Jakarta, Desapenari.id – Jaksa Agung ST Burhanuddin benar-benar sedang panas. Atasannya di Korps Adhyaksa itu melempar ancaman serius. Ia berjanji bakal menghajar habis-habisan para jaksa bandit yang nekat menggasak aset sitaan negara. Komitmen ini ia canangkan demi menjaga muka institusi kejaksaan tetap bersih di mata publik.
“Jaksa Agung sudah mengingatkan, kalau ada oknum yang berani menguasai aset sitaan tanpa restu resmi dari instansi, itu sudah jelas ada niat jahat. Mereka ini ingin memiliki barang bukti secara diam-diam. Hajar saja!,” tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, dengan nada tinggi di hadapan wartawan.
Arahan keras ini bukan isapan jempol belaka. Menurut Anang, Jaksa Agung melontarkan ancaman itu saat sedang merayakan Hari Ulang Tahun Badan Pemulihan Aset (BPA). Jadi, bukan seremoni biasa, melainkan ajang gebrak meja.
Dalam peringatan tersebut, pimpinan tertinggi Korps Adhyaksa itu langsung memerintahkan BPA untuk bergerak cepat. Ia minta mereka melakukan sensar mendadak dan penelusuran menyeluruh terhadap semua aset sitaan, terutama yang berasal dari kasus korupsi. Tujuannya jelas: memotong rantai setan penyimpangan di internal sebelum membesar.
“Jaksa Agung mendapat laporan intelijen. Katanya, banyak aset keren seperti apartemen mewah dan hotel berbintang, yang merupakan rampasan dari perkara korupsi, sekarang mangkrak atau malah dinikmati. Padahal, perkara-perkara ini disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan jelas-jelas masuk wilayah hukum Kejaksaan Tinggi DKI. Beliau minta ini dilacak sampai ke akar-akarnya. Jangan coba-coba ada yang bermain api,” ujar Anang dengan nada peringatan.
Anang menambahkan, mekanisme penghancuran bagi para oknum ini sudah disiapkan secara berlapis. Apabila tim menemukan bukti pelanggaran etik dalam penelusuran nanti, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) sudah siaga untuk memroses. Mereka akan disidang etik. Namun, jika tim menemukan unsur pidana dalam penguasaan aset tersebut, Kejaksaan tak akan ragu mengusutnya hingga ke ranah kriminal. Tidak ada ampun.
“Ini bukan sekadar getok tulia biasa. Ini adalah warning paling keras yang pernah ada. Tidak hanya untuk oknum di Jakarta saja yang kita incar. Kami juga akan menyapu bersih jaksa-jaksa nakal di luar Jakarta yang ikut-ikutan memanfaatkan situasi,” tegasnya.
Perlu diketahui, di tengah sambutan ulang tahun BPA, Jaksa Agung sempat buka suara tentang fakta lapangan yang memprihatinkan. Ia mengungkapkan betapa banyak aset negara yang seharusnya diamankan, justru berakhir sebagai “milik” pribadi para jaksa secara ilegal.
“Saya tahu persis kondisinya. Masih banyak aset-aset kita yang tercecer di mana-mana. Aset yang seharusnya menjadi milik institusi dan negara, malah di-hak-in (diklaim sepihak) oleh para jaksa. Saya sorot khusus untuk wilayah Jakarta Pusat. Ini harus segera berhenti,” ungkapnya dengan nada kesal.
Ia lantas memberikan contoh konkret. “Banyak apartemen mewah di pusat kota yang bukan milik jaksa. Tapi nyatanya, mereka tempati seenaknya. Mereka diam-diam berharap saya lupa bahwa aset itu masih ada di tangan mereka. Coba kalian telusuri apartemen-apartemen itu, silakan. Saya tahu persis mana yang benar dan mana yang bermasalah,” ancamnya lagi, menunjukkan bahwa intelijennya sudah bekerja.
Jaksa Agung kemudian menegaskan bahwa praktik kotor semacam ini harus dihentikan segera. Sebab, aset sitaan ini bukan mainan. Uang dan barang tersebut harus dikelola dengan profesional untuk kemudian dikembalikan ke kas negara. Tujuannya mulia: memulihkan kerugian keuangan negara yang selama ini dikorupsi para tersangka.
“Saya harap tim BPA segera mengumpulkan semua data ini. Tidak boleh ada kompromi lagi. Siapa pun oknumnya, pejabat atau staf biasa, yang masih memakai atau menguasai aset sitaan tanpa izin resmi dari BPA, harus siap-siap menghadapi risiko,” tutupnya.
Dengan instruksi ini, publik kini menanti gebrakan nyata. Apakah Kejaksaan Agung benar-benar serius membersihkan kandangnya sendiri, atau hanya akan menjadi wacana manis di atas kertas? Yang pasti, Jaksa Agung sudah menembakkan pistol start. Kini, saatnya para jaksa nakal di luar sana mulai berkeringat dingin.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

