BANYUMAS, Desapenari.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas tidak tinggal diam; mereka segera menetapkan status tanggap darurat bencana untuk jangka waktu satu bulan ke depan. Keputusan penting ini secara langsung dipicu oleh rentetan bencana hidrometeorologi yang menggila akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur tanpa ampun dari Rabu (11/9/2025) hingga Kamis (12/9/2025).
“Status tanggap darurat bencana kemungkinan besar akan kami tetapkan besok,” tegas Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Budi Nugroho, saat ia berbincang dengan para wartawan pada Jumat (12/9/2025). Beliau menjelaskan bahwa penetapan ini bukan tanpa dasar; mereka merujuk secara detail pada Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Perka BNPB) Nomor 3 Tahun 2016.
“Selain itu, kami juga mempertimbangkan kondisi eskalasi bencana yang terus melonjak drastis, termasuk semua hasil pemantauan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) dan Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral),” tambah Budi, memperkuat alasannya. Selanjutnya, dalam masa tanggap darurat ini, Pemkab akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus dan mendirikan Pos Komando terpusat. Posko ini nantinya akan mengkoordinasikan seluruh kegiatan penanggulangan dengan komandan yang ditunjuk langsung oleh bupati.
“Kami akan segera memetakan area-area mana saja yang membutuhkan pengawasan super ketat dan mana yang paling memerlukan bantuan mendesak, seperti perbaikan rumah, relokasi, dan perbaikan sarana-prasarana (sarpras). Untuk memperkuat bantuan, kami juga akan melibatkan program CSR dari berbagai perusahaan,” papar Budi lebih lanjut.
Yang lebih mencengangkan, Budi mengungkapkan total 113 peristiwa bencana hidrometeorologi yang terjadi hanya dalam dua hari, yakni Rabu (10/9/2025) dan Kamis (11/9/2025). Dari jumlah tersebut, 92 di antaranya merupakan bencana tanah longsor yang menghancurkan.
“Sebagian besar bencana ini justru terjadi di wilayah yang sebelumnya masuk dalam peta kerentanan menengah. Akan tetapi, karena hujan dengan intensitas sangat tinggi yang terjadi kemarin, risikonya berubah menjadi sangat tinggi dan di luar perkiraan,” jelas Budi. Selain itu, ia menambahkan bahwa tanah longsor juga dipicu oleh kondisi tanah yang sudah jenuh air dan tidak bisa menyerap lagi.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Banyumas pada Rabu-Kamis (10-11/9/2025) memang telah memicu setidaknya 113 (sebelumnya tertulis 110) kejadian bencana hidrometeorologi. Tim BPBD Banyumas dengan cermat mencatat, rangkaian bencana tersebut terdiri dari 92 tanah longsor, 11 banjir luapan, 5 kejadian cuaca ekstrem berupa pohon tumbang, dan 5 peristiwa tanah bergerak.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com


hw6qdm
Наша платформа работает круглосуточно и не знает слова перерыв. Бронировать и планировать можно где угодно: в поезде, на даче, в кафе или лежа на диване https://probilets.com/. Хотите купить билет, пока идёте по супермаркету? Просто достаньте телефон и оформите поездку. Нужно скорректировать планы, отменить или перенести билет? Это тоже можно сделать онлайн, без звонков и визитов. Но если возникла проблема, то наши специалисты помогут и все расскажут
https://mangalfactory.ru/
https://www.epigraph.info/?searchword=%C3%90%E2%80%94%C3%90%C2%B5%C3%90%C2%BB%C3%90%C2%B5%C3%90%C2%BD%C3%91%20%C3%90%C2%BA%C3%90%C2%B8%C3%90%C2%B9'&show=all&start=300
https://bpr-work.ru/
oywz62