Desapenari.id – Para politisi Iran kini dengan berani mendorong negaranya keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) seiring dengan eskalasi serangan dahsyat dari Amerika Serikat dan Israel ke wilayah mereka. Situasi ini benar-benar memanas!
Sebagai informasi, NPT merupakan perjanjian internasional bersejarah yang lahir pada tahun 1968 dengan tujuan mulia mencegah penyebaran senjata nuklir, mendorong perlucutan senjata secara global, dan mempromosikan penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Namun, Iran kini merasa perjanjian itu kehilangan maknanya.
Ebrahim Rezae, juru bicara komisi keamanan nasional parlemen Iran, dengan lantang menyatakan bahwa kesepakatan dalam perjanjian tersebut saat ini sama sekali tidak berarti apa-apa bagi negaranya. “Tidak ada artinya bagi Iran untuk tetap menjadi penandatangan perjanjian internasional karena tidak memberikan manfaat apa pun bagi kita,” tegas Ebrahim melalui unggahan di X pada Jumat (27/3/2026). Seruan ini langsung mengguncang publik internasional!
Isi RUU yang Bikin NATO Bergidik!
Pemerintah Iran dengan berani mengungkapkan bahwa rancangan undang-undang prioritas terkait keinginan mereka keluar dari NPT telah resmi diunggah ke portal parlemen daring dan akan segera ditinjau dalam waktu dekat. Langkah ini sungguh mengejutkan banyak pihak!
Perwakilan dari Teheran, Malek Shariati, menjelaskan secara rinci bahwa rancangan tersebut secara tegas akan menarik Iran keluar dari NPT, sekaligus mencabut seluruh hukum yang mengadopsi pembatasan nuklir terkait kesepakatan nuklir 2015 yang kini sudah tidak berlaku lagi. “Selain itu, RUU ini juga mendukung perjanjian internasional baru dengan negara-negara sehaluan, termasuk Organisasi Kerja Sama Shanghai dan BRICS, dalam pengembangan teknologi nuklir damai,” tambah Shariati saat dikutip dari Al Jazeera pada Sabtu (28/3/2026). Dukungan dari blok kekuatan baru ini tentu mengubah peta geopolitik global!
Kelompok garis keras Iran sebelumnya juga secara konsisten menuntut keluar dari NPT serta mengembangkan bom nuklir sebagai respons keras terhadap tekanan dari luar. Parlemen Iran pun bergerak cepat!
Proses Panjang Masih Menghadang!
Jika undang-undang kontroversial ini akhirnya disetujui oleh parlemen, maka undang-undang tersebut juga harus mendapat restu dari Dewan Garda, sebuah lembaga konstitusional super berpengaruh yang beranggotakan 12 orang, sebelum akhirnya bisa diterapkan oleh pemerintah. Prosesnya masih panjang namun sinyalnya sudah sangat jelas!
Media Iran dengan tegas menegaskan bahwa keluarnya Iran dari NPT sama sekali bukan berarti mereka akan langsung menggunakan persenjataan nuklir. “Keluar dari NPT bukan berarti bergerak menuju senjata nuklir, melainkan ini tentang mencegah berlanjutnya kegiatan mata-mata berbahaya oleh Amerika Serikat dan rezim Israel dengan kedok inspektur IAEA,” demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh media Iran, Tasnim, pada Sabtu (28/3/2026). Apakah dunia percaya dengan klaim ini?
Iran vs IAEA: Perang Opini Memanas!
Otoritas Iran sebelumnya dengan pedas menuduh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bersikap politis dan terlibat aktif dalam serangan terhadap fasilitas nuklir mereka. Tuduhan ini sangat serius!
Mohammad Mohkber, penasihat senior mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sekaligus mantan wakil presiden pertama di bawah mendiang Presiden Ebrahim Raisi, dengan lantang mengatakan bahwa Direktur IAEA Rafael Grossi adalah ‘mitra’ dalam kejahatan atas darah yang tertumpah dalam perang saat ini dan perang 12 hari pada Juni lalu. “Ia melalui laporan-laporan politis tentang aktivitas nuklir damai Iran, tidak mengutuk agresi terhadap fasilitas nuklir kami, dan kini dengan sengaja mendorong musuh untuk menyerang situs nuklir Iran. Tindakan ini akan membawa negara pada keputusan yang tidak dapat diubah,” ujarnya dengan penuh kemarahan pada Sabtu (28/3/2026). Peringatan ini sungguh mengerikan!
Sebelumnya, Grossi dalam wawancara awal bulan ini dengan blak-blakan mengatakan bahwa tidak ada perang yang mampu sepenuhnya menghancurkan program nuklir Iran, kecuali jika perang tersebut adalah perang nuklir dengan tingkat kehancuran yang tak terbayangkan. Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras!
Fada-Hossein Maleki, anggota komisi keamanan nasional parlemen Iran, dengan yakin menyatakan bahwa Grossi telah bertindak sebagai provokator hanya untuk menyenangkan Presiden AS Donald Trump. “Pernyataan tentang bom nuklir itu melanggar seluruh norma internasional dan merupakan tindakan provokatif yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Maleki. Ketegangan pun semakin tidak terkendali!
Pabrik Baja Iran Luluh Lantak Dihantam Rudal AS-Israel!
Sementara itu, suasana semakin mencekam ketika pasukan Israel dan AS secara signifikan meningkatkan serangan pada Jumat (27/3/2026) dan berhasil menghancurkan berbagai infrastruktur vital Iran. Operasi militer ini sangat masif!
Pesawat tempur dengan brutal membombardir fasilitas yellowcake (bubuk konsentrat uranium) yang sangat sensitif di Yazd dan Kompleks Air Berat Khondab yang berada di dekat Arak. Tiga proyektil mematikan juga jatuh di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, membuat dunia internasional semakin khawatir!
Serangan udara besar juga dengan tepat menghantam raksasa industri baja Iran, yakni kompleks Mobarakeh di Isfahan tengah dan kompleks Khuzestan di Ahvaz barat. Jalur produksi dan pembangkit listrik yang menyuplai mereka turut menjadi target empuk. Akibatnya, kompleks Ahvaz terpaksa mengumumkan penghentian total produksi hingga waktu yang belum ditentukan pada Sabtu. Kerugian ekonomi yang dialami Iran dipastikan sangat besar!
Pemboman brutal ini terjadi setelah Trump dua kali mengumumkan penundaan serangan destruktif terhadap pembangkit listrik Iran, yang menurutnya akan berlangsung hingga 6 April. Ia juga dengan percaya diri mengklaim bahwa negosiasi dengan Iran berjalan sangat baik, meskipun kedua pihak justru menunjukkan posisi yang saling bertentangan. Mana yang benar? Waktu yang akan menjawab!
Satu hal yang pasti: dunia kini tengah berada di ambang krisis nuklir paling serius dalam dekade terakhir. Apakah Iran benar-benar akan keluar dari NPT? Akankah perang skala penuh meletus? Semua mata tertuju pada Tehran dan Washington!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

