BANDUNG BARAT, Desapenari.id – Sebuah kejadian tak terduga bikin heboh para penumpang kereta api! Alih-alih sampai tujuan dengan tenang, ratusan penumpang KA Papandayan justru mendadak “dilempar” naik kereta cepat Whoosh. Penyebabnya? Kereta api lain, yaitu KA Ciremai, tiba-tiba anjlok di jalurnya pada Rabu (1/4/2026). Akibat insiden ini, pihak operator pun buru-buru mengalihkan para pelancong yang semula ingin menikmati perjalanan santai menjadi petualangan super cepat menuju Jakarta.
Sesuai laporan yang berhasil dihimpun, pengalihan dramatis ini langsung diputuskan setelah perjalanan kereta api di jalur tersebut benar-benar lumpuh total. Untuk mengantisipasi kepanikan yang lebih besar, manajemen pun sigap mengambil tindakan. Singkat cerita, para penumpang KA Papandayan yang tadinya melaju dari Garut menuju Gambir itu mendadak tidak bisa melanjutkan perjalanan seperti biasa. Mereka pun kemudian diarahkan menuju stasiun yang berbeda.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, dengan tegas membenarkan kabar mengejutkan ini. Menurut pengakuannya, PT KAI dan KCIC langsung bergerak cepat layaknya tim penyelamat. “Benar, informasi itu akurat. Kami dari KAI langsung berjibaku berkoordinasi dengan KCIC. Tujuannya jelas, yaitu mengakomodir semua penumpang KA Papandayan yang perjalanannya terganggu,” ujar Emir saat dikonfirmasi dengan nada penuh kepastian pada Rabu (1/4/2026). Ia menambahkan bahwa para penumpang yang berangkat dari Stasiun Garut pukul 12.40 WIB itu tidak boleh dibiarkan kebingungan di tengah jalan.
Tiket Whoosh GRATIS! Penumpang Hanya Perlu Pasrah dan Nikmati Perjalanan Mewah
Yang membuat cerita ini makin heboh adalah, para penumpang tersebut sama sekali tidak dimintai biaya tambahan. Bayangkan, mereka yang tadinya cuma membayar tiket kereta biasa, tiba-tiba mendapat “upgrade” kelas ke kereta super cepat Whoosh tanpa merogoh kocek sepeser pun! Emir menjelaskan dengan rinci bahwa proses perpindahan ini tidak merepotkan. Para penumpang yang terdampak langsung diarahkan menuju Stasiun Padalarang. Dari sanalah mereka kemudian “dilepaskan” menggunakan layanan kereta cepat dengan beberapa jadwal keberangkatan yang sudah disiapkan.
“Penumpang KA Papandayan tersebut dengan terpaksa namun nyaman kami alihkan menggunakan layanan Whoosh. Keberangkatan mereka mulai pukul 16.23 WIB dari Stasiun Padalarang. Tentu saja, semua jadwal ini kami sesuaikan dengan ketersediaan tempat duduk,” jelas Emir sambil memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal.
Hasilnya? Hingga pukul 18.00 WIB, tercatat sudah 385 penumpang KA Papandayan yang berhasil “diselamatkan” dan diberangkatkan menuju Stasiun Halim. Bayangkan, hampir 400 orang itu meluncur dengan kecepatan super tinggi tanpa harus mengeluarkan uang tambahan. Pihak KCIC pun mencatat angka ini sebagai salah satu bentuk darurat siaga yang berhasil ditangani dengan solusi kreatif.
“Ya, hingga pukul 18.00 WIB tadi, sebanyak 385 penumpang KA Papandayan sudah kami akomodir menggunakan Whoosh. Dan yang paling penting, mereka semua kami berangkatkan menuju Stasiun Halim tanpa dikenakan biaya alias GRATIS total,” tegas Emir dengan bangga.
Sebagai penutup, pengalihan moda transportasi massal ini dilakukan oleh PT KAI sebagai bentuk tanggung jawab penuh. Keputusan ini diambil agar gangguan perjalanan akibat kereta anjlok tidak membuat para penumpang semakin menderita. Dengan solusi ini, para pelancong yang semula kesal dan cemas akhirnya tetap bisa melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Alih-alih terlambat berjam-jam, mereka justru merasakan sensasi menembus lintasan dengan kecepatan 350 km/jam. Sebuah “musibah” yang berakhir manis, bukan?
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

