Desapenari.id – Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di pusat perbelanjaan Kuala Lumpur. Seorang nenek berusia 70 tahun tiba-tiba kehilangan perhiasan kesayangannya senilai Rp43,4 juta gara-gara ulah komplotan hipnotis yang diduga kuat berasal dari Indonesia. Bayangkan, dalam sekejap mata, tabungan emas sang pensiunan PNS ini raib tanpa bekas!
Peristiwa nahas itu menimpa korban pada Jumat (20/2/2025) sekitar pukul 11.00 siang. Saat itu, sang nenek sedang asyik berbelanja di kawasan ramai Jalan Pandan Prima. Tanpa disangka, petaka justru menghampirinya di tengah keramaian kota.
Kepala Kepolisian Distrik Ampang Jaya, ACP Khairul Anuar Khalid, membenarkan kejadian nahas tersebut. Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa korban yang merupakan pensiunan pegawai negeri sipil itu awalnya berjalan sendirian. Tiba-tiba, tiga orang asing mendekatinya dengan modus yang sangat licin. Komplotan tersebut terdiri dari sepasang suami istri dan seorang perempuan lain yang diduga kuat sebagai warga negara Indonesia (WNI).
Para pelaku langsung melancarkan aksinya dengan pendekatan psikologis yang rapi. Mereka berpura-pura kebingungan dan memohon bantuan korban dengan alasan yang dibuat-buat. Ketiganya mengaku memiliki tiket lotre senilai 300.000 ringgit Malaysia, angka yang tentu sangat menggiurkan. Namun, mereka mengeluh tidak bisa mencairkannya karena tidak memiliki dokumen identitas lengkap. Sebagai imbalannya, mereka berjanji akan memberikan bagian yang menguntungkan bagi korban yang bersedia membantu.
“Salah seorang perempuan pelaku kemudian memegang tangan korban. Setelah kontak fisik itu terjadi, korban mengaku tiba-tiba merasa pusing dan kebingungan. Pikirannya menjadi kosong dan anehnya, ia jadi sangat mudah menurut apa pun yang diminta para pelaku,” jelas Khairul Anuar dalam konferensi persnya pada Sabtu (21/2/2026), yang dikutip dari Bernama.
Dalam kondisi pikiran yang tidak stabil itulah, para pelaku dengan cepat membujuk korban untuk masuk ke dalam mobil Proton Waja mereka. Korban yang biasanya waspada, kali ini seperti kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Ia melangkah masuk ke kendaraan tersebut tanpa perlawanan sedikit pun, seolah ada kekuatan gaib yang mengendalikan langkahnya.
Nenek Itu Tak Punya Uang Tunai, Akhirnya Rela Serahkan Perhiasan Emasnya
Begitu berada di dalam mobil yang melaju pelan, drama pun berlanjut. Khairul Anuar memaparkan bahwa di dalam kendaraan tersebut, salah satu pelaku dengan percaya diri mengklaim bahwa tiket lotre yang mereka pegang sudah ditukar menjadi cek senilai ratusan ribu ringgit. Mereka kemudian meminta korban untuk membantu mencairkan cek tersebut di bank.
Namun, sebelum sampai ke bank, para pelaku memasang jebakan baru. Mereka meminta uang jaminan sebesar RM30.000 dari korban. Alasannya dibuat sangat masuk akal: mereka takut korban akan melarikan diri setelah memegang uang hasil pencairan cek yang jumlahnya besar. Syarat ini tentu membuat korban yang sudah dalam kondisi linglung semakin tertekan.
Karena tidak membawa uang tunai sebanyak itu, korban pun kebingungan. Melihat kesempatan ini, para pelaku dengan sigap mengalihkan permintaan. Mereka meminta perhiasan yang sedang dipakai korban sebagai ganti jaminan sementara. Tanpa berpikir panjang, korban yang sudah kehilangan kesadaran pun melepaskan kalung dan gelang emas miliknya. Ia menyerahkan perhiasan berharga itu dengan tangannya sendiri, dengan nilai total sekitar 10.000 ringgit Malaysia.
Setelah berhasil menguasai perhiasan tersebut, para pelaku kemudian mengantar korban ke sebuah bank di kawasan Ampang Point. Mereka berjanji akan menunggu di luar sementara korban masuk untuk mencairkan cek. Namun, naas, setibanya di lokasi bank, para pelaku justru menghilang bagai ditelan bumi. Mereka meninggalkan korban seorang diri di depan bank, sementara perhiasan emasnya sudah raib dibawa kabur komplotan tersebut. Korban hanya bisa terperangah dan kebingungan ketika kesadarannya perlahan kembali.
Insiden ini sontak membuat gempar masyarakat setempat. Polisi Malaysia kini langsung bergerak cepat memburu ketiga pelaku yang diduga masih berkeliaran di wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya. Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh masyarakat “Negeri Jiran” untuk meningkatkan kewaspadaan secara ekstra. Mereka memperingatkan tentang modus penipuan dengan teknik manipulasi psikologis atau hipnotis yang semakin marak terjadi di ruang-ruang publik.
Kesimpulannya, kejadian ini menjadi alarm keras bagi kita semua, terutama para orang tua yang kerap menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan. Teknik hipnotis dengan modus sosialita dan bujuk rayu ini sangat berbahaya karena menyerang langsung kesadaran korban. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing dengan iming-iming keuntungan besar dari orang asing yang baru dikenal. Jika ada orang mencurigakan yang mencoba melakukan kontak fisik berlebihan atau mengajak ke tempat sepi, segera tinggalkan lokasi dan laporkan kepada pihak berwajib. Jangan sampai kewaspadaan yang kendor membuat kita menjadi korban berikutnya. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan membawa komplotan hipnotis tersebut ke meja hijau.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

