LAMPUNG, Desapenari.id – Sebuah tragedi mencekam sekaligus memilukan menerpa keluarga besar Polresta Bandar Lampung pada Minggu dinihari (4/1/2026). Lebih tepatnya, suasana haru dan duka langsung menyelimuti korps Bhayangkara usai sebuah mobil dinas polisi mengalami kecelakaan tunggal yang benar-benar dahsyat. Bahkan, kecelakaan ini tak hanya merenggut satu nyawa anggota polisi, tetapi juga melukai tiga orang lainnya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Mari kita ikuti secara detail kronologi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber terpercaya.
Pukul 05.00 WIB, suasana masih gelap dan sunyi. Pada saat-saat kebanyakan warga masih terlelap, sebuah mobil dengan nomor polisi BE 1281 TP justru melesat dengan kecepatan tinggi. Sebagai informasi, kendaraan itu melaju dari arah Kecamatan Kedaton dengan tujuan menuju Kecamatan Langkapura. Kemudian, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan tim ahli, mobil tersebut diduga kuat mengalami kehilangan kendali secara tiba-tiba. Alhasil, mobil itu pun langsung menghujam keras ke sebuah tiang listrik di sisi kanan jalan.
Akibat benturan yang sangat keras, mobil tersebut tidak langsung berhenti. Malahan, badan kendaraan terpental hebat ke area tempat cucian mobil yang berada tak jauh dari lokasi tumbukan pertama. Kemudian, keadaan mobil pun menjadi ringsek total di bagian depan dan samping. Lebih parah lagi, dampak kecelakaan ini langsung terlihat nyata: satu orang dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian, sementara tiga penumpang lainnya terjebak di dalam reruntuhan besi dengan luka yang sangat serius.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung, Kompol GM Angga Satrya Wibawa, secara resmi membenarkan kabar duka ini. Beliau menyatakan dengan tegas bahwa korban yang meninggal dunia adalah Bripda HA, seorang anggota muda Polresta Bandar Lampung yang sedang bertugas. Selanjutnya, Kompol Angga juga membacakan identitas ketiga korban luka berat. Mereka adalah Bripda BP serta dua orang perempuan berinisial LF dan DP. Saat ini, ketiganya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan kondisinya dilaporkan masih sangat kritis.
Kini, tim penyidik dari Polresta Bandar Lampung tengah bekerja keras mengumpulkan semua bukti dan keterangan. Mereka secara aktif memeriksa kondisi kendaraan yang sudah dievakuasi ke Mapolresta. Selain itu, para penyidik juga terus mengembangkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata yang melihat kejadian. Seluruh proses penyelidikan dilakukan dengan sangat hati-hati dan profesional untuk memastikan tidak ada satu pun fakta yang terlewat.
Faktor kecepatan tinggi di jalan berkelok menjadi titik perhatian utama penyelidikan. Jalan Pagar Alam yang dikenal memiliki beberapa tikungan ternyata menjadi lokasi yang berbahaya bila dilalui dengan kecepatan di atas rata-rata. Oleh karena itu, pihak kepolisian menduga kuat bahwa kombinasi kecepatan tinggi dan medan jalan yang tidak lurus menjadi pemicu utama sopir kehilangan kendali. Namun, tentu saja kesimpulan final hanya bisa diberikan setelah proses penyelidikan dinyatakan lengkap dan komprehensif.
Masyarakat sekitar lokasi kejadian pun dikejutkan oleh suara benturan keras yang menggelegar. Beberapa warga yang diwawancarai menyatakan, mereka langsung bergegas ke lokasi untuk menolong. Akan tetapi, kondisi mobil yang hancur dan posisi korban yang terjepit membuat upaya pertolongan awal menjadi sangat sulit. Akhirnya, tim gabungan dari kepolisian dan pemadam kebakaran harus dikerahkan untuk mengevakuasi semua korban dengan menggunakan peralatan khusus.
Tragedi ini jelas meninggalkan duka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh rekan-rekan di kesatuan. Bripda HA, yang gugur dalam tugas, kini harus ditinggalkan untuk selamanya. Sementara itu, doa dan harapan untuk kesembuhan terus mengalir bagi Bripda BP, LF, dan DP yang masih berjuang antara hidup dan mati. Masyarakat Lampung pun turut berduka dan berharap insiden mengerikan seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari.
Pihak kepolisian pusat juga disebutkan memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Mereka meminta seluruh proses hukum dan penyelidikan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Selain itu, imbauan untuk selalu berkendara dengan hati-hati, terutama di jalan yang berliku, kembali digaungkan. Sebab, keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa kita anggap remeh.
Akhir kata, kecelakaan tragis di Bandar Lampung ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua tentang betapa berharganya nyawa. Kecepatan boleh membuat perjalanan lebih singkat, tetapi nyawa yang hilang tidak akan pernah bisa kembali. Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam berkendara. Semoga almarhum Bripda HA diterima di sisi-Nya, dan ketiga korban luka segera pulih dan diberikan kekuatan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

