BANGKALAN, Desapenari.id – Musibah nahas terjadi di tengah guyuran hujan lebat sore itu. Sebuah tabrakan maut mengguncang Jalan Raya Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Jumat (3/4/2026) sore. Ya, sebuah mobil ambulans dan satu unit sepeda motor terlibat kecelakaan fatal. Lebih tragisnya lagi, kecelakaan ini merenggut nyawa seorang pengendara motor di lokasi kejadian.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan kronologi awal kejadian. Semuanya bermula saat sebuah mobil ambulans bernomor polisi L 8069 WZ yang dikemudikan oleh MS (49), seorang warga Depok, Jawa Barat, melaju dari arah Surabaya. Kemana tujuannya? Ambulans tersebut ternyata hendak menuju ke Kecamatan Galis.
Bawa Jenazah dari Jakarta, Niat Mulia Berujung Petaka
Lebih lanjut, Ipda Agung mengungkapkan fakta yang mencengangkan. “Ambulans itu membawa jenazah dari Jakarta dan hendak diantarkan ke Kecamatan Galis,” tuturnya saat ditemui pada Minggu (5/4/2026). Jadi, bayangkan, sebuah kendaraan yang seharusnya menjadi simbol keselamatan dan pertolongan justru menjadi penyebab kematian orang lain di jalan.
Kondisi cuaca saat itu memang sangat buruk. Hujan lebat mengguyur wilayah Bangkalan tanpa henti. Akibatnya, permukaan jalanan menjadi licin dan sangat berbahaya. Namun, hal ini sayangnya tidak diimbangi dengan kehati-hatian pengemudi. Pasalnya, mobil ambulans tersebut dilaporkan melaju dengan kecepatan tinggi di tengah hujan deras. Wah, ini kombinasi yang sangat fatal!
Jalan Licin, Ambulans Oleng dan Banting Setir Nekat
Karena melaju kencang di jalan yang licin, mobil ambulans itu pun akhirnya kehilangan kendali. Iya, kendaraan besar itu tergelincir! Dalam kepanikannya, pengemudi bernama MS langsung membanting setir ke kanan. Nah, disinilah titik mula tragedi yang tak terhindarkan.
Dari arah depan, ternyata melaju sebuah motor matic dengan pelat L 5816 KU. Pengendaranya adalah MM (26), seorang pemuda asli Kabupaten Bangkalan. Sialnya, jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat. Tak ada waktu untuk menghindar. Mobil ambulans yang oleng itu pun menabrak pengendara motor tersebut dengan keras.
Motor Ringsek, Pemuda 26 Tahun Tewas di Tempat
Dampak tabrakan itu sungguh mengerikan. Sepeda motor milik korban langsung ringsek tidak berbentuk. Bahkan, pengemudi motor, MM yang masih berusia 26 tahun, harus meregang nyawa di lokasi kejadian. Iya, dia tewas seketika seusai tertabrak mobil ambulans yang membawa jenazah tersebut.
“Korban pengemudi motor meninggal dunia. Untuk pengemudi mobil tidak mengalami luka,” imbuh Ipda Agung Intama. Sungguh tragis, satu nyawa muda melayang, sementara pengemudi ambulans yang ceroboh selamat tanpa luka sedikit pun. Hal ini tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Evakuasi Cepat, Polisi Masih Usut Tuntas
Tak lama setelah kejadian, petugas kepolisian langsung bergerak cepat. Mereka segera melakukan evakuasi terhadap korban dan kedua kendaraan yang terlibat. Motor korban yang ringsek pun langsung diangkut. Ambulans yang menjadi penyebab kecelakaan juga diamankan di kantor polisi.
Saat ini, kasus ini masih dalam penanganan intensif oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan. “Saat ini masih ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan,” tutup Ipda Agung. Pihak berwenang sedang mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Apakah semata-mata karena hujan dan jalan licin, atau ada kelalaian lain dari pengemudi ambulans? Kita tunggu saja hasil penyidikannya.
Hujan Bukan Alasan untuk Ugal-ugalan!
Pelajaran berharga bisa kita petik dari tragedi ini. Hujan lebat memang membuat jalan licin. Namun, kecepatan tinggi dan kepanikan pengemudi adalah pemicu utama kecelakaan. Ingatlah, ambulans memang sering kali diprioritaskan di jalan. Tapi, prioritas itu tidak berarti bisa mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain. Terutama saat cuaca buruk, kehati-hatian adalah segalanya. Satu nyawa telah melayang. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

