PASAMAN BARAT, Desapenari.id – Mimpi buruk menghantui warga Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Seekor beruang madu tiba-tiba berubah menjadi mesin penghancur! Dalam dua hari beruntun, Sabtu (14/2/2026) dan Minggu (15/2/2026), hewan buas itu mengamuk dan melukai warga hingga petugas. Bayangkan, total empat orang harus berkalang darah akibat keganasan satwa liar ini, termasuk seorang petugas BKSDA yang sebenarnya datang untuk menyelamatkan!
Semua bermula pada Sabtu pagi yang cerah, sekitar pukul 08.00 WIB. Suasana persawahan yang biasanya damai berubah menjadi neraka dalam sekejap. Saat sekelompok warga asyik memanen padi, seekor beruang madu melesat dari semak-semak! Tanpa peringatan, ia langsung menerjang para petani yang tak sempat lari.
Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, mengonfirmasi dengan nada prihatin bahwa serangan pertama itu merobek tubuh tiga orang warga. “Saat kejadian, para korban sedang beraktivitas di area persawahan. Seekor beruang tiba-tiba muncul dan menyerang,” ungkap Edi.
Ketiga korban yang beruntung masih bernyawa adalah Aidil Putra (20) asal Barulak, Sabri (65) dari Talu, dan Maijasman (63) juga warga Barulak. Darah mewarnai hamparan sawah saat warga lain berteriak histeris. Dengan cepat, warga mengevakuasi para korban ke RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu. Setelah puas mengamuk, beruang itu lari tunggang-langgang ke arah perbukitan setelah dihalau warga dengan berbagai cara.
Keesokan harinya, tim gabungan bergerak cepat. Mereka ingin mengakhiri teror ini. Namun, alam berkata lain. Pada Minggu sore sekitar pukul 14.00 WIB, saat tim sedang fokus melakukan penelusuran, beruang itu kembali muncul seperti hantu! Serangan kali ini lebih dramatis karena menyasar petugas yang sedang bertugas.
Nahas menimpa salah satu anggota tim BKSDA. Saat ia bersiap membidikkan senapan bius, beruang licik itu bergerak lebih cepat. Ia menyergap petugas tersebut dari posisi yang tak terduga. “Beruang ini muncul kembali dan menyerang satu orang petugas kami. Saat itu, petugas hendak membius beruang dengan tembakan, tetapi diserang secara mendadak,” ucap Edi dengan nada getir.
Akibat serangan kilat itu, petugas malang tersebut mengalami luka robek menganga di kaki kirinya, tepat di atas pergelangan. Tim medis langsung menjahit lukanya yang cukup parah dengan lima jahitan. Ironis, bukan? Yang datang untuk menyelamatkan malah ikut menjadi korban.
DARURAT! Tim Gabungan Masih Buru Beruang
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BKSDA Pasaman Barat, BKSDA Agam, Centre for Orangutan Protection (COP), dan perangkat nagari setempat masih terus memburu pergerakan satwa tersebut. Mereka tak ingin kecolongan lagi. Setiap pergerakan beruang terus mereka pantau dari jarak aman.
Edi Susilo dengan tegas mengeluarkan imbauan darurat kepada seluruh warga. Ia meminta masyarakat untuk tidak bermain pahlawan dengan melakukan pengejaran sendiri. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pengejaran karena risikonya terlalu tinggi jika berhadapan langsung dengan satwa liar tersebut,” pungkasnya dengan nada memperingatkan.
Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif. Namun, jangan salah, petugas masih berjaga siang dan malam. Mereka ingin memastikan arah pelarian beruang dan menjamin tidak ada lagi korban berjatuhan di Nagari Sinuruik. Akankah beruang ini tertangkap sebelum menyerang lagi? Kita tunggu perkembangan selanjutnya!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

