Jakarta, Desapenari.id – Siapa bilang libur Lebaran identik dengan perjalanan panjang yang bikin pegal dan kemacetan luar kota yang menyiksa? Taman Mini Indonesia Indah (TMII) secara mengejutkan menjelma menjadi primadona baru bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati momen Idul Fitri 1447 H dengan cara berbeda. Mereka memilih untuk staycation di kota sendiri, dan ternyata pilihan ini begitu menguntungkan. Selain karena nuansa liburannya tetap terasa, salah satu alasan utama yang membuat destinasi ini begitu dilirik adalah karena para pengunjung sama sekali tidak perlu bersusah payah menghadapi kemacetan. Sebaliknya, mereka justru mendapatkan pengalaman perjalanan yang mulus bak sedang menjajal jalan tol pribadi di tengah hiruk pikuk ibu kota yang biasanya padat.
Berdasarkan pantauan langsung yang kami lakukan pada Minggu (22/3/2026), suasana jalanan Jakarta terpantau sangat kontras dengan hari-hari biasa. Coba bayangkan, perjalanan yang membelah kota dari ujung Barat menuju Timur berlangsung sangat lancar. Bahkan, pengendara roda dua bisa melaju dengan nyaman tanpa hambatan berarti. Seorang pengendara yang berangkat dari kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, misalnya, hanya membutuhkan waktu sekitar 50 menit untuk sampai ke gerbang TMII. Sungguh waktu tempuh yang sangat fantastis jika dibandingkan dengan kondisi normal yang bisa mencapai dua hingga tiga jam.
Mengapa bisa selancar ini? Ternyata, jalan-jalan arteri utama yang biasanya menjadi langganan kemacetan seperti Jalan Gatot Subroto hingga Jalan MH Thamrin kini terlihat sangat lengang. Para pemudik memang telah meninggalkan kota, sehingga kendaraan yang melintas pun sangat minim. Tak hanya itu, titik-titik kemacetan yang biasanya menjadi momok menakutkan bagi pengendara di sepanjang kawasan tersebut kini benar-benar sepi. Keadaan serupa juga kami saksikan di kawasan Jakarta Timur, mulai dari Jalan Dewi Sartika hingga Jalan Raya Bogor yang kerap dipadati kendaraan niaga dan komuter, kini bebas dari penumpukan kendaraan. Para pengendara roda dua bahkan bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan stabil hingga 60 km per jam tanpa harus was-was menghadapi kepadatan.
Suasana lengang ini ternyata juga merembet hingga ke area sekitar TMII. Jalan TB Simatupang dan Jalan Taman Mini I yang kerap menjadi pintu masuk utama wisatawan tidak terlihat adanya antrean kendaraan yang mengular. Area gerbang masuk pun terpantau sepi; tidak ada kepadatan kendaraan yang biasanya terjadi saat akhir pekan atau musim liburan. Suasana ini seolah memberi sinyal bahwa wisatawan yang datang benar-benar bisa menikmati liburan dari awal perjalanan hingga tiba di lokasi.
Silvi (40), seorang pengunjung yang datang bersama keluarga besarnya, dengan antusias membagikan alasannya memilih TMII. Ia mengaku sengaja menjadikan taman ini sebagai destinasi utama karena tak ingin pusing memikirkan kemacetan. “Tadinya kami sempat kepikiran untuk mencari suasana yang hijau-hijau, mungkin ke Puncak Bogor atau naik ke Lembang, Bandung. Tapi, kami langsung urungkan niat karena takut terjebak macet. Puncak pasti macet parah saat liburan. Akhirnya kami pilih cari destinasi di Jakarta aja. Awalnya sempat bingung mau kemana, tapi setelah diskusi keluarga, Taman Mini jadi pilihan,” ungkap Silvi saat berbincang dengan kami di area parkir.
Ia menambahkan, sebenarnya keluarganya sudah lama mendambakan liburan ke luar kota. Namun, melihat kondisi jalanan di Jakarta yang justru lengang dan sepi, mereka melihat ini sebagai peluang emas untuk menikmati destinasi favorit di dalam kota tanpa harus bersusah payah. Yang lebih membahagiakan lagi, mereka mendapatkan potongan harga tiket masuk lantaran membelinya melalui sistem online. “Kebetulan banget hari ini kami beli tiket lewat website online dan dapat promo. Satu orang cuma bayar Rp 22.000, padahal harga normalnya kalau tidak salah sekitar Rp 30.000-an. Lumayan banget kan buat tambah jajan di dalam,” tuturnya sambil tersenyum.
Pengalaman serupa juga diutarakan oleh Wira (34), seorang warga asal Tebet, Jakarta Selatan. Ia dengan tegas menyatakan memilih menghabiskan waktu liburan di TMII karena lebih menguntungkan dibandingkan bepergian ke luar kota yang rawan kemacetan. “Biasanya, saat Lebaran begini, kan masih ada yang mudik atau kalau ke Puncak, pasti macet. Saya sudah punya pengalaman buruk sebelumnya, jadi tahun ini kami memilih staycation,” ujar Wira.
Untuk memaksimalkan waktu liburan, Wira memutuskan menghabiskan akhir pekannya dengan berpiknik santai di sisi area Air Mancur Tirta TMII. Ia datang bersama suami dan anak semata wayangnya dengan membawa bekal sederhana namun istimewa. “Cemilan aja yang kami bawa, ini kan jajanan Lebaran kayak nastar dan kastengel, sayang banget kalau cuma diamankan di rumah. Karena di rumah sudah sepi tamu, akhirnya semua camilan ini kami bawa ke sini sambil piknik,” jelasnya.
Lebih dari sekadar melepas penat, Wira mengaku puas karena liburan di TMII memberikan nilai edukasi yang tinggi. Ia bisa memperkenalkan anaknya kepada beragam budaya Indonesia tanpa harus bepergian jauh. “Kalau di sini kan fasilitas mainannya banyak. Nanti sore kami berencana naik kereta gantung untuk melihat pemandangan dari atas. Tadi juga sudah jalan-jalan keliling melihat rumah adat dari berbagai provinsi. Anak jadi tahu langsung, ini belajar yang menyenangkan,” pungkasnya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

