Desapenari.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) lagi gencar-gencarnya bikin 53 Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Langkah besar ini mereka ambil buat ngatasin ancaman kekeringan ekstrem yang saban tahun selalu mengintai lahan pertanian warga. Maka dari itu, proyek infrastruktur berbasis pompa kedalaman tinggi ini hadir sebagai pahlawan penyelamat pas pasokan air permukaan dari sungai maupun waduk utama mulai menipis gara-gara musim kemarau panjang. Akibatnya, para petani lokal yang biasanya pusing mikirin tanah retak sekarang bisa bernapas lega karena ketersediaan air tanah yang melimpah bakal terus menjaga tanaman padi mereka tetap hijau sepanjang tahun.
Nggak cuma itu, puluhan infrastruktur penyedot air tanah yang mereka bangun sejak tahun 2025 ini punya potensi luar biasa buat menyiram lahan pertanian seluas 1.307,94 hektar. Bahkan, kalau kamu menghitung total panjang bentangan salurannya, pipa-pipa penyalur air tersebut tembus mencapai 61,59 kilometer. Lantas, deretan pipa raksasa yang terhubung langsung ke sumur-sumur dalam ini sanggup mengalirkan air bersih secara konstan menuju ke petakan sawah yang paling gersang sekalipun. Oleh sebab itu, jangkauan pengairan yang super luas ini otomatis bikin risiko gagal panen di Indramayu langsung menurun drastis.
Selanjutnya, Menteri PU Dody Hanggodo langsung buka suara dan mengingatkan pentingnya tata kelola fasilitas air tanah ini secara cermat dan profesional. Menurut beliau, pembangunan sarana fisik yang begitu megah harus selalu beriringan sama kesadaran para petani dalam memakai air secara efisien. Padahal, tanpa sistem manajemen yang rapi dan disiplin penghematan yang ketat, keberadaan pompa-pompa irigasi canggih ini nggak bakal memberikan manfaat yang optimal buat kesejahteraan masyarakat desa. Karena itulah, pihak kementerian terus mendorong para kelompok tani biar mereka rajin menjaga kelestarian sumber daya air di wilayah masing-masing.
“Bahkan, pasokan air tanah ini bener-bener harus kita hemat dan kita kelola dengan sangat baik,” kata Dody pas memberikan arahan resminya lewat keterangan tertulis Kementerian PU pada hari Rabu (14/10/2026). Oleh karena itu, beliau pengen setiap tetes air yang disedot mesin dipastikan benar-benar sampai ke akar tanaman padi tanpa ada yang terbuang sia-sia. Lagipula, pemborosan air di tengah musim kemarau cuma bakal bikin cadangan akuifer di dalam bumi cepat habis dan bisa merugikan ekosistem lingkungan sekitar dalam jangka panjang.
Pembangunan Jaringan Tersier Langsung Dikebut Habis-habisan!
Di samping itu, Menteri Dody juga menekankan betapa krusialnya percepatan pembangunan jaringan irigasi tersier di seluruh desa penerima manfaat. Langkah cepat ini harus mereka lakukan supaya air yang sudah keluar dari sumur dalam nggak cuma mandek di saluran primer atau sekunder aja. Malahan, tanpa adanya jaringan tersier yang mumpuni, distribusi air tanah nggak bakal sanggup menyentuh petakan sawah yang lokasinya paling ujung. Oleh sebab itu, kementerian langsung menginstruksikan para kontraktor di lapangan biar mereka terus ngebut menyelesaikan pemasangan pipa-pipa cabang tersebut.
“Maka dari itu, saya minta banget supaya jaringan tersier ini bisa langsung dibangun secepatnya, biar airnya nggak terbuang konyol di jalanan dan sanggup menyiram lebih banyak sawah warga secara jauh lebih efisien,” tegas Dody pas memberikan instruksi langsung kepada jajarannya. Akibat dorongan kuat dari pimpinan kementerian tersebut, para pekerja lapangan langsung bergerak cepat merangkai pipa-pipa penyalur kecil ke area persawahan milik warga. Tentu saja, pengerjaan yang serba cepat ini bikin para petani makin pede menghadapi musim tanam mendatang tanpa rasa takut akan krisis air.
Mengenai pembagian proyeknya, ternyata dari total 53 unit JIAT yang dikerjakan di Indramayu, sebanyak 26 unit di antaranya berasal dari jalur program reguler kementerian. Proyek reguler ini sendiri berhasil membentangkan jaringan pipa sepanjang 23,74 kilometer yang melintasi berbagai zona rawan kekeringan. Hasilnya, fasilitas penyedot air tanah tersebut langsung membawa berkah nyata karena sanggup memenuhi kebutuhan air buat lahan pertanian seluas 523,69 hektar. Bantuan infrastruktur ini pun disambut gembira oleh para petani yang selama ini selalu kebingungan mencari sumber air pas musim kemarau tiba.
Sementara itu, sisa 27 unit sumur irigasi lainnya berhasil terbangun berkat dorongan langsung dari program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025. Hebatnya lagi, proyek saluran khusus dari jalur Inpres ini punya daya jangkau yang jauh lebih panjang, yakni mencapai 37,85 kilometer. Akibatnya, potensi pengairannya pun melejit sangat pesat karena sanggup menyuplai air buat lahan persawahan produktif seluas 784,25 hektar. Maka, perpaduan dua jalur anggaran ini benar-benar menjadi benteng pertahanan yang sangat kokoh buat mengamankan sektor pertanian di Indramayu.
Secara keseluruhan, penggabungan dari kedua program strategis tersebut sukses menghadirkan bentangan jaringan irigasi air tanah sepanjang 61,59 kilometer. Bahkan, kombinasi debit air dan jaringan pipa yang masif ini berpotensi besar menopang kelangsungan hidup tanaman padi di lahan persawahan seluas 1.307,94 hektare. Oleh karena itu, capaian angka yang luar biasa ini menjadi bukti konkret betapa seriusnya pemerintah dalam membenahi sistem pengairan di daerah kering. Dengan kata lain, pemandangan sawah yang retak-retak akibat cuaca panas bakal segera sirna dari wilayah Indramayu.
Akhir kata, kemunculan 53 unit JIAT ini diharapkan mampu menjawab seluruh kekhawatiran masyarakat Indramayu akan bahaya krisis air yang selalu mengintai setiap tahunnya. Terlebih lagi, Kabupaten Indramayu sendiri memegang peranan yang sangat vital sebagai salah satu lumbung padi terbesar dan pusat ketahanan pangan paling utama di level nasional. Oleh sebab itu, suksesnya proyek pengairan air tanah ini nggak cuma menyelamatkan nasib para petani lokal aja, melainkan juga menjaga ketersediaan pasokan beras nasional biar harga pangan di seluruh Indonesia tetap stabil dan terjangkau.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

