Desapenari.id – Qantas Group, maskapai raksasa Australia itu secara resmi memperpanjang kebijakan pemotongan jadwal penerbangan hingga tiga bulan ke depan. Mengapa demikian? Karena lonjakan harga bahan bakar yang terus meroket tanpa ampun membebani biaya operasional mereka. Dengan begini, keputusan ini jelas berdampak langsung pada dua lini utama: maskapai unggulan Qantas dan saudara kandungnya yang berbiaya murah, Jetstar. Alhasil, para pelancong harus bersiap menerima dampaknya.
Kabar Buruk untuk Penumpang Domestik
Lebih lanjut, dalam pernyataan resmi yang dirilis, Qantas Group menjelaskan bahwa pemangkasan kapasitas penerbangan domestik sebesar 5 persen tadinya hanya direncanakan berlangsung dari Mei hingga Juni. Namun sekarang, perusahaan memperpanjang kebijakan itu hingga akhir September 2026. Dengan kata lain, kebijakan ini diambil sebagai langkah taktis untuk menyeimbangkan biaya operasional di tengah tekanan harga bahan bakar yang kian memburuk. Jadi, jangan heran jika Anda mulai kesulitan mencari tiket pesawat di rute-rute favorit dalam negeri.
Rute Internasional Juga Kena Imbasnya
Tak hanya di dalam negeri, layanan internasional Qantas juga ikut terkena imbasnya. Sebagai contoh, rute Sydney – Bengaluru yang selama ini dilayani Qantas terpaksa ditangguhkan sementara mulai Agustus hingga akhir Oktober. Sementara itu, maskapai juga mengonfirmasi bahwa penerbangan ke Selandia Baru, baik yang dioperasikan Qantas maupun Jetstar, sudah mulai dikurangi sebagai bagian dari pembatasan kapasitas. Akibatnya, para penumpang yang ingin bepergian lintas negara harus lebih fleksibel dengan jadwal.
Menariknya, Qantas mengungkapkan bahwa sejumlah pesawat akan dialihkan untuk memperkuat layanan penerbangan antara Australia dan Eropa. Mengapa rute Eropa diprioritaskan? Karena permintaan perjalanan pascapandemi melonjak tinggi di jalur tersebut. Dengan begitu, pengalihan armada inilah yang menjadi salah satu dalang utama di balik pengurangan di rute lain. Jadi, meskipun Anda kecewa dengan sedikitnya opsi penerbangan ke India atau Selandia Baru, maskapai lebih memilih mengejar pasar yang lebih menguntungkan.
Penurunan Kapasitas yang Tak Terhindarkan
Selanjutnya, perubahan jadwal dan pengurangan layanan ini diperkirakan akan menurunkan kapasitas internasional Qantas Group sebesar 2 poin persentase untuk periode tiga bulan hingga akhir September. Angka tersebut dihitung langsung oleh tim analis internal maskapai. Meski begitu, langkah penyesuaian jaringan ini menunjukkan betapa kerasnya tantangan yang dihadapi industri penerbangan global saat ini. Singkatnya, fluktuasi harga bahan bakar masih menjadi raja dalam menentukan strategi operasional maskapai mana pun.
Sebagai kesimpulan, jika Anda berencana terbang bersama Qantas atau Jetstar dalam beberapa bulan ke depan, sebaiknya segera cek ulang jadwal penerbangan Anda. Pasalnya, kebijakan perpanjangan pengurangan layanan ini akan terus berlangsung hingga September 2026. Dengan harga BBM yang masih belum stabil, jangan kaget jika maskapai terus memutar otak agar tetap bisa terbang tanpa bangkrut. Yang jelas, penumpanglah yang harus ekstra sabar dan pintar mencari promo.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

