SEMARANG, Desapenari.id – Suasana mudik tahun ini benar-benar sudah terasa panas! Jika Anda berencana melintasi jalur pantura, bersiaplah untuk merasakan padatnya kendaraan. Pasalnya, Gerbang Tol Kalikangkung di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang menjadi gerbang utama menuju berbagai kota di Jawa Tengah, kini mulai kedatangan gelombang demi gelombang kendaraan pemudik. Bukan main, peningkatannya sangat signifikan dan bikin melongo!
Puluhan Ribu Kendaraan Nekat ‘Serbu’ Semarang dan Solo
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lapangan, jumlah kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Kalikangkung menuju arah Semarang dan juga Solo pada Senin (16/3/2026) dini hari lalu, ternyata bergerak sangat dinamis dan fluktuatif. Artinya, arus lalu lintas tidak pernah sepi, terus bergulir tanpa henti.
Coba kita lihat detilnya. Pada rentang pukul 00.00 hingga 01.00 WIB, petugas mencatat sebanyak 856 kendaraan berhasil keluar dari gerbang tol tersebut. Jumlah ini langsung menunjukkan bahwa malam hari bukanlah halangan bagi para pemudik untuk memulai perjalanan.
Selanjutnya, pada pukul 01.00 hingga 02.00 WIB, meski sedikit menurun, volume kendaraan yang melintas tetap tinggi, mencapai 817 unit. Penurunan ini hanya berlangsung singkat. Pasalnya, pada pukul 02.00 hingga 03.00 WIB, jumlah kendaraan kembali melonjak naik menjadi 906 kendaraan. Ini membuktikan bahwa banyak pemudik yang memilih bepergian di tengah malam untuk menghindari kemacetan di siang hari, namun justru beramai-ramai di waktu yang sama.
Kapospam Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, AKP Dimas Arief Wicaksono, menjelaskan secara rinci situasi di lapangan. Menurutnya, pada pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas di exit tol sempat tercatat sebanyak 705 kendaraan. Lalu, pada jam berikutnya, yaitu pukul 04.00 hingga 05.00 WIB, volume kendaraan memang sempat menurun sedikit menjadi 691 kendaraan. Namun, penurunan ini tidak berlangsung lama.
“Justru pada pukul 05.00 hingga 06.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas terpantau kembali meroket tajam mencapai 878 kendaraan,” ujar Dimas melalui pesan WhatsApp-nya pada Senin (16/3/2026). Artinya, begitu waktu subuh tiba, para pemudik sudah kembali bersemangat melanjutkan perjalanan.
Jika kita totalkan secara keseluruhan, dalam kurun waktu 24 jam, dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB keesokan harinya, arus kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung, baik yang datang dari arah Jakarta maupun yang menuju ke arah sebaliknya, benar-benar mencapai angka yang fantastis.
“Total kendaraan yang melintas mencapai angka 33.608 unit,” ungkapnya dengan tegas. Angka ini jelas menunjukkan bahwa arus mudik tahun ini jauh lebih padat dibandingkan hari-hari biasa.
Siap-Siap! 17 Gardu Tol Dikerahkan untuk Hadapi Serbuan Pemudik
Melihat situasi yang semakin panas ini, pihak Jasa Marga Semarang–Batang tidak tinggal diam. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kemacetan parah di pintu keluar tol, mereka langsung bergerak cepat. Mereka mengoperasikan total 17 gardu tol siaga.
Dari jumlah tersebut, 8 di antaranya merupakan gardu utama yang berfungsi normal, sementara 9 gardu lainnya adalah gardu tambahan atau yang biasa disebut gardu satelit. Dengan tambahan gardu ini, diharapkan proses transaksi di pintu tol bisa lebih cepat dan antrean panjang bisa diurai.
Manajemen Jasa Marga mengambil langkah strategis ini semata-mata untuk memperlancar arus kendaraan. Apalagi, kita semua tahu bahwa puncak arus mudik Lebaran tinggal menghitung jam. Mereka benar-benar fokus menyambut gelombang utama pemudik.
Selain itu, petugas di lapangan juga tak henti-hentinya mengimbau para pengendara. Mereka mengingatkan agar setiap pengemudi memastikan saldo kartu elektronik atau e-toll mereka dalam kondisi cukup sebelum memasuki jalan tol. Ini adalah kiat sederhana namun krusial untuk menghindari antrean panjang di gerbang tol yang bisa memicu kemacetan.
Sementara itu, berdasarkan prediksi yang telah dirilis, puncak arus mudik Lebaran diprediksi akan terjadi pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2026. Pada periode krusial tersebut, pemerintah berencana akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional. Kebijakan ini dirancang khusus untuk mendukung kelancaran perjalanan para pemudik dan menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik rawan macet.
Jadi, bagi Anda yang belum berangkat, siapkan fisik, pastikan saldo e-toll penuh, dan patuhi semua arahan petugas di lapangan!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

