MAKASSAR, Desapenari.id – Tim SAR gabungan kini mengerahkan semua tenaga dan fokusnya untuk sebuah misi genting: mencari pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak secara misterius di kawasan menantang Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel. Sungguh, kondisi alam yang berat sama sekali tidak menyurutkan semangat para pencari ini.
“Kami tadi sudah memberangkatkan dua tim menuju ke Balloci dulu,” jelas Andi Sultan, Sang Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, dengan nada tegas pada Minggu (18/1/2026). Lebih lanjut, Sultan memaparkan, “Setelah itu, tim akan bergerak menuju Gunung Bulusaraung. Kami juga akan segera memantau kondisi cuaca di sana; apabila memungkinkan, kami langsung menuju ke puncak gunung itu tanpa menunggu waktu lama.” Rencana yang matang ini jelas menunjukkan pengalaman dan keahlian tim di lapangan.
Terus terang, hingga detik ini, Tim SAR gabungan masih terus melanjutkan operasi pencariannya dengan penuh ketelitian. “Kami belum menutup pencarian, lho,” tegas Sultan, sekaligus menegaskan komitmen tinggi timnya. “Sebaliknya, seluruh personel masih dalam perjalanan menuju lokasi yang diduga menjadi tempat ditemukannya serpihan pesawat.” Pernyataan ini sekaligus menepis segala spekulasi tentang penghentian dini operasi.
Nah, setelah melalui proses briefing yang intens, pihak Basarnas akhirnya memutuskan sebuah strategi jitu. “Kami memutuskan untuk fokus melakukan pencarian di wilayah Balloci,” ungkap Sultan. “Untuk mencapainya, tim akan melakukan perjalanan melalui rute Leang Peso di Kabupaten Pangkep.” Keputusan taktis ini diambil berdasarkan analisis rute dan laporan-laporan yang masuk.
“Karena kita fokus di sini (Bulusaraung),” sambung Sultan, menjelaskan langkah konkretnya, “maka posko pendukung akan segera kita tambah di area Balloci. Posko ini nantinya akan beroperasi dengan tim yang berjalan dari Leang Peso. Bahkan, sebagai bentuk sinergi, tim SAR dari Bone telah kita berangkatkan lebih dulu menuju Leang Peso.” Kerja sama antar daerah ini sangat krusial untuk memperluas jangkauan pencarian.
Selain itu, Sultan juga membocorkan penggunaan teknologi mutakhir dalam operasi ini. “Kita juga akan melakukan searching menggunakan drone pagi ini,” ujarnya penuh keyakinan. Penggunaan drone ini diharapkan dapat menjangkau area-area terjal yang sulit dicapai tim darat, memaksimalkan peluang ditemukannya titik terang.
Lantas, mengapa Leang Peso jadi titik fokusnya? Ternyata, alasannya sangat menarik! Pencarian melalui Leang Peso ini dipicu oleh adanya laporan dugaan kuat mengenai kemunculan percikan api yang terlihat berasal dari lokasi tersebut malam sebelumnya. “Cuma kita belum bisa pastikan 100%,” kata Sultan dengan hati-hati, menunjukkan sikap profesional yang tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan. “Sebab, belum ada informasi resmi dari perusahaan tentang detailnya. Akan tetapi, kalau kita melihat dari rute penerbangan, titik awal penemuan sinyal, dan laporan percikan visual tadi, lalu kita tarik garis lurusnya… maka semua indikasi itu memang mengarah ke Leang Peso.” Analisis mendalam berdasarkan bukti inilah yang kini memandu setiap langkah tim SAR.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

