PYONGYANG, Desapenari.id – Sorak-sorai kepemimpinan kembali menggema di Pyongyang. Dalam sebuah pertunjukan politik spektakuler yang digelar setiap setengah dekade, Kim Jong Un secara resmi kembali mengamankan jabatan tertingginya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh yang berkuasa.
Sumber terpercaya AFP melaporkan langsung dari ibu kota, keputusan bersejarah ini baru saja diketok palu dalam Kongres Partai Buruh. Menurut laporan kantor berita lokal KCNA pada Senin (23/2/2026), momen penetapan itu sebenarnya telah berlangsung sehari sebelumnya, tepatnya pada hari keempat pelaksanaan kongres yang tertutup rapat tersebut.
Yang menarik, KCNA menggambarkan pemilihan ini bukan sekadar prosedur biasa. Mereka mengklaim bahwa terpilihnya kembali Kim Jong Un merupakan manifestasi dari “keinginan yang tak tergoyahkan” serta suara bulat dari seluruh delegasi yang hadir. Dengan kata lain, partai kembali bersatu padu di belakang komandannya.
Dalam laporannya yang penuh puja-puji, KCNA juga dengan bangga membeberkan sederet pencapaian militer di bawah komando Kim. Mereka bahkan mengklaim bahwa kemampuan pertahanan negara telah melompat jauh dalam beberapa tahun terakhir. “Penangkalan perang negara dengan kekuatan nuklir sebagai porosnya telah ditingkatkan secara radikal,” tulis mereka dalam laporan tersebut, mencoba menunjukkan kegarangan pertahanan mereka ke mata dunia.
Namun, kongres kali ini tidak hanya membahas soal rudal dan hulu ledak. Dalam sebuah langkah strategis, mereka juga sepakat untuk merevisi aturan internal partai. Tujuannya jelas, mereka ingin memperkuat jajaran partai secara kualitatif. Di samping itu, mereka juga bertekad menjamin tegaknya keadilan dalam penerapan disiplin partai.
Meskipun pawai militer masih menjadi menu utama, Kim Jong Un rupanya tak menutup mata pada kondisi perut rakyatnya. Di tengah himpitan sanksi internasional yang terus membelit, pemimpin muda ini memberikan perhatian khusus pada denyut nadi ekonomi negaranya yang tengah terengah-engah.
Dalam pidato pembukaan kongres pekan lalu, ia bahkan menyelipkan janji manis untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan nada serius, ia pun mengakui adanya pekerjaan rumah besar yang mendesak untuk segera dibereskan. “Saat ini, partai kita dihadapkan pada tugas sejarah yang berat dan mendesak,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan media setempat.
Ia melanjutkan dengan tekad, “Kita harus mendorong pembangunan ekonomi dan taraf hidup rakyat, serta mentransformasi semua bidang kehidupan negara dan sosial sedini mungkin.” Janji transformasi ini pun langsung menjadi sorotan para pengamat.
Upaya menggenjot perekonomian ini sebenarnya bukan barang baru bagi Kim. Sejak pertama kali mencengkeram tampuk kekuasaan pada 2011, isu kesejahteraan rakyat kerap ia gaungkan. Arah ini cukup kontras dengan kebijakan era pendahulunya, di mana program nuklir dan pengembangan militer selalu diutamakan, meskipun bayang-bayang kelaparan masih menghantui rakyat.
Bahkan, dalam kongres sebelumnya pada 2021, Kim melakukan langkah yang terbilang langka. Ia secara terbuka mengakui adanya kegagalan di hampir semua sektor pembangunan ekonomi. Pengakuan jujur dari seorang pemimpin tertinggi ini tentu menjadi angin segar yang tak biasa di negeri yang tertutup itu.
Rahasia Kekuasaan Absolut di Balik Dinding Tertutup
Perlu diketahui, Kongres Partai Buruh bukanlah sekadar acara seremonial biasa. Acara ini merupakan ajang super eksklusif yang hanya digelar setiap lima tahun sekali. Di sinilah semua rencana besar negara digodok, mulai dari proyek pembangunan rumah susun sederhana hingga skenario perang paling rumit.
Agenda tahun ini sendiri tercatat sebagai penyelenggaraan yang kesembilan kalinya di bawah dinasti keluarga Kim yang telah berkuasa selama puluhan tahun. Menariknya, tradisi besar ini sempat mati suri di masa kepemimpinan ayahnya, Kim Jong Il. Namun, begitu Kim Jong Un mengambil alih, ia segera menghidupkan kembali denyut politik ini pada 2016.
Lebih dari sekadar forum diskusi kebijakan, kongres ini menjelma menjadi panggung sempurna bagi Kim Jong Un. Ia dengan lihai memanfaatkan momen ini untuk memperlihatkan kepada dunia dan rakyatnya, bahwa kendali mutlak atas Korea Utara masih kokoh berada di genggamannya.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

