SURABAYA, Desapenari.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) nggak mau tinggal diam pas ngeliat potensi ancaman bencana alam yang lagi membayangi kawasan pesisir Jawa Timur. Oleh karena itu, Pemprov Jatim langsung mengambil tindakan cepat dengan merangkul berbagai pihak dan instansi terkait buat menggarap langkah-langkah mitigasi yang super matang. Langkah pencegahan ini sengaja mereka rancang sedemikian rupa supaya bisa membentengi warga lokal dari terjangan banjir rob yang berpotensi merendam area pantai dalam waktu dekat.
Selain itu, lembaga tepercaya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjung Perak pun ikut melayangkan peringatan dini yang sangat serius buat masyarakat. Malahan, para pakar meteorologi BMKG memprediksi kalau fenomena pasang air laut maksimum atau banjir rob ini bakal mencapai puncaknya pada tanggal 26 sampai 29 Oktober 2026 mendatang.
Bahkan, BMKG Stasiun Tanjung Perak membeberkan analisa ilmiah yang sangat mendalam terkait munculnya bahaya ini dalam keterangan resminya pada Jumat (23/10/2026). Pihak BMKG menerangkan kalau kemunculan fase bulan purnama bakal memicu dampak luar biasa terhadap siklus pasang surut air laut sepanjang bulan Oktober 2026, khususnya pada periode tanggal 26 hingga 29 Oktober 2026. Akibatnya, fenomena antariksa ini berpotensi memicu lonjakan pasang air laut maksimum yang tingginya nggak main-main, yaitu bisa menembus 130 sampai 140 cm di atas rata-rata tinggi permukaan air laut normal.
Maka dari itu, ribuan pemukiman warga yang berdiri di sepanjang pesisir Jawa Timur diprediksi bakal mengalami kepungan banjir air pasang yang cukup parah. Lagipula, bencana luapan air ini terjadi gara-gara lonjakan volume air laut yang mendadak meluap jauh melebihi batas ketinggian daratan di sekitarnya.
Oleh sebab itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Adhy Karyono, langsung angkat bicara buat menegaskan kesiapan jajarannya pada hari Jumat. Beliau menjelaskan kalau Pemprov Jatim nggak pernah berhenti melakukan koordinasi yang sangat erat bareng lembaga terdepan seperti BMKG, BNPB, hingga Basarnas untuk merancang strategi mitigasi terbaik demi mengayomi warga yang mendiami wilayah rawan rob tersebut.
Bukan cuma membanjiri pemukiman warga aja, ternyata amukan air laut ini juga berpotensi besar memicu kelumpuhan pada sektor transportasi pesisir. Malahan, para nelayan lokal pasti bakal makin kesulitan pas mau berangkat melaut, sedangkan para petani garam dan pengusaha perikanan darat terancam merugi besar gara-gara aktivitas produksinya terganggu total. Di samping itu, kegiatan vital kayak proses bongkar muat logistik di berbagai pelabuhan kawasan pesisir juga bakal ikut kena imbas buruknya.
Selanjutnya, Pak Adhy Karyono juga memberikan perhatian yang sangat tinggi kepada para nelayan yang setiap hari menggantungkan hidupnya di lautan. Maka dari itu, beliau menegaskan kalau Pemprov Jatim sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi yang terukur, dan apabila situasi darurat melanda, jajarannya bakal mengaktifkan sistem tanggap bencana secara amat cepat untuk menyelamatkan warga.
Oleh karena itu, buat kamu yang tinggal atau beraktivitas di sekitar garis pantai, wajib banget memperhatikan dengan seksama rincian wilayah pesisir Jawa Timur yang berpotensi tinggi diterjang bencana banjir rob berikut ini:
- Wilayah Surabaya Barat (mencakup Gresik, Lamongan, hingga Tuban): Kawasan ini bakal menghadapi gelombang pasang air laut maksimum yang tingginya mencapai 140 cm pada tanggal 26 sampai 29 Oktober 2026, yang diprediksi terjadi pada pukul 22.00 hingga 23.00 WIB.
- Wilayah Pelabuhan Surabaya (mencakup Surabaya Utara, Benowo, Kalianak, serta Krembangan): Daerah ini bakal diterjang luapan air laut dengan pasang maksimum setinggi 130 cm pada tanggal 27 hingga 29 Oktober 2026, sekitar pukul 23.00 sampai 24.00 WIB.
- Wilayah Surabaya Timur (mencakup Sidoarjo, Pasuruan, dan Pulau Madura): Kawasan pesisir ini bakal mengalami pasang air laut maksimum hingga mencapai 130 cm pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2026, persis pada pukul 23.00 WIB.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

