BANGKA, Desapenari.id – Aksi nekat para penambang timah ilegal di Bangka Belatan akhirnya berbuah petaka. Bukan hanya nyawa taruhannya, mobil sport Ford Mustang mewah milik mereka pun kini harus berakhir di kantong polisi. Tim Bareskrim Polri, pada Minggu (22/2/2026), kembali menggeledah lokasi di wilayah Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Mereka memburu jejak sindikat penyelundupan timah yang telah merugikan negara milyaran rupiah.
Hingga saat ini, tim Bareskrim telah menahan 11 tersangka. Beragam barang bukti ikut mereka amankan, mulai dari pasir timah hingga alat berat. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah sebuah mobil sport Ford Mustang. Mobil ini, kata polisi, merupakan salah satu aset yang diduga kuat hasil dari kejahatan penyelundupan timah.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Muhammad Irhamni, mengungkapkan kronologi pengungkapan kasus ini. Semuanya bermula ketika pihak kepolisian Malaysia menggerebek lokasi peleburan timah di Pulau Pemanggil. Dari penggerebekan itulah, polisi Indonesia mendapatkan informasi penting.
“Dari pengembangan kasus, kami mengetahui bahwa pasir timah dan para pelaku berasal dari Bangka Selatan,” ujar Irhamni kepada awak media, Minggu. Informasi ini menjadi titik terang bagi tim Bareskrim. Mereka segera bergerak dan melakukan penyelidikan intensif di wilayah Bangka Selatan.
Dalam penggeledahan terbaru di sebuah rumah di Desa Keposang, Bangka Selatan, polisi menahan dua tersangka tambahan. Keduanya diduga kuat memegang peran kunci dalam operasi penyelundupan ini. Yang satu berperan sebagai penyuplai utama pasir timah. Sementara yang lainnya, bertindak sebagai pendana di balik layar yang membiayai seluruh kegiatan ilegal tersebut.
Saat menggeledah lokasi, selain menemukan tumpukan pasir timah, polisi langsung mengamankan sebuah mobil sport Ford Mustang yang terparkir. Keberadaan mobil mewah ini sontak mengundang tanda tanya besar. Bagaimana tidak, dari hasil penambangan liar, para tersangka bisa hidup bergelimang harta dan membeli kendaraan mewah.
Tak hanya mobil mewah, tim Bareskrim juga menyita satu unit ekskavator dan sebuah kapal motor. Alat-alat berat ini, menurut polisi, merupakan sarana utama yang digunakan para tersangka untuk melakukan aksi penyelundupan. Ekskavator digunakan untuk menggali pasir timah secara ilegal, sementara kapal motor menjadi moda transportasi untuk mengirimkan barang haram tersebut ke Malaysia.
Brigjen Irhamni membeberkan fakta mengejutkan lainnya. Berdasarkan hasil penyelidikan, sindikat ini telah melakukan aksi penyelundupan hingga 18 kali ke Malaysia. “Kita telah mengungkap dari hulu ke hilirnya,” tegas Irhamni. Artinya, polisi tidak hanya menangkap para pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri jejak pendanaan dan jaringan pemasaran timah ilegal hingga ke luar negeri.
Dalam proses penggeledahan tersebut, tim Mabes Polri tidak bergerak sendiri. Mereka didampingi oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bangka Belitung. Bahkan, kepala desa setempat pun turut serta menyaksikan jalannya penggeledahan. Keterlibatan pemerintah desa ini menunjukkan sinergi dalam upaya memberantas tambang ilegal.
Irhamni juga menegaskan asal-usul pasir timah yang diselundupkan. Semuanya, tanpa terkecuali, berasal dari aktivitas penambangan ilegal. “Aktivitas tambang ilegal dan pengangkutan barang ilegal,” tegasnya. Praktik penambangan tanpa izin ini jelas merusak lingkungan dan merugikan negara.
Akibat perbuatannya, para tersangka kini harus berhadapan dengan jeratan hukum. Mereka dijerat dengan Pasal 161 Undang-Undang Minerba Nomor 4 Tahun 2009 yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020. Ancaman hukumannya pun tidak main-main.
Yang lebih memprihatinkan, kasus penyelundupan pasir timah ini diduga telah berlangsung selama ribuan kali. Tentu saja, dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan sangat luar biasa. Kerugian negara di sektor lingkungan hidup pun diperkirakan mencapai angka yang fantastis.
“Ini sejalan dengan amanah presiden agar kekayaan alam Indonesia dijaga dan dilindungi untuk kemakmuran masyarakatnya,” ujar Irhamni mengakhiri keterangannya. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberantas praktik ilegal yang merugikan bangsa dan negara. Nasib Ford Mustang mewah itu kini menjadi simbol nyata bahwa kejahatan tidak akan pernah menuai hasil yang abadi.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

