Desapenari.id – Sebuah peristiwa kecelakaan tunggal yang cukup mencekam justru terjadi di pagi buta, Jumat (16/1/2026) lalu. Lebih tepatnya, sekitar pukul 05.45 WIB, sebuah truk dump bermuatan penuh 25 ton beras bernopol L 8683 UDD tiba-tiba saja terguling di Simpang Gamol, Jalan Lingkar Salatiga (JLS). Akibatnya, kawasan Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti itu langsung menjadi ruang kejadian perkara (TKP) yang berantakan. Meskipun tidak merenggut korban jiwa, kejadian ini pasti membuat jantung para saksi mata berdebar-debar karena sopir truk tersebut, Ahmad Jupri (55), harus dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka-luka.
Lantas, apa yang sebenarnya memicu insiden berbahaya ini? Menurut hasil pemeriksaan sementara di lokasi, truk yang sedang melaju dari arah Tingkir menuju Blotongan itu diduga kuat mengalami gangguan fungsi rem secara mendadak. Bayangkan saja, di tengah kecepatan dan muatan super berat, tiba-tiba sistem pengereman tak merespons! Akibatnya, sang sopir yang merasa kehilangan kendali pun melakukan manuver nekat dengan membanting setir ke kiri. Namun sayang, bukannya selamat, truk itu malah menghantam keras pembatas jalan (guardrail) di sisi kiri.
Benturan keras itu bukan main-main dampaknya. Tidak hanya merusak bodi truk, benturan tersebut juga merobohkan sejumlah pohon dan bahkan sebuah tiang listrik di pinggir jalan. Kemudian, dengan muatan yang tidak seimbang, truk berton-ton itu pun akhirnya terguling. Truk yang terguling itu langsung memblokir hampir seluruh badan jalan dari arah Tingkir ke Blotongan, sehingga otomatis memacetkan arus lalu lintas pagi itu. Sebagai respons cepat, anggota Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga langsung turun tangan. Mereka segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan sistem dua arah pada jalur yang tersisa di sebelahnya, agar kendaraan lain tidak terjebak kemacetan panjang.
Sementara proses pengaturan arus lalu lintas berlangsung, proses evakuasi korban juga dilakukan dengan sigap. Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang datang ke lokasi segera mengevakuasi Ahmad Jupri dari kabin truk. Sopir asal Papringan Dukuh Kidul, Bojonegoro, itu lalu segera dilarikan menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit. Di sisi lain, pemandangan di TKP pun tampak porak-poranda oleh ratusan karung beras yang berserakan akibat badan truk yang terguling.
Untuk mengamankan barang berharga negara tersebut, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga pun bergerak cepat. Mereka tidak bekerja sendirian; warga sekitar yang melihat kejadian juga ikut serta membantu mengumpulkan karung-karung beras yang berserakan itu. Setelah semua terkumpul, seluruh muatan beras tersebut kemudian dibawa dan diamankan sementara di Kantor BPBD Kota Salatiga, menunggu proses lebih lanjut dari pihak yang berwenang dan pemilik muatan.
Kasat Lantas Polres Salatiga, AKP Henry Sulistiyanta, kemudian mengonfirmasi dan menjelaskan kronologi kejadian ini kepada awak media. Menurutnya, kecelakaan ini murni merupakan kecelakaan tunggal yang hanya melibatkan satu kendaraan. “Berdasarkan pemeriksaan awal kami,” jelas Henry dengan tegas, “penyebab utama diduga kuat adalah gagal fungsi atau gangguan pada sistem rem truk tersebut.” Ia melanjutkan penjelasan detailnya, “Truk dump itu melintas dari Tingkir ke Blotongan. Nah, saat sampai di lokasi kejadian, rem diduga tidak berfungsi. Pengemudi pun kehilangan kendali dan akhirnya menabrak guardrail serta tiang lampu penerangan jalan sebelum terguling.”
Melihat fakta di lapangan ini, AKP Henry Sulistiyanta tidak lupa memberikan imbauan keras kepada seluruh pengendara, khususnya para sopir angkutan barang berat. “Kejadian ini harus menjadi peringatan keras bagi kita semua,” serunya. “Gangguan teknis, terutama pada kendaraan berat bermuatan besar, sangat berpotensi memicu kecelakaan hebat yang merugikan banyak pihak.” Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya budaya pemeriksaan kendaraan secara rutin dan menyeluruh. “Pemeriksaan berkala sebelum kendaraan dioperasikan, terutama pada sistem vital seperti rem, adalah kunci utama keselamatan berkendara. Jangan sampai karena lalai, nyawa kita dan orang lain menjadi taruhannya,” pesannya penuh penekanan. Pada akhirnya, insiden ini bukan sekadar berita kecelakaan biasa, melainkan alarm pengingat akan pentingnya keselamatan dan tanggung jawab di setiap pengendara, khususnya yang mengemudikan kendaraan besar di jalan umum.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

