UNGARAN, Desapenari.id – Setelah menanti selama puluhan tahun, mimpi besar warga Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, akhirnya sebentar lagi menjadi kenyataan. Ya, pembangunan jembatan yang selama ini mereka harapkan bakal segera direalisasikan dalam waktu dekat!
Siapa sangka, selama puluhan tahun lamanya, warga lokal harus bersabar menanti hadirnya jembatan di atas Sungai Senjoyo. Lantas, mengapa jembatan ini begitu penting? Tentu karena fungsinya yang krusial untuk menunjang mobilitas sehari-hari, mulai dari pergerakan sosial, akses pendidikan, hingga roda perekonomian warga.
Lebih menariknya lagi, tanah bengkok milik Desa Wonokerto ternyata berada tepat di seberang sungai. Tak hanya itu, lokasi makam Buyutan dan Mbah Wali Mertongasono juga ikut berada di wilayah Dusun Pelem, Desa Wiru, Kecamatan Bringin. Bayangkan, betapa repotnya warga selama ini harus memutar jalan atau menyeberangi sungai setiap kali ingin mengakses tempat-tempat penting tersebut.
“Dulu, kalau warga mau ke makam atau ke tanah bengkok, ya terpaksa harus jalan menyeberangi sungai. Memang, saat air surut tidak terlalu dalam, tapi coba bayangkan kalau kondisi air normal? Kedalamannya bisa mencapai satu meter, lho!” ungkap Kepala Dusun Santren Desa Wonokerto, Andi Winarno, saat ditemui di kediamannya pada Rabu (8/4/2026).
Menurut penuturan Andi, jembatan yang bakal membentang di atas Sungai Senjoyo ini nantinya akan menghubungkan langsung Dusun Santren (Desa Wonokerto, Bancak) dengan Dusun Pelem (Desa Wiru, Kecamatan Bringin). Spesifikasinya pun cukup ideal: panjang bentangan mencapai 60 meter dengan lebar 1,8 meter.
“Kami desain jembatan ini utamanya untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Untuk kendaraan roda empat atau mobil, kami khususkan hanya untuk keperluan darurat, misalnya ambulans,” tambah Andi sambil tersenyum lega.
Tak pelak, kabar baik ini langsung disambut gegap gempita oleh seluruh warga setempat. Andi pun tak bisa menyembunyikan rasa harunya. “Tentu warga sangat senang dan menyambut gembira dengan terealisasinya pembangunan jembatan ini. Pasalnya, kami sudah sangat menanti-nanti. Memang pernah beberapa kali dilakukan survei, tapi kami terus bersabar menunggu realisasi. Alhamdulillah, tahun ini jembatan itu benar-benar menjadi kenyataan,” ujarnya dengan mata berbinar.
Rencana Pembangunan Jembatan: Target Mulai Pertengahan Tahun Ini!
Lantas, kapan pembangunan megah ini akan dimulai? Siapa dalang di balik terwujudnya proyek ini? Mari kita simak penjelasan berikutnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Sjaichul Hadi, memberikan bocoran menarik. Menurutnya, jembatan yang rencananya akan dinamai Jembatan Mbah Wali Mertongasono tersebut dipastikan bakal memulai proses konstruksinya pada pertengahan tahun ini. Keren, kan?
“Tim teknis dari Dirjen Bina Marga Kementerian PU serta DPU Kabupaten Semarang sudah bergerak cepat. Mereka sudah melakukan tinjauan lokasi secara langsung pada 1 April 2026 lalu,” ungkap Sjaichul dengan penuh optimisme.
Lebih lanjut, Sjaichul menjelaskan bahwa jembatan strategis yang menghubungkan akses Kecamatan Bancak dan Kecamatan Bringin ini diprediksi mampu memangkas jarak tempuh hingga sekitar 8 kilometer. Artinya, warga tak perlu lagi memutar jalan sejauh itu hanya untuk beraktivitas dari satu desa ke desa lainnya. Efisien, bukan?
Nah, untuk sektor pendidikan, jembatan ini juga bakal menjadi penyelamat. Mengapa demikian? Karena jembatan ini akan menjadi penghubung utama bagi warga Desa Wiru (Kecamatan Bringin) yang ingin menuju SMKN 1 Bancak, SMP Negeri 1 Bancak, dan SMP Islam Sudirman Bancak. Dulu, mereka harus memutar jauh, sekarang tinggal melintasi jembatan mulus ini!
Sjaichul pun membeberkan fakta mencengangkan. “Tahukah Anda? SMKN Bancak itu pada tahun 2004 muridnya hanya sekitar 20 orang. Namun sekarang, jumlah siswanya sudah melonjak drastis menjadi 1.500 siswa! Dengan lonjakan sebesar itu, tentu akses yang mendukung menjadi kebutuhan mutlak,” tegas Sjaichul yang merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang tersebut.
Tak hanya itu, akses kesehatan pun ikut terbantu. Jembatan ini kelak akan menjadi jalan pintas menuju Puskesmas Rawat Inap Bancak. Jadi, jika ada warga yang sakit dan membutuhkan pertolongan cepat, perjalanan dari Desa Wiru atau sekitarnya bisa ditempuh dalam hitungan menit saja.
Dari sisi perekonomian, efeknya juga luar biasa. Sjaichul menambahkan, “Jembatan ini secara langsung menjadi penghubung vital ke Pasar Krasak Boto dan Pasar Sidodadi Kalimaling Plumutan yang berada di Kecamatan Bancak. Dengan begitu, distribusi barang dagangan dan mobilitas pedagang akan semakin lancar.”
Bukan Hanya Satu! TNI Juga Turun Tangan Bangun Jembatan Garuda di Wonokerto
Hebatnya lagi, kabar gembira untuk warga Desa Wonokerto ternyata tidak berhenti di situ saja. Sjaichul kembali mengungkapkan fakta menarik: tak hanya satu jembatan yang sedang dalam proses pembangunan di desa tersebut. TNI, melalui Kodim 0714/Salatiga, juga turut serta membangun Jembatan Garuda di lokasi yang sama!
Dimana persisnya lokasi Jembatan Garuda itu? Jembatan yang digagas oleh TNI tersebut berada di Dusun Wonokerto (Desa Wonokerto, Bancak) dan akan menghubungkan kawasan tersebut dengan Dusun Ngelu, Desa Wiru, Kecamatan Bringin. Artinya, akan ada dua akses baru yang memudahkan warga!
Tentu saja, antusiasme warga pun meledak-ledak. Sjaichul menutup pernyataannya dengan nada bangga. “Warga luar biasa mendukung pembangunan ini. Selain mereka siap kerja bakti membangun jembatan, ada juga warga yang dengan ikhlas menghibahkan lahannya demi kelancaran proyek. Ini bukti nyata kolaborasi yang indah antara rakyat, pemerintah, dan aparat!” pungkas Sjaichul.
Avtur Tembus Rp23 Ribu per Liter, Maskapai Pilih Ubah Rute dan Rasionalisasi Kapasitas

