Bandung, Desapenari.id – Pemerintah Kota Bandung benar-benar sudah angkat tangan dengan situasi darurat di atas fly over. Bukan macet, tapi ulah nekat warga yang menjadikan jalan layang itu sebagai “panggung” akhir hidup mereka. Melihat frekuensi kejadian yang semakin mengkhawatirkan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, langsung turun tangan. Dia tidak main-main; pasukan dari Kecamatan Bandung Wetan kini dikerahkan untuk memata-matai pergerakan mencurigakan di salah satu fly over milik pusat tersebut.
Hampir setiap tujuh hari, kata Farhan, selalu ada saja bayangan hitam yang mencoba melompat ke dalam jurang kematian di lokasi itu. Situasi ini, menurutnya, sudah masuk kategori darurat. “Forkopimcam Bandung Wetan saya perintahkan untuk berpatroli setiap hari, mengawasi setiap orang yang berhenti terlalu lama di sana,” ujar Farhan dengan nada tegang di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, pada Senin (9/3/2026) malam.
Karena titel kepemilikan jalan layang tersebut bukan milik Pemkot, Farhan tidak bisa serta-merta memasang pagar besi setinggi langit. Ia pun langsung mengangkat telepon dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. “Saya sedang menjalin komunikasi intens dengan pusat. Sebagai langkah awal, kami rencanakan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) terlebih dahulu. Sembari menunggu, tim teknis akan mengkaji opsi meninggikan pagar pengaman,” tuturnya.
Namun, Farhan cukup realistis. Ia khawatir pagar setinggi apa pun tidak akan menghentikan orang yang benar-benar berniat mengakhiri hidup. “Saya punya firasat buruk, kalau pagar ditinggikan pun, mereka pasti mencari cara untuk memanjat. Jadi, ini butuh pemikiran ekstra. Misalnya memasang jaring di bawah, itu juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jaringnya harus super kuat menahan beban tubuh. Belum lagi risiko orang tersebut membentur badan jembatan sebelum tersangkut jaring. Banyak sekali aspek teknis yang harus kami pertimbangkan secara matang,” paparnya panjang lebar.
Farhan tidak berhenti di situ. Ia akan segera duduk bersama Polrestabes Bandung untuk menyusun strategi keamanan. “Kami akan mengajak Polrestabes berdiskusi. Mereka kan punya satuan psikolog. Kita perlu merumuskan cara agar jembatan layang ini tidak lagi lekat dengan citra sebagai lokasi favorit aksi bunuh diri,” tambahnya.
Selain pengamanan fisik, Farhan mengungkapkan jurus pamungkas yang sedang disiapkan: deteksi dini sejak bangku sekolah. Ia mengaku prihatin dengan data yang mengejutkan. “Tim kami melakukan survei, dan hasilnya mencengangkan. Ada sekitar 75.000 anak sekolah di Kota Bandung, mulai dari tingkat SD hingga SMA, yang terindikasi mengalami stres ringan hingga depresi berat. Ini bom waktu,” ungkapnya.
Menurut Farhan, aksi bunuh diri adalah puncak gunung es dari akumulasi stres dan depresi yang tak terkelola. “Saya pelajari polanya, bunuh diri hampir tidak pernah terjadi secara spontan. Mereka biasanya sudah bergelut dengan depresi berat selama dua tahun terakhir. Jadi, kalau kita hanya fokus pada pagar jembatan, kita tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Yang harus kita lakukan adalah menangani akarnya sejak awal. Gangguan kejiwaan warga Kota Bandung harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Kabar baiknya, perhatian terhadap fenomena ini tidak datang hanya dari Balai Kota. Pemerintah pusat, kata Farhan, juga sedang merancang program besar. “Saya saat ini sedang menunggu program unggulan dari Kementerian Kesehatan. Mereka berencana menempatkan psikolog klinis untuk praktik langsung di puskesmas-puskesmas. Bayangkan, nanti di puskesmas ada layanan konsultasi psikologis gratis,” ujarnya dengan nada optimis.
Ia melanjutkan, program ini tidak berhenti di situ. Para psikolog tersebut nantinya akan digandeng untuk melatih para guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah-sekolah. “Dengan begitu, para guru BK akan memiliki kepekaan dan kemampuan untuk mengidentifikasi murid-murid yang sedang berjuang melawan gangguan psikologis. Mereka bisa mendeteksi lebih dini sebelum semuanya terlambat,” tandas Farhan mengakhiri pernyataannya.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

