JAMBI, Desapenari.id – Aksi sepasang kekasih di Kota Jambi ini bikin geleng-geleng kepala. Niat hati mau mencari klien kencan, seorang wanita malah nekat menggasak motor korban. Parahnya lagi, hasil curian langsung mereka pakai untuk pesta narkoba bareng pacar. Kisah asmara yang berujung jeruji besi!
Bayangkan, kamu kencan dengan cewek cantik, eh tiba-tiba motor raib digondok. Kejadian ini benar-benar dialami oleh sejumlah pria di Jambi. Polisi akhirnya meringkus dua sejoli bejat itu. Mereka adalah Revi Renaldo (24) dan kekasihnya yang masih di bawah umur, SA (17).
Saat digelandang ke kantor polisi, pasangan mesum ini mengakui semua perbuatannya. Mereka tak berkutik saat penyidik membeberkan bukti-bukti. Yang bikin miris, hasil kejahatan mereka ternyata habis buat berpesta sabu-sabu.
Kapolsek Jambi Selatan, Kompol Herlrawaty Siregar, mengungkapkan permainan licik kedua pelaku. Menurutnya, mereka sudah merancang aksi ini dengan rapi. Masing-masing punya peran yang sudah dibagi sebelumnya.
“Peran mereka sudah jelas. SA ini yang mencari sasaran,” ujar Herlrawaty saat konferensi pers, Rabu (11/3/2026).
Nah, modus operandinya cukup menarik perhatian. SA yang mengaku sebagai pekerja seks komersial ini memanfaatkan aplikasi kencan. Dia aktif mencari pria hidung belang di dunia maya. Setelah mendapat target, dia mulai menjalin komunikasi.
Dari aplikasi kencan, percakapan mereka berlanjut ke Instagram. SA memang sengaja membangun kedekatan dengan korban. Dia tak langsung bergerak, tapi butuh proses beberapa kali pertemuan.
Setelah beberapa kali kencan dan jalan bareng, barulah SA mulai melancarkan aksinya. Dia dengan manja meminjam sepeda motor korban. Alasannya klasik, mau pergi ke suatu tempat sebentar.
“Korban yang sudah percaya tentu tak curiga. Mereka pikir cuma pinjam sebentar, eh ternyata motornya dibawa kabur,” jelas Herlrawaty dengan nada kesal.
Setelah motor berhasil diamankan, SA langsung menemui kekasihnya, Revi Renaldo. Mereka kemudian berboncengan menuju tempat aman. Revi lah yang bertugas menjadi otak di balik eksekusi penjualan motor curian.
Revi ternyata sudah malang melintang di dunia kriminal. Pria ini merupakan residivis kasus pencurian. Dia paham betul bagaimana cara menjual motor hasil curian dengan cepat.
Motor-motor curian itu mereka lego dengan harga murah. Dalam satu kali aksi, mereka cuma mendapatkan Rp2 juta. Jumlah yang terbilang kecil dibanding risiko yang mereka ambil.
“Uang hasil penjualan motor langsung mereka habiskan. Bukannya buat modal usaha, malah dipakai beli sabu-sabu. Mereka pesta bersama-sama,” tambah Herlrawaty.
Ternyata aksi mereka tak cuma sekali. SA mengaku sudah beberapa kali melancarkan modus serupa. Tak hanya motor, handphone korban pun ikut digondok. Barang berharga lain juga raib saat SA berkunjung ke tempat korban.
Polisi mulai bergerak setelah menerima laporan dari korban. Dua orang pria melapor kehilangan motor dengan ciri pelaku yang sama. Tim Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan langsung melakukan penyelidikan intensif.
Jejak digital SA mulai terbaca. Polisi melacak pergerakannya dari media sosial. Tak butuh waktu lama, mereka menemukan titik terang.
