KUPANG, Desapenari.id – Hebohkan jagat maya, sebuah video penembakan satwa langka akhirnya memantik tindakan tegas dari kepolisian. Pasalnya, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) kini secara resmi menindaklanjuti video viral di media sosial yang dengan terang memperlihatkan aksi brutal penembakan seekor Burung Hantu Gudang atau Serak Jawa. Perlu Anda garisbawahi, satwa ini jelas-jelas masuk dalam kategori satwa yang dilindungi di Indonesia!
Tanpa menunggu lama, pihak kepolisian langsung bergerak cepat menyusul ramainya perbincangan publik tentang video kontroversial tersebut. Sebagai bukti keseriusannya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Hendry Novika Chandra, langsung memberikan konfirmasi. “Lokasi kejadiannya berhasil kami identifikasi berada di Dusun Nela, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu,” tegas Hendry, Selasa (20/1/2026). Dengan kata lain, titik lokasi kejadian sudah tidak lagi menjadi misteri.
Selanjutnya, proses penyelidikan pun segera dimulai dengan langkah konkret. Hendry menerangkan bahwa, begitu video itu viral, jajaran Polres Belu langsung turun tangan melakukan klarifikasi serta pendalaman di lapangan. Yang patut diapresiasi, penyelidikan ini mereka lakukan secara profesional sekaligus humanis. Alhasil, dari penyelidikan awal tersebut, polisi telah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti kunci. Tak hanya itu, mereka juga telah meminta keterangan dari beberapa pihak yang dengan jelas terekam dalam video viral itu. Pada intinya, semua langkah ini sengaja mereka ambil untuk mengungkap peristiwa ini secara utuh dan objektif.
Lebih jauh lagi, Hendry dengan tegas menegaskan komitmen hukum dalam kasus ini. Artinya, proses hukum pasti akan tetap berjalan. Namun, proses tersebut akan selalu mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai catatan penting, prinsip kehati-hatian, keadilan, serta perlindungan hukum bagi semua pihak akan selalu diutamakan. Meski demikian, sampai berita ini diturunkan, kepolisian memang belum mengungkap identitas pelaku penembakan. Lantas, apa sebabnya? “Kami masih menyesuaikan dengan penerapan KUHP yang baru,” ungkap Hendry. Dengan demikian, publik bisa berharap penyelesaian kasus ini menggunakan pasal-pasal terkini.
Di sisi lain, melalui momentum ini, Hendry juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat lebih arif dan bijak dalam menyikapi setiap persoalan lingkungan dan satwa liar. Secara gamblang, dia menegaskan bahwa tindakan sepihak terhadap satwa dilindungi pasti akan berujung pada konsekuensi hukum yang serius. Sebagai solusinya, dia mengajak masyarakat untuk selalu menyampaikan setiap masalah terkait satwa atau lingkungan kepada pihak berwenang. “Polri siap hadir memberikan solusi terbaik demi keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan bersama,” ajaknya. Maka dari itu, langkah dialogis dengan aparat selalu lebih baik daripada mengambil jalan sendiri.
Sementara itu, isi dari video viral itu sendiri benar-benar menyita perhatian. Dalam video yang beredar luas itu, terlihat dua orang pria memegangi seekor burung hantu dari sisi kiri dan kanan. Kemudian, salah satu dari mereka tanpa ragu menembak burung malang itu tepat di bagian kepala. Akibatnya, burung tersebut mati seketika di tempat. Di balik kamera, seorang perempuan yang merekam kejadian itu terdengar mengeluh. Alasannya, kehadiran burung hantu dianggap telah mengganggu kenyamanannya saat beristirahat. “Ini yang selalu mengganggu ketika kita tidur malam. Sudah kelewat batas mengganggu sekali. Dari mana kau datang. Kau terlalu mengganggu sekali. Bikin kita gelisah tidak tidur malam terus,” keluh perempuan tersebut. Namun, keluhan tersebut sama sekali tidak membenarkan aksi penembakan yang dilakukan.
Pada akhirnya, kasus ini menyisakan banyak pelajaran. Pertama, kesadaran masyarakat tentang perlindungan satwa langka masih perlu ditingkatkan secara masif. Kedua, respons cepat aparat penegak hukum patut diacungi jempol sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap keanekaragaman hayati. Terakhir, edukasi kepada publik tentang cara menangani konflik dengan satwa liar tanpa kekerasan mutlak diperlukan. Dengan begitu, kejadian memilukan seperti ini diharapkan tidak terulang lagi di masa depan. Bagaimanapun, kelestarian alam dan isinya adalah tanggung jawab kita bersama.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

