Desapenari.id – Hujan deras tak henti-hentinya mengguyur Kabupaten Purworejo dalam beberapa hari terakhir, dan akibatnya, bencana tanah longsor pun kembali menghantui! Lebih mengkhawatirkan, kali ini longsor menerjang salah satu jalur arteri paling vital: Jalan Provinsi Purworejo-Magelang. Sebagai informasi, jalur ini merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga dua kabupaten. Nah, bencana ini terjadi persis di sisi utara Jembatan Bener, Kecamatan Bener, dan membuat sekitar 7 meter bahu jalan ambles ke bawah! Akibatnya, kondisi jalan sekarang benar-benar kritis dan memaksa pihak berwenang memberlakukan sistem buka tutup satu jalur demi keselamatan semua pengendara.
Lalu, kapan sebenarnya tragedi ini terjadi? Menurut kesaksian salah seorang warga setempat, M Khoiril, tanah tersebut melorot pada tanggal 14 Januari lalu. Peristiwa itu bermula dari hujan lebat yang sudah mengguyur sejak malam hari, yang terus menggerus dan melunakan tanah di sekitar struktur jembatan. “Tanah di sekitar bahu jalan tiba-tiba runtuh pada pagi harinya,” jelas Khoiril saat ditemui. Ia juga menambahkan, “Lumayan panjang longsornya, sekarang sudah ditutup terpal.” Melihat bahaya yang mengancam, warga sekitar pun sigap melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang agar segera ditangani.
Begitu laporan diterima, petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan awal. Mereka tidak main-main; segera memasang rambu peringatan dan pembatas jalan agar setiap pengendara yang melintas bisa lebih waspada. Meskipun begitu, longsor ini tidak sampai memutus total arus lalu lintas. Akan tetapi, kendaraan dari kedua arah—baik Purworejo menuju Magelang maupun sebaliknya—harus sabar bergantian melintas. “Harus gantian kalau melewati jalan ini, sudah ada yang jaga,” tutur Khoiril mengonfirmasi situasi di lapangan.
Namun, Anda harus tahu, ancaman di Bener ini bukanlah satu-satunya! Ternyata, hujan lebat tersebut juga memicu sejumlah titik longsor lain di berbagai wilayah Kabupaten Purworejo, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan menimpa rumah warga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau sangat untuk meningkatkan kewaspadaan level tinggi, khususnya saat melintasi kawasan rawan seperti Bener dan sekitarnya. Selain itu, pengendara wajib mengurangi kecepatan dan mutlak mematuhi arahan petugas di lapangan. Sampai saat ini, warga bersama petugas masih terus memantau kondisi tanah di lokasi kejadian dengan cermat. Sebab, jika hujan deras kembali mengguyur, potensi longsor susulan sangat besar dan bisa terjadi kapan saja!
Melihat urgensi situasi ini, semua pihak mengharapkan tindak lanjut penanganan yang cepat dan tepat dari instansi terkait. Tujuannya jelas: agar keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di Jalan Provinsi Purworejo–Magelang dapat segera pulih normal. Bagaimanapun, kita semua paham betul bahwa jalur ini bukan sekadar jalan biasa; ia adalah akses penting bagi mobilitas harian warga dan denyut nadi aktivitas ekonomi antar-wilayah. Jadi, penanganan yang serius mutlak diperlukan sebelum dampaknya meluas dan mengganggu lebih banyak aspek kehidupan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

