SUKABUMI, Desapenari.id – Warga Palabuhanratu dikejutkan oleh insiden kebakaran dahsyat yang melahap habis sebuah truk pengangkut gas elpiji 3 kilogram. Peristiwa mengerikan itu terjadi di Jalan Raya Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (26/3/2026) sore, tepatnya sekitar pukul 16.50 WIB. Mobil bak terbuka itu pun ludes dilalap si jago merah, menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai angka fantastis, Rp350 juta.
Danpos Damkar I Palabuhanratu, Aceng Ismail, langsung mengungkap fakta awal di lokasi kejadian. Menurutnya, api dengan cepat membakar kendaraan tersebut karena sumbernya langsung dari muatan yang mudah meledak. Diduga keras, kobaran api bermula dari salah satu tabung gas 3 kg yang mengalami kebocoran, dan dengan cepat menyambar seluruh bagian truk yang sarat muatan mudah terbakar itu.
Aceng lalu menjelaskan kronologi lengkapnya. Kejadian berawal saat mobil Colt Diesel bermuatan gas LPG 3 kg itu tengah melaju dengan tenang dari arah Kota Sukabumi menuju Cidadap, Kabupaten Sukabumi. Sang sopir belum menyadari adanya bahaya yang mengintai dari belakang. Namun, secara tiba-tiba, seorang pengendara motor tak dikenal mengejar kendaraannya. Dengan sigap, pengendara tersebut menghampiri sisi samping mobil sambil berteriak memberikan peringatan darurat. Ia memberitahu bahwa di dalam bak belakang mobil sudah terlihat kepulan asap dan api mulai menjilat tabung-tabung gas.
“Begitu sopir mengetahui ada kabar bahwa terjadi kebakaran di bak mobil dan ada tabung yang bocor, ia langsung berhenti di pinggir jalan,” ujar Aceng dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2026) malam. Tanpa membuang waktu, sopir itu pun berusaha keras mengendalikan situasi. Ia mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun api dengan cepat membesar karena terus mendapat suplai dari gas yang bocor. Situasi pun berubah mencekam dalam hitungan menit.
Melihat usahanya tak kunjung membuahkan hasil dan api justru semakin membesar membahayakan warga sekitar, sang sopir kemudian berinisiatif lari meminta bantuan warga. Warga sekitar yang melihat kepulan asap hitam pun sontak panik. Mereka dengan sigap tidak hanya membantu menjauhkan kendaraan lain, tetapi juga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian. Berkat laporan cepat warga, bantuan pun segera dikerahkan.
Tak lama berselang, satu unit mobil pemadam kebakaran beserta petugas kepolisian dari Polsek setempat tiba di lokasi dengan cepat. Damkar langsung menyemprotkan air ke pusat api, sementara pihak kepolisian dengan sigap melakukan pengaturan lalu lintas. Mereka membatasi akses jalan untuk mencegah kemacetan parah dan menghindari risiko ledakan susulan yang bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Selama lebih dari satu jam, petugas berjibaku melawan kobaran api. Berkat kerja keras dan koordinasi yang solid, api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya sekitar pukul 18.35 WIB.
Aceng pun menegaskan kembali penyebab utama kebakaran. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, pihaknya memastikan bahwa sumber api berasal dari kebocoran tabung gas LPG 3 kg di dalam bak truk. Namun, ia mengakui bahwa masih ada satu teka-teki yang belum terpecahkan. Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki asal muasal percikan api pertama yang memicu kebakaran tersebut. Apakah berasal dari puntung rokok, gesekan benda logam saat mobil melaju, atau faktor kelistrikan kendaraan, masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Meskipun insiden ini terbilang sangat mengerikan dan menyebabkan kerugian materi yang besar, namun ada satu hal yang patut disyukuri. Aceng menegaskan bahwa dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan satu unit truk dan puluhan tabung gas melon itu, beruntung tidak sampai memakan korban jiwa. Baik sopir, kernet, maupun warga sekitar semuanya selamat. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp350 juta, meliputi kendaraan dan muatan yang hangus terbakar,” pungkas Aceng menambahkan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

