KARANGASEM, Desapenari.id – Sebuah peristiwa tragis dan mengerikan baru saja mengguncang wilayah Karangasem, Bali. Sebuah kecelakaan tunggal yang membuat bulu kuduk merinding terjadi di Jalan Raya Rendang-Kubu, tepatnya di Banjar Dinas Temakung, Desa Ban, Kecamatan Kubu. Betapa tidak, sebuah mobil Daihatsu Terios dilaporkan melaju kencang sebelum akhirnya terjun bebas ke jurang dengan kedalaman mencapai 100 meter. Akibatnya, sang pengemudi harus meregang nyawa di lokasi kejadian.
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (22/3/2026) sore sekitar pukul 17.00 Wita. Namun, kabar duka ini baru menyebar luas setelah pihak kepolisian merilis keterangan resmi pada keesokan harinya. Korban pun telah diidentifikasi, yaitu seorang pria berinisial IGS (31) yang merupakan warga asli Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem.
Kepala Seksi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, memberikan penjelasan detail mengenai kronologi kejadian yang memilukan ini. Pihaknya langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari warga sekitar. “Berdasarkan kesaksian dari beberapa orang di lokasi, korban diketahui baru saja selesai menghadiri acara kondangan. Diduga kuat, sebelum mengemudi, korban sempat mengonsumsi minuman keras (miras). Pada saat pulang itulah, kondisi korban diduga dalam pengaruh alkohol atau mabuk,” ungkap Artono saat dikonfirmasi awak media pada Senin (23/3/2026).
Lebih lanjut, Artono memaparkan bagaimana kecelakaan tunggal itu berawal. Korban mengemudikan mobilnya dari arah selatan menuju utara, tepatnya melintasi jalur dari Rendang menuju Kubu. Mobil Daihatsu Terios itu pun melaju di sepanjang rute yang dikenal memiliki kontur jalan menantang tersebut. Namun, ketika tiba di lokasi yang tak pernah diduga, kendaraan tersebut melewati sebuah tikungan tajam yang memang menikung ke kanan.
Di titik itulah, drama nahas dimulai. Alih-alih berhasil membelokkan kendaraan, sopir diduga kehilangan kendali penuh atas mobil yang dikemudikannya. Transisi dari tikungan kehilangan kendali itu pun berujung fatal. Mobil tersebut langsung keluar dari jalur badan jalan dan meluncur deras ke sisi kanan, di mana jurang dalam sudah menganga siap menelan.
“Mobil yang dikendarai korban kemudian terjun bebas ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter. Kejadiannya sangat cepat dan mengerikan,” ungkap Artono dengan nada prihatin. Tim gabungan dari kepolisian, BPBD, serta warga sekitar pun langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Mereka harus berjuang ekstra karena medan jurang yang terjal dan curam menyulitkan proses pengangkatan jenazah.
Setelah berhasil dievakuasi, kondisi korban pun ditemukan sangat memilukan. Akibat benturan keras saat mobil jatuh dan berguling di jurang, korban mengalami sejumlah luka berat yang tak terhindarkan. Tim medis yang melakukan identifikasi menemukan luka robek yang cukup parah di bagian dahi korban. Selain itu, terdapat lebam serius pada tangan kanan, serta cedera patah tulang pada kedua kaki korban. Tak hanya itu, luka robek juga ditemukan di bagian kaki lainnya.
Dengan temuan luka yang begitu kompleks dan parah, tak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawa IGS. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Akibat peristiwa ini, keluarga korban pun dilanda duka yang mendalam. Jenazah IGS kemudian langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kubu II Tianyar, Karangasem, untuk proses lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi kita semua akan bahaya mengemudi dalam kondisi tidak sadar. Lika-liku jalan di Bali yang terkenal dengan tanjakan dan turunan curam serta jurang-jurang dalam memang membutuhkan konsentrasi ekstra. Sekali hilang kendali, nyawa menjadi taruhannya. Polisi pun mengimbau agar masyarakat tak lagi mengabaikan keselamatan berkendara. Satu nyawa melayang, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

