Desapenari.id – Bayangkan adegan film heist paling spektakuler, lalu wujudkan itu dalam dunia nyata! Inilah yang baru saja mengguncang Jerman. Pasalnya, sekelompok perampok jenius berhasil menggondol harta karun senilai fantastis, hingga 105 juta dollar AS atau setara Rp 1,7 triliun, dari sebuah bank ritel di Gelsenkirchen. Lebih mencengangkan lagi, mereka memilih waktu yang sangat cerdik, yaitu saat libur Natal ketika seluruh operasional bank sedang tutup total. Akibatnya, kantor berita terkemuka dpa langsung berspekulasi bahwa peristiwa mencekam ini berpotensi menjadi catatan kelam sebagai salah satu kasus perampokan terbesar sepanjang sejarah Negeri Jerman. Lantas, apa saja fakta-fakta mengagumkan sekaligus mengerikan dari pembobolan monumental ini? Simak informasi lengkap yang berhasil dirangkum dari Al Jazeera berikut ini.
Mari kita telusuri kronologi kejadiannya yang bak skenario film. Pertama-tama, aksi pencurian gila-gilaan ini secara khusus menyasar cabang bank Sparkasse di Gelsenkirchen. Uniknya, para pelaku tidak nekat masuk dari pintu depan, melainkan memilih akses melalui garasi parkir yang terhubung langsung dengan gedung bank. Setelah itu, dengan penuh keberanian, mereka menggunakan bor berukuran raksasa untuk menembus dinding beton super tebal yang menjadi penghalang menuju ruang brankas bawah tanah. Selanjutnya, dalam waktu yang mungkin singkat, sekitar 3.000 kotak penyimpanan milik nasabah berhasil mereka bobol dengan mudah. Akhirnya, para penjahat itu pun melarikan diri dengan membawa semua barang berharga, mulai dari uang tunai, emas batangan, hingga perhiasan-perhiasan mewah.
Tidak main-main, juru bicara kepolisian dengan tegas menyamakan metode perampokan canggih ini dengan adegan-adegan heist dalam film Hollywood ternama, Ocean’s Eleven. Selain itu, mereka menilai aksi tersebut dilakukan dengan tingkat profesionalisme yang sangat tinggi dan didukung oleh perencanaan yang sangat matang. “Perencanaan dan pelaksanaan ini jelas menunjukkan adanya pengetahuan mendalam sebelumnya serta energi kriminal yang sangat besar,” tegas juru bicara polisi kepada AFP. Di sisi lain, pihak bank sendiri mengonfirmasi fakta mengerikan bahwa lebih dari 95 persen dari total 3.250 kotak penyimpanan aman milik nasabah telah berhasil dibongkar oleh para pelaku.
Nah, yang bikin merinding adalah perkiraan nilai kerugiannya yang benar-benar fantastis! Para penyelidik memperkirakan total nilai barang curian berada di kisaran yang sangat lebar, yaitu 11,8 juta hingga 105,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun. Sebagai gambaran, juru bicara polisi Thomas Nowaczyk mengungkapkan bahwa nilai pertanggungan rata-rata setiap kotak penyimpanan bisa mencapai lebih dari 11.700 dollar AS atau Rp 195 juta. Namun, yang lebih mencengangkan, sejumlah nasabah justru melaporkan bahwa nilai sebenarnya dari isi kotak penyimpanan mereka jauh melampaui angka pertanggungan asuransi tersebut.
Meski kerugiannya sangat besar, sayangnya hingga detik ini kepolisian Jerman belum berhasil melakukan satu pun penangkapan. Artinya, para pelaku jenius tersebut masih berkeliaran sebagai buronan. Beruntung, rekaman kamera keamanan sempat memperlihatkan sebuah mobil Audi RS 6 berwarna hitam yang meninggalkan garasi bank pada dini hari Senin (29/12/2025) dengan penumpang yang menggunakan topeng. Akan tetapi, polisi mengungkapkan fakta licin bahwa pelat nomor mobil tersebut sebelumnya telah dicuri di Hanover, kota yang berjarak sekitar 200 kilometer dari lokasi kejadian perampokan.
Akibat peristiwa ini, reaksi nasabah pun tidak bisa dihindari. Beberapa hari setelah kejadian, sejumlah nasabah terlihat berkumpul di luar cabang bank dengan wajah penuh kekhawatiran dan menuntut penjelasan transparan dari pihak manajemen. Tidak hanya itu, cabang bank Sparkasse di Gelsenkirchen terpaksa ditutup sementara waktu karena alasan keamanan, terutama setelah munculnya ancaman-ancaman terhadap keselamatan karyawan. “Kami masih berada di lokasi dan situasi kini jauh lebih tenang,” ujar juru bicara polisi kepada AFP, mencoba memberikan penjelasan.
Di tengah kekacauan ini, manajemen bank akhirnya mengambil beberapa langkah responsif. Pertama, mereka telah mengirimkan surat pemberitahuan resmi kepada seluruh nasabah yang terdampak langsung. Kemudian, pihak bank juga dengan cepat membuka layanan hotline khusus yang ditujukan bagi nasabah korban pencurian untuk mendapatkan informasi. Selanjutnya, koordinasi intensif dengan berbagai perusahaan asuransi juga sedang gencar dilakukan guna membahas mekanisme klaim kompensasi bagi para korban. “Kami benar-benar terkejut dengan kejadian ini, namun kami akan mendukung nasabah kami sepenuhnya, dan tentu saja berharap para pelaku segera tertangkap,” tutur juru bicara bank Frank Krallmann, menegaskan komitmen mereka.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

