JAKARTA, Desapenari.id – Suasana pagi di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, berubah ricuh setelah warga dikejutkan oleh aksi pencurian yang terekam jelas kamera pengawas. Bukan barang pecah belah atau paket kecil yang raib, melainkan satu unit truk ekspedisi ukuran besar yang lenyap dari teras gudang. Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (25/2/2026) dini hari, tepatnya saat sebagian besar warga masih terlelap.
Rekaman CCTV yang beredar di lingkungan sekitar menunjukkan bagaimana para pelaku bertindak dengan sangat percaya diri. Sekitar pukul 04.45 WIB, langkah kaki dua pria terlihat menyusuri area teras gudang. Mereka tidak serta-merta langsung beraksi, melainkan sempat berbincang santai di depan truk incaran, seolah sedang membahas kondisi kendaraan atau merencanakan langkah selanjutnya. Skenario kejahatan ini pun dirancang dengan rapi.
Di luar pagar gudang, situasi sudah dipersiapkan. Dua unit sepeda motor terparkir dengan mesin menyala, dikendarai oleh pria lain yang siaga. Mereka tidak hanya sekadar menunggu, tetapi diduga berperan sebagai pengawas dan penyedia jalur evakuasi cepat. Jaringan ini bekerja sinkron: satu tim di dalam, tim lainnya di luar.
Setelah merasa yakin situasi aman, salah satu pria yang berdiri paling dekat dengan kabin truk langsung bertindak. Ia membuka pintu kendaraan tanpa keraguan sedikit pun. Langkahnya mulus, seolah tahu bahwa kendaraan tersebut dalam keadaan tidak terkunci. Sementara itu, rekannya bergerak cepat menuju pagar utama gudang. Dengan sigap, ia membuka gerbang besar yang ternyata juga tidak digembok.
Momen krusial terjadi ketika truk mulai dihidupkan. Sempat terlihat interaksi singkat antara pria yang sudah berada di dalam kabin dengan pengendara motor di luar pagar, seolah memberi kode bahwa mesin menyala dan tidak ada hambatan. Tak lama kemudian, suara geraman mesin truk memecah keheningan subuh. Kendaraan berat itu perlahan keluar dari area gudang, melaju bebas meninggalkan lokasi. Keempat pelaku segera menghilang dalam gelapnya jalanan Jagakarsa, meninggalkan pemilik yang belum menyadari musibah yang menimpanya.
Kapolsek Jagakarsa, AKP Nurma Dewi, tak membantah kabar yang meresahkan warga ini. Ia langsung mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah bergerak cepat setelah laporan resmi diterima. Pada hari yang sama, tim kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan dari para saksi, termasuk karyawan yang sempat berada di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap fakta mengejutkan tentang kelengahan yang menjadi celah utama para pencuri. Korban mengakui bahwa truk tersebut memang diparkir dalam kondisi tidak aman. “Mobil tersebut terakhir kali ditinggal dalam keadaan tidak terkunci dan posisi kaca supir juga terbuka. Diduga pelaku masuk kedalam teras gudang ekspedisi melalui pintu gerbang karena gerbang tidak dikunci,” jelas Nurma dalam keterangan resminya ke publik pada Kamis (26/2/2026).
Situasi internal gudang ternyata juga turut dimanfaatkan para pelaku. Pada malam kejadian, hanya ada dua orang karyawan yang berjaga. Namun, salah satu dari mereka harus meninggalkan gudang lebih awal, tepatnya pada pukul 03.15 WIB, untuk pulang makan sahur. Momen sepinya lokasi inilah yang diduga menjadi waktu yang tepat bagi komplotan pencuri untuk melancarkan aksinya tanpa banyak risiko.
Lebih lanjut, AKP Nurma Dewi membeberkan cara kerja pelaku yang cukup profesional. Mereka tidak hanya mengandalkan kelengahan korban, tetapi juga membawa peralatan khusus. “Pelaku membuka pintu mobil tersebut dengan mudah dan menyalakan mobil tersebut diduga menggunakan kunci palsu,” kata Nurma. Artinya, meskipun kunci asli mungkin aman di tangan pemilik, pelaku sudah menyiapkan duplikat atau alat khusus untuk menjalankan mesin truk tersebut.
Saat ini, polisi tengah bekerja keras mengendus jejak para pelaku. Penyelidikan intensif dilakukan dengan memeriksa rekaman CCTV dari berbagai sudut, meminta keterangan saksi-saksi baru, dan melakukan profiling terhadap para terduga pelaku. Pihak kepolisian berjanji akan memburu komplotan ini hingga ke akar-akarnya demi memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sektor ekspedisi yang sangat bergantung pada kendaraan operasional mereka.
Kejadian ini menjadi tamparan keras sekaligus peringatan bagi para pemilik usaha dan masyarakat umum. Kelalaian sekecil apa pun, seperti meninggalkan kunci kontak atau tidak mengunci pagar, bisa menjadi “undangan terbuka” bagi para pelaku kejahatan yang selalu mengintai peluang. Keamanan aset berharga tidak boleh dianggap remeh, karena pelaku tidak pernah tidur dan selalu siap memanfaatkan setiap celah yang ada.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

