MAGETAN, Desapenari.id – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, belum juga menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Mereka memilih menunggu dengan sabar sambil memantau penyesuaian aturan dari pemerintah provinsi. Tujuannya jelas, biar semuanya selaras dengan kebijakan pusat dan tidak terjadi kegaduhan koordinasi.
Sekretaris Daerah Magetan, Welly Kristanto, dengan tegas mengungkapkan bahwa hingga pekan ini, Pemkab Magetan belum menerapkan WFH di lingkungannya. “Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari provinsi,” ujarnya mantap. “Siapa tahu ada perubahan jadwal, misalnya dari hari Rabu dipindahkan ke hari Jumat. Dengan begitu, semuanya bisa linier—pusat, provinsi, dan kabupaten bisa berjalan seirama,” tambah Welly memberikan penjelasan yang gamblang.
Hindari Hambatan Koordinasi yang Bikin Pusing
Lho, kenapa sih Magetan tidak langsung tancap gas menerapkan WFH? Ternyata, menurut penuturan Welly, perbedaan jadwal WFH antara pemerintah pusat dan provinsi berpotensi besar menghambat koordinasi kerja. Coba bayangkan, kata dia, “Kalau provinsi menerapkan WFH hari Rabu, sementara Magetan mengikuti pusat yang WFH-nya hari Jumat, nanti ketika kami butuh komunikasi mendadak, bisa-bisa tidak nyambung!” Prinsipnya, Pemkab Magetan ingin mengikuti ketentuan yang sudah disepakati agar semua perangkat daerah bisa sinkron dan tidak salah paham.
Bukan Libur, Tetap Produktif dari Rumah!
Welly pun menegaskan dengan lantang bahwa skema WFH sama sekali bukan berarti libur panjang atau cuti bersama. “Ini tetap bekerja, hanya saja lokasinya dipindahkan ke rumah masing-masing,” tegasnya. Dan yang menarik, pengawasan tetap berjalan ketat, lho! Pemerintah Kabupaten Magetan tidak mau kecolongan.
Ia juga memastikan bahwa organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap beroperasi seperti biasa. “OPD pelayanan dasar tetap masuk, persis seperti saat pandemi COVID-19 dulu,” kenang Welly. “Yang bisa menjalankan WFH adalah mereka yang tidak bersinggungan langsung dengan pelayanan publik. Jadi, tidak semuanya libur! Mereka tetap bekerja, hanya saja di rumah masing-masing,” jelasnya dengan nada tegas namun santai.
Siapkan Mekanisme Pengawasan Super Ketat
Nah, ini dia bagian yang paling seru! Pemkab Magetan sudah menyiapkan mekanisme pengawasan super ketat selama penerapan WFH nanti. Tidak main-main, pengawasan ini dilakukan mulai dari presensi digital hingga pelaporan lokasi kerja secara real-time. “Pengawasan bisa dilakukan lewat aplikasi khusus, presensi online, bahkan hingga pengiriman foto posisi kerja dari rumah,” ungkap Welly dengan percaya diri. Teknis detailnya, tambahnya, nanti akan disesuaikan lagi dengan aturan pusat yang sedang difinalisasi. Jadi, para ASN Magetan, jangan coba-coba kabur dari tanggung jawab ya!
Dengan penundaan ini, publik pun menanti kejelasan jadwal WFH yang benar-benar terkoordinasi dengan baik. Satu hal yang pasti, pelayanan publik di Magetan tidak akan terganggu, sementara efisiensi kerja dari rumah tetap menjadi target utama.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