Momen penangkapan SA cukup unik. Saat itu bulan Ramadan, polisi mendapat informasi SA sedang buka puasa bersama teman-temannya. Lokasinya di kawasan Taman Jaksa, tempat nongkrong anak muda.
Tim langsung bergerak cepat. Mereka menyergap SA tanpa perlawanan. Wanita belia itu hanya bisa pasrah saat polisi menunjukkan bukti-bukti.
“Dari situ kami kembangkan. SA mengaku punya pacar yang jadi penadah dan penjual motor. Revi langsung kami kejar dan tangkap,” ungkap Herlrawaty.
Revi ditangkap di tempat persembunyiannya. Dia tak berkutik saat polisi menggerebek kamar kosnya. Barang bukti berupa handphone korban juga diamankan.
Kasus ini menyisakan ironi. SA ternyata masih berusia 17 tahun, di bawah umur. Dia sudah putus sekolah dan memiliki satu orang anak. Hidupnya kian terpuruk setelah terjerumus narkoba.
Pacarnya, Revi Renaldo, punya latar belakang kelam. Sebelumnya dia pernah mendekam di penjara untuk kasus serupa. Bukannya kapok, dia malah mengajak pacarnya ikut-ikutan mencuri.
Saat ini kedua pelaku mendekam di sel yang terpisah. SA ditahan di Rutan Polresta Jambi mengingat statusnya yang masih di bawah umur. Sementara Revi ditahan di Mapolsek Jambi Selatan.
Polisi tak memberi ruang gerak bagi mereka. Penyidik terus mendalami kemungkinan adanya korban lain. Pasalnya, modus ini sudah dijalankan dalam beberapa kali kesempatan.
“Kami duga ada korban lain yang belum melapor. Kami iman segera melapor jika merasa pernah ditipu atau kehilangan motor dengan modus serupa,” imbau Herlrawaty.
Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 476 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukumannya cukup berat, yakni 5 tahun penjara. Namun untuk SA, proses hukumnya akan berbeda karena statusnya sebagai anak berhadapan dengan hukum.
Pihak kepolisian juga menyayangkan pergaulan bebas yang menjerat anak di bawah umur. SA jadi contoh nyata bagaimana teknologi dan pergaulan bisa menghancurkan masa depan.
Aplikasi kencan yang seharusnya jadi media silaturahmi, malah disalahgunakan untuk kejahatan. SA memanfaatkan fitur tersebut untuk mencari mangsa. Dari chatting lalu ketemuan, dan berujung pencurian.
Psikolog forensik yang dihubungi terpisah menyebut, kasus ini menunjukkan adanya relasi kuasa yang timpang. SA mungkin merasa terjebak dalam lingkaran setan bersama pacarnya. Namun apapun alasannya, tindakan kriminal tetap tak bisa dibenarkan.
Masyarakat diimbau lebih waspada saat berkenalan dengan orang baru di aplikasi kencan. Jangan mudah percaya meskipun sudah beberapa kali bertemu. Apalagi jika dimintai barang berharga dengan alasan darurat.
Kisah ini sekaligus jadi pengingat, bahwa narkoba dan pergaulan bebas bisa menghancurkan siapa saja. Dua sejoli yang seharusnya menikmati masa muda, kini harus merasakan dinginnya sel tahanan.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Tak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru jika ditemukan jaringan lain. Apalagi mereka mengaku membeli sabu dari bandar tertentu.
Sementara itu, keluarga SA terlihat tak kuasa menahan tangis saat menjenguknya di tahanan. Mereka tak menyangka anak yang dibesarkan dengan susah payah malah terjerumus dalam dunia hitam.
Kasus ini viral di media sosial. Warganet ramai mengomentari modus kencan yang berujung pencurian. Banyak yang mengaku iba dengan nasib korban yang motor raib usai kencan.
Yang jelas, dua insan ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Cinta mereka yang awalnya manis, kini berubah getir. Pesta sabu yang mereka rayakan bersama, berakhir dengan tangis di balik jeruji besi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

