YOGYAKARTA, Desapenari.id – Bayangkan, niatnya cuma mengusir serangga pengganggu, eh malah berujung bencana! Sebuah rumah kosong di Bantul ludes dilalap si jago merah, setelah seorang warga nekat membakar sarang tawon vespa yang dianggap mengancam. Peristiwa spektakuler sekaligus penuh kecerobohan ini terjadi di Padukuhan Gatak, Kalurahan Tamantirto, Kasihan, Bantul, pada Rabu (7/1/2026) petang. Namun, di tengah kepanikan dan kobaran api yang membesar, ada kabar baik: tidak ada satu pun korban jiwa yang berjatuhan dalam peristiwa ini.
Kemudian, mari kita telusuri kronologinya. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, dengan jelas memaparkan awal mula kekacauan ini. Ternyata, semua berawal dari aksi seorang warga berinisial M yang berniat membersihkan sarang tawon vespa. Sarang itu sendiri berada di pojok barat daya rumah kosong milik Sri Maryani, seorang warga Gamping, Sleman. “Jadi ada tetangga sebelah selatan rumah mengeluh tersengat tawon vespa,” jelas Hidayanto kepada wartawan via telepon pada Kamis (8/1/2025). Dengan kata lain, keluhan tetangga menjadi pemicu aksi gegabah yang kemudian merugikan banyak pihak.
Selanjutnya, inilah bagian dimana niat baik bertemu dengan metode yang sangat tidak tepat. Alih-alih memanggil petugas berwenang, M memilih cara instan dan penuh risiko. Dia mencoba menghilangkan sarang tawon dengan cara yang sangat berbahaya: membakarnya menggunakan kertas yang dijangkau dengan bilah besi panjang sekitar 6 meter. Sayangnya, alam memiliki rencananya sendiri. Tiba-tiba, tiupan angin yang tidak terduga datang menyambar, membuat api kecil itu langsung membesar dengan cepat dan tak terkendali. Dalam sekejap, api yang membesar itu mulai merambat dengan liar ke seluruh bagian rumah kosong tersebut. “Ada tiupan angin, api menjadi membesar dan mulai membakar seluruh rumah, saksi 1 (M) berteriak meminta tolong,” ujar Hidayanto menggambarkan kepanikan saat itu.
Namun, di tengah bahaya, sinar kemanusiaan tetap bersinar. Begitu melihat situasi genting, warga sekitar langsung bergerak cepat tanpa tunggu perintah. Mereka segera bergotong-royong memadamkan api secara manual dengan peralatan seadanya yang bisa mereka kumpulkan. Sementara sebagian warga bertarung melawan api, yang lain dengan sigap menghubungi Tim Damkar BPBD Bantul untuk meminta bantuan profesional. Tak lama kemudian, respons yang sangat koordinatif pun ditunjukkan oleh petugas. Petugas Damkar dari wilayah Bantul, Kasihan, dan Sedayu segera bekerja sama bahu-membahu untuk menaklukkan si jago merah yang sudah mulai merajalela.
Akhirnya, setelah perjuangan keras, kobaran api berhasil sepenuhnya ditaklukkan. Iptu Rita Hidayanto menambahkan, “Api berhasil dipadamkan pukul 17.30 WIB, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian diperkirakan sekira Rp20.000.000.” Meski bangunan rumah harus menjadi tumbal, nilai nyawa yang selamat tentu jauh lebih berharga. Di sisi lain, kerugian materi senilai dua puluh juta rupiah itu menjadi pelajaran mahal tentang pentingnya memilih cara yang aman dalam menyelesaikan masalah.
Oleh karena itu, untuk mencegah terulangnya insiden serupa, pihak berwenang memberikan imbauan khusus. Kabid Damkar BPBD Bantul, Irawan Kurnianto, secara tegas mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan penanganan serangga atau bahaya lainnya untuk tidak mengambil tindakan sendiri. Masyarakat diharapkan segera menghubungi petugas Damkar yang kompeten di nomor 0274-6462100 atau melalui call center darurat 112. Dengan demikian, kejadian seperti ini tidak perlu terulang hanya karena kurangnya informasi atau tindakan yang terburu-buru.
Pada akhirnya, kisah ini lebih dari sekadar berita tentang kebakaran. Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah keputusan spontan tanpa pertimbangan matang dapat berakibat fatal. Selain itu, cerita ini juga menyoroti betapa gotong royong dan respons cepat tim damkar menjadi kunci dalam mencegah bencana yang lebih besar. Jadi, lain kali jika menemui sarang tawon atau bahaya lain, ingatlah kisah ini. Jangan jadikan rumah tetangga atau milik sendiri sebagai korban berikutnya. Selalu utamakan keselamatan dan gunakan jalur profesional, karena memadamkan api lebih sulit daripada mencegahnya menyala.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

