Desapenari.id – Sebuah peristiwa tragis sekaligus mencekam benar-benar mengguncang kawasan Puncak Bogor. Faktanya, seorang pejalan kaki berinisial N.S (30) harus menderita luka-luka berat setelah menjadi korban tabrak lari oleh sebuah angkot berwarna biru. Bukan sekadar tertabrak, korban bahkan mengalami nasib yang lebih mengerikan: ia terseret oleh kendaraan tersebut sejauh hampir 200 meter! Akhirnya, tubuhnya tergeletak tak berdaya di depan sebuah restoran. Sungguh, kejadian ini membuka mata kita betapa berbahayanya jalanan saat malam hari.
Menurut penjelasan Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, insiden mengerikan ini terjadi sekitar pukul 23.10 WIB. Pada saat itu, kondisi jalanan benar-benar gelap dan sedang diguyur hujan lebat. Lebih lanjut, kronologi kejadiannya diawali ketika angkot tersebut melaju dari arah Puncak menuju Gadog. Perlu dicatat, kendaraan itu berada di jalur menurun dan berbelok ke kanan. Nah, di sinilah kesalahan pengemudi dimulai.
“Pengemudi angkot dengan ceroboh bergerak ke kanan dan melintasi marka jalan tidak terputus hanya untuk mendahului kendaraan di depannya. Secara bersamaan, bodi samping kiri kendaraannya menghantam pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan,” papar Ares saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026). Alhasil, benturan keras itu membuat korban tersangkut dan terseret sepanjang jalan. Pada akhirnya, korban berhenti terbaring di depan Resto Bavarian Haus Bratwurst ’n Grill.
Akibat insiden mengerikan itu, korban menderita berbagai luka yang sangat serius. Tubuhnya mengalami patah tulang di bagian tangan kanan. Selain itu, sejumlah bagian tubuhnya juga penuh dengan luka memar, lebam, dan lecet. Yang paling membuat geram, pengemudi angkot sama sekali tidak menghentikan kendaraannya. Justru, ia memilih untuk kabur dan meninggalkan korban dalam kondisi sekarat di TKP, tepatnya di depan Udiklat PLN Cibogo, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Puncak Bogor, pada Rabu (21/1/2026) malam itu.
“Korban sempat kami bawa ke RS Hermina Ciawi, lalu dirujuk ke RSUD Dr KH Idham Kholik Ciawi sebelum akhirnya memilih pengobatan alternatif di Cimande. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materi ditaksir mencapai Rp 3 juta,” ungkap Ares memberikan rincian. Selanjutnya, pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk mengusut kasus ini. Awalnya, angkot tersebut berhasil melarikan diri dan nomor polisinya belum dapat diidentifikasi.
Namun, penyelidik tidak menyerah begitu saja. Mereka kemudian melakukan penelusuran mendalam melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi. Selain itu, koordinasi intens dengan pihak Udiklat Cibogo pun segera mereka lakukan. Berkat usaha maksimal itu, akhirnya angkot pelaku berhasil diendus. “Hasil penyelidikan kami mengarah pada angkot Suzuki Futura warna biru bernomor polisi F-1983-PG. Sekarang, kendaraan dan pengemudinya sudah kami amankan,” tegas Ares dengan percaya diri.
Kabar baiknya, kasus hit-and-run ini akhirnya terungkap setelah ayah kandung korban melaporkannya ke pihak kepolisian pada Jumat malam. Laporan keluarga ini menjadi kunci penting. Selanjutnya, berdasarkan rekaman CCTV yang mereka kumpulkan dan koordinasi solid dengan Udiklat PLN Cibogo, penyelidik berhasil mengidentifikasi kendaraan yang terlibat dengan tepat. “Kendaraan (angkot) itu kami temukan di sebuah bengkel, berikut dengan pengemudinya,” ujar Ares memaparkan perkembangan mutakhir.
Pengemudi angkot yang ceroboh dan tidak bertanggung jawab itu akhirnya diketahui identitasnya. Dia adalah MRM (24), seorang warga Cisarua, Kabupaten Bogor. Saat ini, kendaraan beserta pengemudi telah diamankan oleh Unit Gakkum Subnit Ciawi Satlantas Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan ini sangat krusial untuk memastikan setiap proses hukum berjalan dengan adil dan korban mendapat keadilan yang semestinya.
Sebagai penutup, peristiwa ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Pertama, para pengendara harus meningkatkan kewaspadaan, terutama di kondisi jalan gelap dan hujan. Kedua, tindakan hit-and-run jelas merupakan kejahatan yang memperparah keadaan. Akhirnya, koordinasi yang baik antara masyarakat (seperti laporan keluarga) dan aparat terbukti ampuh mengungkap kasus. Dengan demikian, keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama yang tidak boleh kita abaikan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

