Desapenari.id – TNI AD langsung terjun tangan untuk mengatasi kesulitan warga Aceh Timur. Melalui Batalyon Zeni Konstruksi (Yenzikon) 14/SWS, mereka berhasil menyelesaikan dengan cepat pembangunan jembatan bailey di Desa Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam. Yang lebih spesial lagi, jembatan yang menjadi penanda harapan baru pasca-banjir ini langsung diresmikan oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, pada Kamis, 15 Januari 2026. Bayangkan saja, sebelumnya wilayah ini terisolasi, namun kini sudah tersambung kembali berkat dedikasi para prajurit.
Tak main-main, Jembatan Bailey Baroh Bugeng ini bukan sekadar jembatan biasa. Faktanya, ia merupakan jembatan pertama yang sukses diselesaikan dari total delapan jembatan yang rencananya akan dibangun pasca-bencana banjir melanda Kabupaten Aceh Timur. Artinya, ini adalah sebuah pencapaian awal yang sangat krusial. Selain itu, Bupati Al-Farlaky dengan penuh semangat menjelaskan dampak langsung dari pembangunan ini. “Alhamdulillah, jembatan ini akhirnya membuka akses warga pascabanjir,” ungkapnya via telepon. “Dengan demikian, akses antar desa di Kecamatan Nurussalam mulai normal kembali. Lebih dari sekadar akses, ini sekaligus menjadi pendorong utama perputaran ekonomi masyarakat yang sempat mandek,” tuturnya dengan optimis.
Namun, cerita percepatan ini belum berakhir. Ternyata, semangat membangun masih terus berkobar di lokasi lain. Saat ini, proses pembangunan jembatan bailey serupa masih berlangsung dengan intensif di Desa Seuneubok Rambong, yang masih berada di Kecamatan Nurussalam. Pemerintah daerah pun tidak tinggal diam, mereka menargetkan jembatan kedua ini dapat segera difungsikan dalam waktu yang sangat dekat. “Kami sangat berharap pekan depan jembatan di Seuneubok Rambong itu juga sudah bisa dilalui oleh masyarakat,” ujar Al-Farlaky penuh harap. Dengan kata lain, dalam hitungan hari lagi, isolasi di wilayah lain akan segera teratasi.
Lantas, bagaimana dengan enam jembatan lainnya? Tenang, rencana pembangunan tetap berjalan sistematis. Saat ini, keenam lokasi yang direncanakan masih berada dalam tahap survei kondisi tanah yang mendalam. Ada kemungkinan menarik di sini: apabila hasil survei nanti menunjukkan bahwa lokasi tersebut tidak memungkinkan untuk dibangun jembatan bailey, maka pemerintah sudah menyiapkan solusi alternatif yang tak kalah tangguh. “Sebagai langkah antisipasi, jika tidak memungkinkan dibangun jembatan bailey, maka kita akan gunakan alternatif jembatan Aramco,” jelas Bupati. Jadi, fleksibilitas dalam metode pembangunan benar-benar diterapkan untuk memastikan tidak ada satupun warga yang tertinggal.
Pada akhirnya, semua upaya ini memiliki tujuan mulia yang sama. Bupati Al-Farlaky kembali menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan oleh TNI AD ini diharapkan dapat segera membuka kembali akses masyarakat menuju pusat pemerintahan dan, yang terpenting, pusat perekonomian. “Dampaknya akan sangat terasa. Roda ekonomi masyarakat akan bergerak lagi dengan lancar karena kemudahan akses orang dan barang setelah jembatan-jembatan ini selesai dibangun,” pungkasnya dengan keyakinan penuh. Singkatnya, setiap jembatan yang berdiri bukan hanya struktur baja, melainkan jantung baru yang memompa kehidupan ekonomi dan sosial warga Aceh Timur pasca-bencana. Buktinya, Jembatan Baroh Bugeng yang sudah jadi itu telah menjadi simbol kebangkitan dan bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bangkit lebih kuat.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

