PONOROGO, Desapenari.id – Heningnya senja yang biasa menyelimuti Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam. Jelang azan Magrib berkumandang, sebuah ledakan super dahsyat menggelegar, merobek ketenangan, dan menyisakan duka yang mendalam. Warga yang sedang bersiap berbuka puasa sontak berhamburan keluar rumah, bukan untuk menyantap hidangan, melainkan menyaksikan pemandangan mengerikan: sebuah rumah hancur dan seorang remaja meregang nyawa.
Ledakan mengerikan ini diduga kuat bersumber dari rumah milik Minten, seorang warga RT 02 RW 02. Suara keras yang memecah telinga itu persis terjadi sekitar pukul 17.25 WIB, waktu di mana sebagian besar warga mulai menata hati untuk menyambut waktu berbuka. Namun, bukannya suara beduk atau lantunan ayat suci, yang ada hanyalah dentuman yang membuat bumi terasa bergetar.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, langsung angkat bicara. Dengan nada serius, ia menjelaskan kepada awak media melalui pesan singkat pada Minggu (1/3/2026) bahwa timnya saat ini masih sibuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Dugaannya kuat berasal dari ledakan petasan. Kami mendapati tiga orang korban, satu di antaranya meninggal dunia, sementara yang lainnya menderita luka-luka. Kami masih bekerja di lapangan untuk memastikan semuanya,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sumoroto, Kompol Haryo Subiantoro, memberikan detail lebih lanjut mengenai kronologi singkatnya. Ia menjelaskan bahwa petasan rakitan itulah biang kerok dari semua kekacauan ini. Betapa tidak, kekuatan ledakannya bukan main-main. Atap rumah nyaris semuanya hancur lebur, berserakan tak karuan. Dinding-dinding kokoh penyangga rumah pun ikut retak-retak, menyisakan struktur bangunan yang nyaris rubuh. “Sumbernya jelas dari dalam rumah. Ledakannya begitu kuat hingga membuat struktur bangunan ambruk,” tegas Kompol Haryo.
Kepanikan pun tak terhindarkan. Warga sekitar yang sedari tadi sudah was-was karena mendengar suara mencurigakan, langsung berhamburan menuju sumber suara. Bukan karena ingin tahu, melainkan dorongan kemanusiaan yang kuat untuk segera memberikan pertolongan. Mereka bergotong royong, berusaha mengevakuasi siapa pun yang terjebak di dalam reruntuhan.
Siswanto, selaku Kamituwo Dusun Pendem, masih tampak terkejut ketika menceritakan pengalamannya. Ia mengaku baru saja selesai bersiap-siap di rumah ketika telinganya menangkap suara ledakan yang sangat keras. “Ledakannya itu dahsyat, Mas. Saya dengar langsung dari rumah, kencang banget. Tanpa pikir panjang, saya langsung berlari ke sini. Saya enggak nyangka kalau dampaknya separah ini,” ungkapnya dengan nada getir di lokasi kejadian.
Nahas, di tengah puing-puing rumah yang hancur, tim penyelamat menemukan korban jiwa. Seorang remaja laki-laki bernama Rifa Kurnia Putra (16) dinyatakan tewas di tempat. Kepergian bocah belia ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Usianya yang masih sangat muda harus berpulang dalam peristiwa tragis yang seharusnya bisa dihindari.
Selain Rifa, ledakan dahsyat itu juga melukai dua orang lainnya. Mereka adalah Ahmad Fatoni (20), seorang warga Desa Morosari, dan Hindar Agusta (23), warga Desa Plosojenar. Keduanya dilaporkan mengalami luka bakar yang cukup serius di beberapa bagian tubuh. Kondisi mereka langsung menjadi prioritas utama. “Kedua korban selamat ini langsung kami larikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi mereka masih dalam penanganan tim medis,” tambah Siswanto.
Kini, suasana di Dusun Cuwet berubah drastis. Rumah Minten yang megah itu kini hanya menyisakan puing-puing dan dinding yang retak-retak. Serpihan atap beterbangan di mana-mana. Warga yang lalu lalang masih menyisakan raut wajah penuh tanda tanya. Mereka bergumam, bertanya-tanya bagaimana bisa petasan rakitan memiliki kekuatan ledak sehebat bom.
Peristiwa menjelang Magrib berdarah ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Bahwa permainan tradisional yang salah penanganan bisa berubah menjadi malapetaka. Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam, tak hanya untuk mencari tahu jenis petasan apa yang meledak, tetapi juga memastikan apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan di balik peristiwa nahas ini. Yang jelas, satu nyawa melayang dan dua lainnya terluka, hanya karena dentuman sesaat yang berubah menjadi duka selamanya.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

