JAKARTA, Desapenari.id – Dentuman tembakan menggelegar di lereng-lereng Tembagapura, Mimika, Senin (2/3/2026) lalu. Bukan suara tambang yang terdengar, melainkan aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang akhirnya harus berhadapan dengan murka Tim Patroli Koops TNI Papua. Dalam baku tembak sengit yang terjadi, satu anggota OPM dipastikan tewas bersimbah darah, sementara enam rekannya kini hanya bisa pasrah setelah dibekuk aparat.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, dalam sebuah keterangan pers yang dirilis pada Rabu (4/3/2026). Dengan nada tegas, ia membeberkan kronologi lengkapnya.
Kisah heroik ini berawal dari sebuah aksi pengecut yang dilakukan OPM. Mereka dengan brutal melepaskan tembakan membabi buta ke arah sebuah sekolah yang berada di pemukiman warga. Akibatnya, seorang ibu rumah tangga tak berdaya harus merasakan panasnya timah panas. Peluru mengoyak tangan dan kakinya, membuat perempuan malang itu terkapar bersimbah darah.
Begitu menerima laporan dari warga yang panik, tim patroli tak tinggal diam. Mereka langsung bergerak cepat, membelah kabut tebal Tembagapura menuju lokasi kejadian. Tujuan utama mereka jelas: mengamankan situasi yang kian memanas dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Tim penyelamat bergerak dengan kecepatan penuh, memprioritaskan nyawa warga sipil di atas segalanya.
Saat tim tiba di lokasi dan mulai proses evakuasi, situasi berubah mencekam. Kelompok bersenjata itu kembali menunjukkan taringnya. Mereka tak segan-segan mengarahkan laras senjatanya ke personel TNI yang sedang menjalankan tugas mulia. Suara letusan pertama memecah kesunyian. OPM menembaki personel yang sedang fokus mengamankan perimeter dan mengevakuasi warga.
Melihat nyawa anak buahnya terancam dan serangan membahayakan warga sekitar, Komandan Tim Patroli langsung mengambil keputusan tepat. Mereka tak bisa lagi bersikap defensif. Dengan perhitungan taktis dan terukur, tim patroli melepaskan tembakan balasan. Pertempuran jarak dekat pun tak terhindarkan di jantung bumi Mimika.
Dalam pertempuran singkat namun menegangkan itu, tim patroli unjuk gigi. Akurasi tembakan mereka tak perlu diragukan. Satu orang anggota OPM terlihat terhuyung dan akhirnya roboh tak bergerak setelah dihajar timah panas. Dua rekannya yang lain? Mereka tak berkutik. Enam orang berhasil dilumpuhkan dan langsung digelandang dari lokasi kejadian.
Seusai kontak tembak dan situasi benar-benar kondusif, tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat aksi kriminal kelompok tersebut. Dari tangan para pelaku, aparat menyita satu pucuk pistol FN yang masih menyisakan bau mesiu, lengkap dengan tiga butir munisi kaliber 9 mm yang siap pakai. Tak hanya senjata api, mereka juga mengamankan satu pucuk senapan angin, panah dan busur yang masih tajam, serta sebuah power bank yang diduga用于 komunikasi. Petugas masih mendata barang bukti lainnya yang ditemukan di lokasi.
Letkol Inf Wirya Arthadiguna menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di Bumi Cenderawasih. Pasca insiden ini, pihaknya tak akan lengah. Sebaliknya, mereka justru akan memperkuat jaring pengamanan di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Kami akan terus perkuat pengamanan wilayah. Ini semua demi menjamin keselamatan masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah,” tegas Wirya mengakhiri pernyataannya.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

