BEKASI, Desapenari.id – Kemarahan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memuncak saat inspeksi mendadak ke proyek galian kabel optik di Jalan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Minggu (22/2/2026) kemarin. Momen panas itu pun viral setelah Tri mengunggah videonya di Instagram pribadi @mastriadhianto dan langsung menjadi buah bibir warganet.
Teguran Pedas di Lokasi Galian
Dalam rekaman tersebut, Tri turun langsung dari kendaraannya dan menghampiri para pekerja yang tengah asyik menggali badan jalan. Dengan ekspresi serius dan nada tinggi, ia langsung melontarkan pertanyaan tajam.
“Ini galian apa, Bang?” tanya Tri tegas kepada salah satu pekerja.
“Optik, Pak,” jawab pekerja itu singkat.
Tanpa buang waktu, Tri memerintahkan penghentian seluruh aktivitas proyek di tempat. Ia pun mendesak para pekerja menunjukkan dokumen izin resmi.
“Semua berhenti! Mana izinnya, coba?” tegasnya sambil menunjuk ke arah galian.
Ia juga menyoroti lokasi penggalian yang ternyata berada di atas lahan milik pemerintah daerah. Hal ini semakin memicu kemarahannya.
Panggilan Darurat ke Atasan
Menyadari situasi genting, seorang pekerja langsung menelepon penanggung jawab proyek. Tri kemudian mengambil alih percakapan tersebut.
“Saya sudah bilang dari awal, ini enggak boleh dilanjutin! Kenapa masih jalan juga?” ucapnya dengan nada kesal ke lawan bicara di seberang telepon.
Terkait insiden itu, Tri menegaskan tidak ada toleransi bagi proyek yang bekerja tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya prosedur dan kepatuhan terhadap aturan.
“Saya minta semua aktivitas dihentikan saat itu juga. Ini menyangkut ketertiban kota dan keselamatan warga. Jangan main-main dengan izin!” tegasnya saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (23/2/2026).
Alat Kerja Disita, Kabel Digunting Paksa
Tak hanya menghentikan proyek, Tri menginstruksikan jajarannya untuk menyita seluruh alat berat dan peralatan kerja. Barang-barang tersebut langsung diamankan di Kantor Kecamatan Bekasi Utara hingga ada kejelasan administrasi.
Bahkan, dalam langkah kontroversial namun tegas, ia memerintahkan Satpol PP untuk memotong kabel optik yang sudah terlanjur dipasang. Tindakan ini ia ambil sebagai efek jera bagi penyedia layanan yang bandel.
“Kita potong saja sekarang kabelnya. Biar mereka tahu bahwa aturan itu harus dihormati,” ujarnya.
Peringatan Keras untuk Camat dan Lurah
Tri juga melayangkan teguran keras kepada camat dan lurah di wilayah tersebut. Ia menilai pengawasan di lapangan sangat lemah hingga proyek ilegal bisa berjalan tanpa hambatan.
“Saya minta camat dan lurah lebih peka. Jangan sampai proyek bodong seperti ini merusak infrastruktur dan merugikan masyarakat. Tugas kalian diawasi, bukan diam saja!” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap proyek yang menyentuh fasilitas umum harus melalui prosedur resmi. Koordinasi dengan pemerintah daerah merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar.
Akar Kemarahan: Jalan Rusak dan Banjir
Di balik amarahnya, Tri membeberkan alasan mendasar mengapa ia begitu geram. Ia mengungkapkan bahwa provider tersebut nekat bekerja tanpa izin, sehingga berpotensi besar menimbulkan kemacetan dan kerusakan infrastruktur.
“Saya kecewa berat dan sedih melihat ada provider yang bekerja tanpa izin. Ujung-ujungnya masyarakat saya yang rugi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pemkot Bekasi telah berkali-kali menggelontorkan dana besar untuk merehabilitasi jalan dengan ketebalan aspal mencapai 20 sentimeter. Namun, jerih payah tersebut menjadi sia-sia ketika jalan kembali dibongkar seenaknya.
Yang lebih menyakitkan, warga kerap mengeluhkan bekas galian yang tidak dikembalikan seperti semula. Jalan jadi berlubang dan masyarakat harus menambalnya sendiri.
“Jadi, saya rasa kita harus punya aturan yang lebih ketat di lapangan. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” ujarnya.
Saluran Air Disalahgunakan, Banjir Mengancam
Tri juga menyoroti praktik curang provider yang masih menggunakan saluran air untuk menarik kabel optik. Akibatnya, aliran air tersumbat dan memicu banjir di sejumlah titik.
“Mereka tetap pakai saluran air yang ada. Ini yang bikin saluran mampet dan banjir terjadi,” keluhnya.
Ia pun menegaskan, meski investasi tetap dibutuhkan kota, aturan tidak bisa dikorbankan. Semua pihak harus patuh dan taat pada regulasi yang berlaku.
“Kami minta mereka kembalikan semuanya seperti aturan. Kalau masih bandel, saya potong lagi kabel-kabelnya. Jangan coba-coba!” pungkasnya dengan nada mengancam.
Langkah tegas Wali Kota Bekasi ini pun menuai beragam reaksi. Sebagian besar warga mengapresiasi tindakan berani tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan publik dan penegakan aturan di ibu kota.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

