JAKARTA, Desapenari.id – Anggota Komisi IX DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa, secara tegas mendesak pemerintah untuk segera mengantisipasi ancaman penularan virus influenza A (H3N2) subklad K atau yang dikenal sebagai ‘super flu’. Jangan sampai kita terlambat! Peringatan ini ia sampaikan tanpa perlu menunggu adanya lonjakan kasus di dalam negeri, mengingat super flu sudah menyebar ke sejumlah negara tetangga seperti China, Korea Selatan, Jepang, hingga Singapura.
“Kami meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, untuk segera mengambil langkah antisipasi sejak dini,” tegas Neng Eem dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026). Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sangat penting. Mengapa demikian? Sebab, cara ini terbukti efektif menekan penularan virus pernapasan, termasuk influenza.
Sebagai langkah pencegahan awal, penggunaan masker dinilainya dapat menjadi senjata ampuh untuk mencegah penularan super flu semakin meluas. Namun, itu saja tidak cukup! Selain pencegahan di tingkat masyarakat, Neng Eem mendesak agar pemerintah secara serius memastikan kesiapan tenaga medis, ketersediaan alat pelindung diri (APD), sistem deteksi dini, hingga mekanisme penanganan pasien yang komprehensif.
“Ingat, kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) menjadi faktor penentu agar kasus tidak melonjak tajam,” paparnya. Ia pun menegaskan bahwa ini bukan upaya untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan bentuk nyata perlindungan negara terhadap kesehatan publik. Karena itu, ia kembali mendesak pemerintah untuk segera bertindak tanpa harus menunggu terjadinya lonjakan kasus.
“Faktanya, pencegahan jauh lebih murah dan lebih efektif dibanding penanganan ketika kasus sudah meluas,” ujar Neng Eem. Menurutnya, koordinasi lintas sektor dan kesiapan layanan kesehatan sama sekali tidak boleh ditunda. Selanjutnya, ia juga mengingatkan pentingnya imunisasi influenza untuk menurunkan risiko keparahan jika seseorang terinfeksi. “Pada dasarnya, penggunaan masker, kesiapan faskes, dan imunisasi harus berjalan beriringan agar dampak super flu dapat ditekan secara maksimal,” sambungnya.
Fakta Mengejutkan: 62 Warga RI Telah Terinfeksi Super Flu
Sementara itu, data resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mencatat fakta yang patut diwaspadai: terdapat 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia hingga Desember 2025 lalu! Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menyampaikan bahwa kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Artinya, ancaman itu sudah nyata di depan mata.
Sebagai langkah pencegahan penyebaran super flu yang utama, masyarakat pun diminta untuk disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu, menjaga daya tahan tubuh dan mendapatkan vaksinasi influenza tahunan sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Kabar baiknya, vaksin influenza tetap dinilai efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.
Prima juga menjelaskan latar belakang globalnya. Ternyata, peningkatan kasus influenza A(H3) secara global mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin di belahan bumi utara. Perlu diketahui, Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan dalam waktu singkat telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.
Bagaimana dengan Asia? Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. Meski demikian, ada informasi yang sedikit melegakan dari penjelasan Prima. Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K dinyatakan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibanding varian influenza musiman lainnya. Walaupun begitu, kewaspadaan dan langkah antisipasi tetap harus menjadi prioritas utama untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas.
Jadi, apa yang harus kita lakukan? Pesannya jelas: pemerintah diminta untuk proaktif, sementara masyarakat diharapkan patuh pada protokol kesehatan. Dengan kata lain, kolaborasi antara kesiapan sistem kesehatan dan kedisiplinan individu adalah kunci untuk melindungi diri kita semua dari potensi lonjakan kasus super flu di tanah air. Ayo, bersama-sama kita cegah sebelum terlambat!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

