BROOKLINE, Desapenari.id – Dunia sains internasional benar-benar diguncang oleh kabar mengejutkan! Pasalnya, seorang profesor nuklir top dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang sangat brilian, ternyata tewas dengan cara tragis setelah ditembak di kediamannya sendiri pada Senin (15/12/2025). Lebih detailnya, sosok jenius di balik tragedi ini adalah Nuno FG Loureiro (47), seorang fisikawan sekaligus ilmuwan fusi ternama. Meskipun sempat mendapat perawatan intensif, nyawanya tak tertolong dan ia akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit setempat pada hari berikutnya, Selasa (16/12/2025). Saat ini, pihak berwenang tengah mengerahkan seluruh upaya untuk menyelidiki kasus yang diduga sebagai pembunuhan keji ini. Namun, yang bikin penasaran, sampai detik ini belum ada satu pun tersangka yang berhasil ditahan!
Seorang mahasiswi Boston University berusia 22 tahun, Liv Schachner, yang kebetulan tinggal dekat apartemen Loureiro di Brookline, mengaku mendengar tiga suara keras yang memekakkan telinga. “Saya sama sekali belum pernah mendengar suara sekeras itu sebelumnya, jadi saya langsung menduganya sebagai tembakan,” ujar Liv dengan nada masih terguncang. Di sisi lain, kesedihan mendalam jelas terlihat ketika beberapa mahasiswa bimbingan Loureiro menyambangi rumahnya, sebuah apartemen tiga lantai, pada Selasa sore hanya untuk menyampaikan belasungkawa. Sementara itu, Presiden MIT, Sally Kornbluth, juga tak ketinggalan menyuarakan duka dengan menyatakan bahwa kematian Loureiro merupakan sebuah kehilangan yang sangat mengejutkan bagi seluruh komunitas kampus.
Investgasi pembunuhan profesor top MIT ini kebetulan terjadi berbarengan dengan upaya panas polisi yang tengah memburu pelaku penembakan mahasiswa di Brown University pada Sabtu (13/12/2025). Meski waktu kejadiannya berdekatan, FBI dengan tegas menyatakan bahwa mereka belum menemukan adanya keterkaitan apa pun antara kedua peristiwa mengerikan tersebut. Jadi, bisa dibilang ini adalah dua kasus terpisah yang sama-sama menyita perhatian publik.
Untuk diketahui, Loureiro memulai perjalanan gemilangnya di MIT sejak tahun 2016 untuk memimpin Plasma Science and Fusion Center. Perlu kamu tahu, pusat penelitian itu merupakan salah satu laboratorium terbesar MIT, lho! Bayangkan saja, lebih dari 250 orang bekerja di tujuh gedung berbeda saat ia pertama kali mengambil alih kepemimpinan. Loureiro sendiri dibesarkan di Viseu, Portugal tengah, dan menimba ilmu di Lisbon sebelum akhirnya meraih gelar doktor di London. Karirnya pun terus menanjak karena ia pernah menjadi peneliti di sebuah institut fusi nuklir di Lisbon sebelum akhirnya direkrut oleh MIT.
Dikutip dari laman MIT, kontribusi Loureiro di MIT benar-benar luar biasa dan langsung terasa. Sebagai contoh, ia segera menyumbangkan pemikirannya pada lingkungan intelektual kampus dan bahkan menghabiskan sebagian besar dari dua tahun pertamanya untuk mengerjakan masalah super rumit, yaitu turbulensi plasma. Bagi yang belum familiar, plasma adalah keadaan materi yang sangat panas dan justru berfungsi sebagai bahan bakar utama untuk reaktor fusi masa depan. Nah, laboratorium pimpinannya sendiri punya peran krusial, lho! Mereka fokus menjelaskan bagaimana perilaku plasma di dalam reaktor fusi. Penelitian semacam ini sangat vital karena pada akhirnya dapat membantu mencegah kegagalan material dan, yang paling penting, menemukan cara untuk menahan plasma dengan lebih stabil agar bisa menghasilkan listrik yang melimpah suatu hari nanti.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

