Desapenari.id – Pagi yang mencekam langsung menyelimuti kawasan padat di jantung Jakarta Barat! Bayangkan, pada Minggu pagi (11/1/2026), siluet jingga api tiba-tiba menyala-nyala dan dengan ganasnya melahap permukiman di Jalan Jembatan Besi Raya XII, Tambora. Lebih mengerikan lagi, peristiwa mengerikan ini benar-benar menghanguskan 15 bangunan hanya dalam hitungan jam. Sebagai narasumber resmi, Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Joko Susillo, langsung membeberkan fakta pahit bahwa bangunan yang jadi korban terdiri dari rumah warga dan tempat usaha. “Objek yang terbakar adalah rumah tinggal. Total ada 14 rumah dan satu konveksi yang terdampak,” tegas Joko dalam keterangan tertulisnya. Mari kita simak lebih dalam bagaimana peristiwa dahsyat ini bisa terjadi dan bagaimana tim penyelamat berjuang mati-matian.
Aksi cepat benar-benar ditunjukkan petugas saat laporan pertama masuk. Tepat pukul 04.19 WIB, panggilan darurat pertama diterima. Kemudian, hanya dalam waktu enam menit saja, unit pertama sudah berhasil tiba di lokasi kobaran api. Pada tahap awal, lima unit damkar yang membawa 25 personel gagah berani langsung dikerahkan untuk menaklukkan si jago merah. Namun, siapa sangka, kobaran api justru menunjukkan kekuatannya dan terus membesar dengan cepat, lalu merambat liar ke bangunan lain di sekitarnya. Akibatnya, pengerahan pasukan besar-besaran pun harus segera dilakukan. “Pengerahan akhir total sebanyak 21 unit mobil pemadam dengan kekuatan 105 personel gabungan,” papar Joko. Jadi, bisa kamu bayangkan betapa dahsyatnya api saat itu sampai membutuhkan pasukan sebanyak itu?
Perlawanan sengit antara api dan para pahlawan tanpa tanda jasa ini diperparah oleh material bangunan yang mudah terbakar. Faktor kritis ini jelas membuat proses pemadaman dan pendinginan menjadi berlarut-larut dan sangat menantang. Namun, berkat koordinasi yang solid, akhirnya titik terang mulai terlihat. “Waktu lokalisir api sekitar pukul 05.37 WIB dan masuk tahap pendinginan pukul 05.47 WIB,” jelas Joko. Meski demikian, pertarungan belum usai karena operasi pemadaman baru dinyatakan selesai total jauh kemudian, yakni pada pukul 09.04 WIB. Artinya, seluruh proses yang melelahkan itu berlangsung hampir lima jam lamanya! Di sisi lain, kesaksian warga justru mengungkap momen pertama api muncul. “Sekitar pukul 04.19 WIB, warga melihat api sudah membesar dari lantai dua rumah salah satu warga. Warga kemudian melapor ke Satgas Kelurahan Jembatan Besi,” tambah Joko. Lantas, apa penyebab pastinya?
Sementara ini, petugas masih melakukan penyelidikan mendalam. Namun, indikasi kuat mengarah pada masalah kelistrikan sebagai biang keroknya. “Dugaan penyebab sementara diduga karena fenomena listrik,” ungkap Joko. Akibat dari insiden ngeri ini, kerugian material yang diderita pun sungguh luar biasa. Bayangkan, area seluas 462 meter persegi yang terdiri dari 15 bangunan akhirnya hangus dilalap api tak bersisa. Lebih menyayat hati, sebanyak 14 kepala keluarga atau setara dengan 62 jiwa harus kehilangan tempat tinggal mereka dalam sekejap. Di tengah semua kesedihan itu, masih ada kabar baik yang patut disyukuri. “Untuk korban luka ringan, luka berat, maupun korban jiwa, semuanya nihil,” tutup Joko dengan tegas. Jadi, meski materi lenyap, nyawa seluruh warga berhasil diselamatkan berkat respons cepat dan kerja keras semua pihak.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

