Desapenari.id – Sebuah tragedi memilukan mengguncang kedamaian sebuah dusun di Pamekasan. Bagaimana tidak, Faridah, seorang ibu berusia 50 tahun, justru ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di tempat yang paling tak terduga: dasar sumur gelap sedalam 27 meter! Peristiwa tragis ini terjadi persis di dekat rumahnya sendiri di Dusun Durbugan, Desa Campor, pada Senin sore, 12 Januari 2026. Lebih mencengangkan lagi, jenazah korban baru berhasil dievakuasi setelah upaya gotong royong yang menegangkan.
Awalnya, keluarga Faridah melaporkan bahwa ia hilang sejak subuh. Menurut penuturan Moh Romli, warga setempat, korban sempat pamit kepada suaminya untuk pergi ke kamar mandi. Akan tetapi, secara misterius, Faridah tak kunjung kembali ke rumah hingga siang hari. Akibatnya, keluarga pun langsung kalang kabut dan berinisiatif melakukan pencarian. Akhirnya, pencarian yang penuh kecemasan itu berbuah petaka. Wanita malang tersebut berhasil mereka temukan, sayangnya sudah menjadi mayat, di dalam sebuah sumur yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari tempat tinggalnya.
Sekitar pukul tiga sore, suasana di lokasi berubah menjadi hiruk-pikuk. Warga berduyun-duyun memadati area setelah kabar penemuan jenazah tersebut tersiar. Untungnya, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, dan TNI segera bergerak cepat untuk memimpin proses evakuasi yang sulit. Dengan peralatan seadanya dan semangat gotong royong, mereka akhirnya memulai pengangkatan jenazah dari sumur yang gelap gulita itu. Proses yang sangat berbahaya ini baru bisa dimulai sekitar dua jam kemudian, menambah ketegangan yang sudah menyelimuti warga.
Lantas, apa yang menjadi petunjuk awal penemuan korban? Ternyata, sebuah kondisi tidak biasa di sekitar sumur menarik perhatian warga. Kepala Polsek Proppo, AKP Achmad Supriyadi, membenarkan bahwa asbes penutup sumur tersebut ditemukan dalam keadaan pecah dan jatuh. Keadaan ini langsung memantik kecurigaan. “Warga menjadi curiga. Setelah mereka periksa sekitar pukul 15.00, korban benar-benar ditemukan sudah meninggal di dasar sumur,” papar Achmad dengan nada serius. Petunjuk sederhana inilah yang membuka tabir tragedi ini.
Setelah penemuan jenazah, proses evakuasi yang rumit segera dilaksanakan. Pukul lima sore, tim gabungan mulai bekerja mengangkat jasad Faridah dari kedalaman. Butuh waktu sekitar satu jam dua puluh menit sebelum akhirnya, pada pukul 18.20 WIB, tubuh korban berhasil dinaikkan ke permukaan dan kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Meski demikian, misteri di balik kematiannya masih belum terpecahkan. Polisi dengan hati-hati menyatakan, “Kami menduga sementara korban terjatuh sendiri ke dalam sumur. Namun, kami tetap akan menyelidiki setiap kemungkinan lain dengan teliti,” tegas Achmad Supriyadi. Pernyataan ini secara jelas menunjukkan bahwa semua skenario masih terbuka lebar.
Pertanyaan besar pun masih menggantung: bagaimana mungkin seorang wanita dewasa bisa terjatuh ke dalam sumur sedalam itu? Apakah kondisi area sekitar yang licin, visibilitas yang rendah saat subuh, atau ada faktor lain yang berperan? Investigasi mendalam mutlak diperlukan untuk mengungkap kebenaran sebenarnya. Sementara itu, masyarakat setempat pasti masih diliputi duka dan tanda tanya. Peristiwa ini jelas menjadi pengingat yang sangat pahit tentang pentingnya keselamatan dan kehati-hatian di sekitar rumah, terutama pada area yang berpotensi berbahaya seperti sumur terbuka.
Oleh karena itu, tragedi menyedihkan yang menimpa Faridah ini harus kita jadikan pelajaran bersama. Setiap pemilik sumur atau lubang berbahaya di permukiman wajib memastikan bahwa penutupnya dalam kondisi kuat dan terjamin keamanannya. Pemerintah setempat juga diharapkan dapat memberikan perhatian dan mungkin inspeksi terhadap fasilitas umum serupa. Bagaimanapun, keselamatan jiwa harus selalu menjadi prioritas utama yang tidak boleh kita abaikan, sehingga insiden mengerikan seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

