ujung lintasan mengalami penyempitan yang cukup signifikan alias mengerucut karena dipenuhi oleh berbagai macam aktivitas pengerjaan proyek konstruksi.
“Sebab di sana masih terdapat proses konstruksi sepanjang kira-kira 900 meter sampai satu kilometer, alhasil bagian ujung jalurnya menjadi jauh lebih mengerucut,” tambah Wulan guna memperjelas gambaran situasi teknis di lokasi.
Awas Terjebak! Alat Berat dan Material Proyek Siap Mengintai
Selain faktor lintasan yang menyempit mendadak, keberadaan tumpukan material bangunan serta lalu lalang alat berat di lokasi pengerjaan juga menjadi pertimbangan paling krusial bagi pemerintah dalam membatasi jenis armada yang diizinkan melintas.
Oleh sebab itu, Wulan menggarisbawahi bahwa kendaraan berukuran jumbo dipastikan bakal mengalami kesulitan hebat serta berpotensi menghadapi kendala teknis fatal apabila dipaksakan nekat masuk ke area proyek yang sangat sensitif itu.
“Apabila kendaraan berukuran besar memaksa masuk ke area tersebut, alhasil mereka pasti akan terkendala karena di sana masih beroperasi alat berat serta berserakan material bangunan, sehingga lintasan ini memang murni kami peruntukkan bagi sepeda motor dan mobil pribadi berukuran kecil saja,” ungkapnya dengan lugas dan jelas.
Karena itu, demi menjaga keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas seluruh pengguna jalan, otoritas terkait secara resmi memberlakukan aturan akses masuk secara amat terbatas di sepanjang JJLS Kelok 23 selama masa uji coba awal ini.
Alhasil, jalan baru bernuansa pemandangan indah ini cuma dapat dilintasi mulai pukul 06.00 WIB pagi hingga jam 18.00 WIB sore saja, serta betul-betul terbatas bagi armada roda dua maupun mobil penumpang berukuran kecil.
Siap-Siap! Uji Coba Cuma Berlangsung Seminggu, Jangan Sampai Melanggar!
Selanjutnya, pelaksanaan masa uji coba open traffic untuk rute eksotis Kelok 23 ini dijadwalkan berlangsung secara intensif selama sepekan penuh, terhitung sejak tanggal 14 hingga 20 September 2026.
Selama periode pengujian tersebut, jajaran petugas gabungan terus menjalankan pemantauan ketat serta pengawasan arus lalu lintas secara berkala di rute penghubung strategis yang membelah wilayah Bantul dan Gunungkidul tersebut.
Di sisi lain, Dishub DIY juga sangat mengapresiasi sekaligus menyoroti lonjakan antusiasme masyarakat luas yang begitu tinggi untuk segera menjajal serta menikmati panorama keindahan trek baru yang sangat spektakuler ini.
Kendati demikian, para petugas pengawas di lapangan tak jemu-jemu mengimbau serta mengingatkan para pengguna jalan agar tidak pernah berhenti maupun memarkirkan kendaraan secara sembarangan, terutama saat berada di area tanjakan curam maupun tikungan tajam yang amat rawan musibah kecelakaan.
Selain diramaikan oleh pengemudi kendaraan bermotor, deretan pesepeda kayuh juga terlihat amat antusias melibas tanjakan ekstrem di JJLS Kelok 23, sehingga kondisi ini menuntut perhatian ekstra dari semua pihak lantaran para pesepeda harus saling berbagi ruang jalan dengan kendaraan bermotor yang melintas.
Melalui penerapan aturan pembatasan ketat tersebut, pihak pemerintah daerah pada akhirnya dapat mengevaluasi efektivitas penggunaan JJLS Kelok 23 secara optimal sembari terus mempercepat penyelesaian proyek konstruksi jalan di bagian rute yang belum tuntas seratus persen.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

